Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan “Para orang tua harus waspada terhadap orang-orang sekitar, termasuk saudara maupun tetangga yang berpotensi melakukan kekerasan fisik terhadap anak”

Sebab, 38 persen pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang terdekat si anak, di antaranya bahkan orang tua sendiri. Saat ini, menurut Netty, yang harus diwaspadai bukan hanya orang-orang yang dianggap tidak kenal dekat dengan anak saja.

“Anak sering dianggap obyek, komoditi atau properti yang bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan. Anak akhirnya menjadi korban kekerasan fisik, terutama seksual yang banyak dilakukan oleh orang terdekat” kata Netty saat launching Pendopo Ramah Anak di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (4/4/2016).

Silakan baca juga Launching Pendopo Ramah Anak

Menurutnya, angka 38 persen bukanlah angka sedikit. Angka ini sangat tinggi, mengingat seharusnya berada di dekat orang terdekatlah seorang anak bisa mendapatkan perlindungan.

“Kalau orang terdekat saja tidak bisa memberikan perlindungan, lalu ke mana anak itu harus mendapatkan perlindungan?” tuturnya.

Para orang tua harus waspada terhadap orang-orang sekitar, termasuk saudara maupun tetangga yang berpotensi melakukan kekerasan fisik terhadap anak. Sebab, 38 persen pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang terdekat si anak, di antaranya bahkan orang tua sendiri

Untuk itu, pemerintahan setempat harus melakukan koordinasi dengan unsur masyarakat, termasuk di antaranya TNI Polri untuk bergerak dan peduli terhadap kekerasan anak.

“Tidak mungkin melakukan perlindungan anak tanpa ada keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Netty juga mengkritisi anak yang terjebak dalam gaya hidup hedonis berupa life style yang tinggi yang didapatkan dari informasi yang instan dan doktrin-doktrin lain yang terjadi tanpa kontrol orang tua.

“Jangan sampai terjadi pengalihan pengasuhan dari orang tua ke “kotak ajaib” yakni televisi. Anak adalah masa depan dan aset. Kualitas anak-anak hari ini akan menentukan seperti apa masa depan mereka,” ujarnya.

Netty meminta Kabupaten Cirebon menjadi pelopor perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

“Maka diperlukan dibangun ruangan yang layak anak untuk mendukung tumbuh kembang yang tepat. Saya harap launching Pendopo Ramah Anak ini bisa memotivasi wilayah lain untuk mendirikan tempat yang sama untuk kepentingan anak-anak,” ujar Netty.

Sementara itu, Bupati H Sunjaya Purwadisastra mengatakan, sudah sejak lama memang Pendopo direncanakan untuk dijadikan tujuan bermain anak-anak.
“Sudah diagendakan karena banyaknya permintaan beberapa PAUD yang ingin anak-anak didiknya bisa bermain di sini, kan di Pendopo juga ada perpustakaan khusus anak-anak yang nyaman, sehingga mereka bisa betah di sini,” katanya.

Sumber:
http://www.kabar-cirebon.com

Artikel Terkait

Pemilihan Duta Anak Jawa Barat Kegiatan Seksi Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Bidang Pemenuhan Hak Anak Pemilihan Duta Anak Wilayah Purwakarta tgl 6 s.d. 7 Maret 2018 di Hotel Citra Grand Karawang dibuka oleh Kasi Pendidikan, Pengasuhan dan Budaya Hj....
Kultum Dzuhur: Konsep Islam dengan Sesama Muslim Fastabiqul Khoirot Sama seperti pada Ramadhan sebelumnya DP3AKB Prov. Jabar mengadakan program kultum. Kultum ini dilaksanakan setelah shalat Dzuhur berjamaah. Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya pengisi kultum adalah pejabat setingkat Kasie...
Gerakan Jabar Lawan Kekerasan Seksual Anak Pertemuan dilakukan di Bappeda Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 18 Mei 2016. Kepala Badan BP3AKB, Dewi Sartika hadir dan sebagai pembicara materi berkaitan dengan kekerasan seksual pada anak. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakil...
Saresehan Wawasan Kebangsaan Saresehan Wawasan Kebangsaan dilaksanakan pada tanggal 19 September 2017. Bertempat di Hotel Golden Flower, Jl. Asia Afrika Bandung. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara DP3AKB Prov.Jabar dengan BKOW Prov.Jabar. ...
Pelatihan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gugus Tugas Kab/Kota Layak Anak Se-Jawa Bar... Pelatihan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Gugus Tugas Kab/Kota Layak Anak (KLA) Se-Jawa Barat Tahun 2017 Dilaksanakan tanggal 18 sd 19 Desember 2017 di Hotel Puri Khatulistiwa Yang diundang 1 orang Kepala PP PA dan...

One Comment

Leave a Reply to MayaMedia Cancel reply

Your email address will not be published.