Rapat Teknis Bidang Ketahanan Keluarga

Rapat Teknis Bidang Ketahanan Keluarga

DP3AKB, PKK

DP3AKB Prov. Jawa Barat melalui Bidang PKK melaksanakan Rapat Teknis Bidang Ketahanan Keluarga pada tanggal 4 Desember 2019 yang berlokasi di Harmoni Hotel Garut. Kegiatan dibuka oleh Kepada DP3AKB Prov. Jabar yang diwakili oleh Kepala Bidang PKK Ari Antari Ratna Dewi, S.IP., MM.

Materi dan narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari:
1. Materi Ketahanan Keluarga Dalam Budaya Indonesia oleh Plt. Assisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia
2. Materi Tantangan Pembangunan Ketahanan Keluarga oleh Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si Akademisi dari IPB Bogor
3. Materi Membangun Ketahanan Keluarga Yang Responsif Gender oleh Ketua II Puspaga Balarea Provinsi Jawa Barat.
4. Materi Sinergi dan Kolaborasi dalam Pembangunan Ketahanan Keluarga menuju Jabar Juara oleh Dra. Ani Rukmini M.Si selaku Fasilitator MOTEKAR.

Tujuan kegiatan ini adalah
1. Meningkatkan eksistensi perangkat daerah baik provinsi dan kab/kota terkait Bidang Ketahanan Keluarga, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam membangun ketahanan keluarga sebagai upaya mewujudkan keluarga yang kuat dan berkualitas, dimana seluruh fungsi keluarga dapat dijalankan ;
2. Meningkatkan singkronisasi dan sinergitas kinerja provinsi dengan kab/kota terkait pemenuhan hak anak terutama mengenai pembelajaran keluarga;
3. Mendorong kab/kota untuk dapat meningkatkan peran Motekar sebagai mitra sehingga dapat memperkokoh program pemberdayaan keluarga di kab/kotanya.

WhatsApp Image 2019-12-04 at 14.29.04

WorkShop Sekolah Tanpa Gangguan Kendali Gawai (SETANGKAI)

WorkShop Sekolah Tanpa Gangguan Kendali Gawai (SETANGKAI)

DP3AKB, PPA

Workshop Setangkai dilaksanakan sebanyak 4 angkatan yaitu angkatan I dan II dilaksanakan di Hotel Mason Pine Kab. Bandung Barat , angkatan III di Apita Hotel, Kab. Cirebon yang dilaksanakan tanggal 20 sd 21 November 2019.
Angkatan IV direncanakan akan dilaksanakan di Palace Hotel Kabupaten Cianjur pada tanggal 25 – 26 November 2019.
Peserta terdiri dari perwakilan aktifis PATBM, MOTEKAR, Siswa SMA, Guru SMA, SMP, SD dan Guru BK.

SETANGKAI merupakan program Sekolah Tanpa Gangguan Kendali Gawai, sasaran penerima manfaat utamanya adalah kepada remaja usia sekolah menengah 12 hingga 18 tahun dan sasaran lanjutannya kepada anak usia Sekolah Dasar, Orangtua, dan Guru sebagai pengampu tanggung jawab utama dalam tumbuh kembang anak.

Program ini memiliki Dasar Hukum sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang kesejahteraan anak;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak;
3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
5. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar;
7. Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-Hak Anak);
8. Permen PPPA Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak;
9. Permen PPPA Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak;
10. Perda Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Anak;
11. Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 9 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Teknis Perda No. 5 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak.

Tujuan dari program ini adalah memberikan gambaran umum tentang kebijakan pengendalian dan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah, meningkatkan pengetahuan dan kapasitas siswa, guru, orang tua serta pemangku kepentingan lainnya berkaitan dengan literasi digital, dan mendukung terwujudnya Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA), serta Perencanaan Penganggaran Responsif Hak Anak (PPRA).

Konsep program SETANGKAI juga untuk mendukung visi Terwujudnya Anak Juara Lahir Batin dengan Misi sebagai berikut:
1. Mengurangi risiko kesehatan akibat paparan gawai pada anak;
2. Mengurangi kerentanan anak terhadap risiko dunia maya (kejahatan digital, misinformasi, konten negatif);
3. Mengembangkan alternatif ruang dan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang anak;
4. Mengembangkan alternatif ruang dan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang anak;
5. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kewajiban pemenuhan hak anak;
6. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalampemenuhan hak anak.

Pengendalian penggunaan gawai di sekolah ini tidak melarang menggunakan gawai pada siswa sekolah melainkan bagaimana mengendalikan penggunaan gawai di sekolah dengan cara memfasilitasi ruang dan aktivitas alternatif, pendidikan literasi dasar dan digital bagi anak dan peningkatan kapasitas orang tua dan guru.

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.24 (2)

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.24

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.25 (1)

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.25 (2)

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.26 (1)

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.26 (2)

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.26

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.27 (2)

WhatsApp Image 2019-11-20 at 16.48.28

Gerakan Sosial #JamMainKita

Gerakan Sosial #JamMainKita

DP3AKB, PHA

BANDUNG – Gerakan Sosial #JamMainKita yang digelar PT Johnson & Johnson Indonesia, melalui salah satu produk unggulannya Combantrin terus berkomitmen memperluas keberlanjutannya dengan bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Setelah sebelumnya hadir di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan DKI Jakarta, kali ini gerakan sosial tersebut hadir di Provinsi Jawa Barat.

Pada hari Selasa 24 September 2019, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama sekitar 700 masyarakat yang terdiri dari para murid sekolah dasar hingga pelajar sekolah menengah umum, orangtua, guru, pegiat pendidikan, serta pemerhati anak, memenuhi pelataran Gedung Sate Kota Bandung Jawa Barat, untuk ikut berpartisipasi dalam sosialisasi gerakan sosial #JamMainKita.

Pada pelaksanaan kali ini, gerakan sosial #JamMainKita di Jawa Barat hadir dengan slogan ASTAGA (Asik Tanpa Gawai) yang mencerminkan inisiatif pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong anak-anak agar aktif bermain di luar rumah, tanpa gangguan gawai.

“Pemerintah provinsi Jawa Barat turut mendukung gerakan sosial #JamMainKita sebagai provinsi terbesar di Indonesia yang memiliki banyak potensi untuk membangun masyarakat yang lebih baik, kami melihat gerakan sosial #JamMainKita sejalan dengan fokus dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan fokus pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia saat ini, yaitu menciptakan SDM Unggul Indonesia Maju,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam sambutannya (24/09/2019).

Pemerintah saat ini memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia, dimana pembangunan dimulai dari anak-anak usia dini yang merupakan cikal bakal terbentuknya masyarakat yang unggul mampu bersaing. Gerakan sosial #JamMainKita turut hadir sebagai solusi bagi pengembangan anak, salah satunya dengan mengajak masyarakat mengurangi waktu pemakaian gawai khususnya pada anak-anak dengan mendorong keluarga untuk bermain dan beraktivitas bersama di luar ruangan.

Saya melihat visi yang besar dari inisiatif Johnson & Johnson Indonesia – melalui salah satu merek unggulannya Combantrin dalam mendorong anak-anak dan keluarga untuk aktif bermain luar rumah. Sudah waktunya orangtua mengambil sikap tegas dan memiliki komitmen untuk melepaskan ketergantungan gawai pada anak-anak yang dapat menyebabkan mereka cenderung menjadi pasif dan individualis. Hal tersebut perlu dilakukan demi menyiapkan generasi penerus Indonesia yang unggul,” lanjutnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya, Country Leader of Communication & Public Affairs PT. Johnson & Johnson Indonesia Devy Yheanne, Manager Combantrin Mitchelle S. Putra, Ketua LPAI Seto Mulyadi.

Sumber : https://www.jabarprov.go.id/index.php/news/34558/2019/09/24/Pemerintah-Provinsi-Jawa-Barat-Mendukung-Gerakan-Sosial-JamMainKita

WhatsApp Image 2019-09-24 at 08.13.20

WhatsApp Image 2019-09-24 at 08.13.21

WhatsApp Image 2019-09-24 at 08.14.32

WhatsApp Image 2019-09-24 at 08.13.15

WhatsApp Image 2019-09-24 at 08.23.22

WhatsApp Image 2019-09-24 at 08.14.31

Partisipasi FAD Jawa Barat pada Kegiatan World Clean Up Day 2019

Partisipasi FAD Jawa Barat pada Kegiatan World Clean Up Day 2019

DP3AKB, PHA

Partisipasi Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat sebagai Pelopor dan Pelapor dalam menjaga lingkungan pada Kegiatan World Clean Up Day 2019 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 September 2019 di 3 Lokasi yaitu Taman Lalu Lintas, Balaikota Bandung dan Taman Musik. Kegiatan ini diliput oleh salah satu TV Nasional dan berbincang dengan Ibu Ketua Penggerak PKK Kota Bandung Ibu Hj. Siti Muntamah, S.AP

WhatsApp Image 2019-09-21 at 11.27.03

Monev Sekoper Cinta di Kota Tasikmalaya

Monev Sekoper Cinta di Kota Tasikmalaya

DP3AKB, PKHP

Monev Sekoper Cinta di Kota Tasikmalaya tepatnya di RW 07 Kp. Munjul, Kel. Karikil, Kec. Mangkubumi dilaksanakan pada hari  Kamis, 5 September 2019. Monev kali ini di hadiri oleh :
– Ibu Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat;
– Wakil Ketua II TP PKK Kota Tasikmalaya;
– Kepala Dinas P2KBP3A Kota Tasikmalaya;
– Camat Kecamatan Mangkubumi;
– 10 Fasilitator Sekoper Cinta; dan
– 100 Peserta Sekoper Cinta dari Kota Tasikmalaya.

WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.42.39

WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.42.37 WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.42.46 WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.42.47 WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.45.36 WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.42.43 WhatsApp Image 2019-09-05 at 10.18.06 WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.42.44 WhatsApp Image 2019-09-05 at 15.42.49