Komandan Kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat, Mayjen TNI Hadi Prasojo menyatakan, kontingen Jawa Barat sudah siap seluruhnya untuk berjuang yang terbaik di ajang PON XIX 2016 Jawa Barat.

“Atletnya sudah siap, dan saya juga cukup berbangga karena secara moril bagus para atlet-atet kita, tinggal do’a restunya masyarakat Jabar untuk mewujudkan Jabar Kahiji,” ucapnya.

Menurut Hadi yang juga Pangdam III/ Siliwangi, untuk PON XIX 2016 Jawa Barat ini, pihaknya menargetkan bisa meraih sekitar 20 persen medali emas dari total medali emas yang disediakan.

“Kita targetkan Jabar Kahiji sebagai juara umum, minimal 20% sekitar 190 emas, mudah-mudahan “ke pleset” naik,” ujar Hadi, kepada jabarprov.go.id, usai mengikuti apel pengamanan PON XIX/2016 Jawa Barat, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Kota Bandung, Rabu (14/09).

Hadi mengaku, saingan terberat dalam perebutan medali di ajang PON XIX 2016 Jawa Barat ini datang dari kontingen DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Kita memiliki atlet-atlet yang dipastikan bisa meraup emas banyak, itu dari cabang olahraga renang, angkat besi, angkat berat, tarung derajat dan cabor lainnya,” kata Hadi. (Parno)

Pesan Aher Untuk Atlet Jawa Barat di PON XIX/2016

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19073.JPG

BANDUNG–Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meninjau beberapa venue sekaligus bertemu langsung dengan para atlet Jabar yang sedang berlatih. Usai berkunjung ke pemusatan pelatihan cabang Dayung di Situ Cilenca, Kabupaten Bandung, Aher yang didampingi Ketua Umum KONI Jawa Barat Ahmad Saefudin melanjutkan peninjauannya ke venue sepeda atau Velodrome Munaip Saleh, Cisangkan, Kota Cimahi.

Velodrome yang diresmikan pada tahun 1989 ini telah siap digunakan untuk PON XIX/2016 nanti. Cabang sepeda di velodrome ini akan memulai pertandingan pada 26 September 2016 untuk cabang Balap Sepeda (Track). Sementara nomor Balap Sepeda (Road) pada 21 September 2016 dengan rute Jalan Raya Kabupaten Bandung Barat (KBB) – Purwakarta – Subang – KBB, Balap Sepeda BMX pada 24 September 2016 di Sirkuit Hutan Cigembor Kabupaten Ciamis, serta Balap Sepeda Mountain Bike (MTB) pada 18 September 2016 di Cikole Lembang, KBB.

Jabar mengirimkan 31 atlet sepedanya untuk berlaga di PON XIX/2016 ini untuk nomor BMX, MTB, dan Road Race. Mereka menargetkan 7 (tujuh) medali emas dari 22 medali yang diperebutkan.

Dalam peninjauan ini, Aher pun menyampaikan apresiasinya kepada para atlet karena telah berlatih dan berusaha keras setiap hari demi mewujudkan prestasi “Jabar Kahiji”, yaitu Jawa Barat menjadi juara umum PON XIX/2016.

“Kita jadi memahami bahwa kerja keras yang mereka (atlet) lakukan sehari-hari berlatih terus, kerjaannya berlatih dan berlatih untuk sebuah prestasi yang diinginkan,” kata Aher disela-sela peninjauan.

“Jadi memang kesimpulannya tidak pernah ada prestasi, tidak pernah ada kesuksesan dalam hal apapun kecuali dengan kerja keras. Hanya pemalas yang ingin sukses tanpa kerja keras,” pesannya.

Usai dari Velodrome Cisangkan, Aher melanjutkan tinjauannya ke venue Lapangan Tembak Cisangkan, Kota Cimahi yang jaraknya tak jauh dari velodrome tersebut. Pada PON tahun ini cabor menembak Jawa Barat mengirimkan 21 atletnya yang terdiri dari 15 putra dan 6 putri untuk nomor 10 meter senapan angin dan pistol. Tim menembak Jawa Barat menargetkan 17 medali emas dari 32 medali yang diperebutkan.

Kemudian Aher melanjutkan tinjauannya ke venue berkuda di Pusat Persenjantaan Kavaleri (Pussenkav) di Parongpong, Lembang, KBB. Secara keseluruhan venue ini pun siap digunakan untuk cabor berkuda yang akan mulai bertanding 18 September 2016 nanti untuk nomor Equistrian.

Tim Berkuda Jawa Barat mengirimkan sebanyak 22 atlet terdiri dari tujuh atlet untuk nomor Pacuan dan 15 atlet untuk Equistrian. Mereka menargetkan memboyong delapan medali emas dari 15 medali yang diperebutkan.

Sumber: JabarProv.go.id

Artikel Terkait

Wapres: PON Bagian Penting Kehidupan Berbangsa Suasana pertunjukan kembang api pada acara malam penutupan PON XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Jabar, Kamis (29/9). Selanjutnya PON XX 2020 akan diselenggarakan di Papua. PB PON/ANTARA FOTO/Yusran Ucc...
Kesetaraan Gender: Perlu Sinergi Antar Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan Ma... Isu gender merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia. Walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan penguatan kapasitas...
Banyak Main Gadget, Picu Anak Jadi Autis Direktur Autisme Care Center, Juju Sukmana mengatakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang menderita Autis terkadang terjadi sejak lahir. Namun dalam perkembangannya kini, anak hingga usia lima tahun memiliki kemungkinan menya...
Melek Literasi Upaya Hindari Kekerasan di Sekolah Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan bercita-cita sekolah-sekolah menjadi ramah anak dan berbasis bebas kekerasan serta anak-anak harus bisa Melek Literasi. "Sehingga anak-anak Jawa Barat tidak mengalami kejadian keker...
Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberi Gadget pada Anak "Foto: Getty Images " Pendapat ini pro dan kontra. Ada yang mengatakan anak boleh diberi gadget selama ada di bawah pengawasan. Ada pula yang dengan tegas mengatakan tidak. Sementara sekarang ini, sudah menjadi pemand...

Leave a Reply

Your email address will not be published.