http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20395.jpg

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengenalkan 10 langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu menjaga kesehatan tidak hanya dirinya sendiri tapi juga keluarganya.

“Minimal dengan 10 langkah tersebut masyarakat dapat mendeteksi status kesehatannya,” kata dia saat mengisi Kampanye Kesehatan yang diselenggarakan Aisyiyah Jawa Barat yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam acara Talkshow Tentang TB-HIV di Aula Mujahidin, Bandung, Selasa (13/12/16).

Netty mengatakan, 10 langkah sederhana itu bisa mencegah sejumlah penyakit yang berpotensi menurunkan derajat kesehatan masyarakat seperti demam berdarah, hingga Tuber Culosis atau TB. Sepuluh langkah itu adalah melakukan aktivitas fisik setiap hari, tidak merokok di dalam rumah, makan buah dan sayur setiap hari, memberantas jentik di rumah, menggunakan jamban sehat, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan air bersih, menimbang bayi dan balita setiap bulan, memberi bayi asi ekslusif dan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.

Netty mengatakan, 10 langkah itu tak lain merupakan aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di setiap rumah tangga sebagai implementasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Ini harus terus kita gelorakan bukan hanya di tatanan rumah tangga. Termasuk di institusi pendidikan, perkantoran, rumah ibadah dan tempat umum lainnya. Jika ini dapat kita lakukan, setidaknya kita dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menghemat anggaran belanja kesehatan,” kata dia.

Menurut Netty, kesadaran inilah yang harus dimiliki oleh masyarakat agar dapat menjaga setiap anggota keluarganya.

“Seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang memadai dalam melakukan sosialisasi tersebut, karena masyarakat kita ini masih patrialistik,” ujarnya.

Netty mengatakan, berbicara tentang kesehatan  maka berkaitan dengan upaya preventif dan promotif yang harus dilakukan di tengah masyarakat.  Membangun kebiasaan sederhana itu sedikitnya bisa meningkatkan bangunan dan derajat kesehatan masyarakat di tengah berbagai ancaman penyebaran penyakit yang makin mengkhawatirkan karena belum ada obatnya seperti HIV/Aids.

“Walaupun prevalensi penyakit HIV masih rendah tetapi tetap saja masih ancaman bagi bangunan dan derajat kesehatan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Sumber: jabarprov.go.id

Artikel Terkait

Menteri Yohana Ajak Mudik Ramah Perempuan dan Anak Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, sebagian besar masyarakat telah melakukan perjalanan mudik, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan,...
Cara Membuat Akta Kelahiran Anak Di Luar Nikah Banyak terjadi kasus wanita hamil di luar nikah, baik secara terang terangan atau sembunyi sembunyi. Sebagian wanita yang hamil di luar nikah memilih untuk mengaborsi anaknya dari pada memilih untuk mempertahankan janin ya...
9 Cara Agar Anak Lebih Terbuka pada Orangtua Orangtua Menginginkan Agar Anak Berani bicara dan Terbuka, 9 Cara Agar Anak Lebih Terbuka pada Orangtua Orangtua pasti menginginkan agar anak bisa tumbuh menjadi anak yang aktif, ceria, berani bicara, dan terbuka pada oran...
10 Alasan dan Kelebihan Ayah yang Terlibat dalam Pengasuhan Apakah laki-laki yang terlibat dalam pengasuhan akan membuat harga dirinya sebagai laki-laki runtuh? Jawabnya tentu tidak. Justru laki-laki yang demikian akan dikenal sebagai Ayah yang hebat karena menjadi Ayah yang berta...
6 Hal Penting yang Perlu Diajarkan Pada Anak Untuk Melindunginya dari Bahaya Kekeras... Kasus kekerasan dan pelecehan seksual belakangan ini semakin marak terjadi. Kekerasan seksual ini juga bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan tak jarang anak-anak di bawah umur yang menjadi korban dari kejahatan seksual para ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.