Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, PKK

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 membuka Secara resmi penyelenggaraan Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) yang dilaksanakan di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang.

Kegiatan Rakor Motekar dihadiri oleh 110 orang peserta yang terdiri dari Koordinator Motekar dari 27 Kabupaten/Kota dan Para Pembina Motekar dari Perangkat Daerah 27 Kabupaten/Kota se-Jabar.

Hadir Narasumber dari Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Badan Pusat Statistik dan Unsur Fasilitator Tenaga Motekar.

Acara diawali dengan pembukaan dan diakhiri dengan penandatanganan Nota kesepakatan/Rumusan hasil Rakor oleh Unsur Pembina Motekar Provinsi Jawa Barat, unsur pembina Motekar Kabupaten/Kota dan tenaga Motekar, yang memuat isi tentang Program kerja dan Sistim Pelaporan Motekar Tahun Anggaran 2020.

WhatsApp Image 2020-03-13 at 06.40.15

WhatsApp Image 2020-03-13 at 06.40.16

Sekoper Cinta Dorong Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Sekoper Cinta Dorong Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Berita Jabar, DP3AKB, Galeri Foto, PKHP

KOTA BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong keterwakilan perempuan 30 persen di parlemen semua tingkatan. Saat ini keterwakilan perempuan di DPRD provinsi sudah 20 persen, sedangkan kabupaten/kota 19 persen.

Demikian dikatakan Kang Uu – sapaan akrabnya- saat membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30 Persen melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/20).

Workshop dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspa Yoga, Deputi Bidang Kesehatan Gender Kementerian PPPA RI Agustina Erni, Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat Poppy Sophia Bakur, DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia Jawa Barat Ratna Ningsih, serta 19 Ketua DPD KPPI seluruh Indonesia dan 27 ketua DPC kabupaten/kota di Jawa Barat.

Menurut Kang Uu, workshop ini adalah bentuk dorongan bagi kaum perempuan untuk lebih berani berkiprah di dunia politik. Tidak dipungkiri sepak terjang perempuan di dunia politik masih banyak hambatan mulai dari psikologi keluarga hingga dukungan partai.

“Kalau masuk pada wilayah politik harus siap bersaing, siap bertanding dan siap berlari dengan internal dan eksternal partai”, ujarnya.

Uu mengapresiasi makin banyak perempuan yang mau terjun ke dunia politik dan tidak sedikit pula duduk di parlemen. “ Tapi yang dikhawatirkan oleh kami, masih ada perempuan yang belum siap berkorban perasaan demi sebuah perjuangan,” katanya.

Uu optimistis, keterwakilan perempuan di parlemen akan semakin meningkat seiring kesadaran dan banyak perempuan berlatar belakang pendidikan tinggi yang terjun ke dunia politik. “Masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang ingin maju, termasuk kemajuan kaum perempuan,” tuturnya.

Pemda Provinsj Jawa Barat, kata Kang Uu, memiliki banyak program pemberdayaan perempuan. Salah satunya adalah Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita- Cita) yang telah lama berjalan. Dalam Sekoper Cinta, perempuan diberikan pendidikan sesuai keilmuan dan keyakinan masing-masing.

“Yang keduanya kehadiran Dekranasda dan PKK. Berapa juta, berapa miliar uang yang digelontorkan untuk PKK dari provinsi dan kabupaten kota. Dan juga dalam bidang ekonomi diberikan Kredit Mesra, salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap ekonomi perempuan,” jelas Kang Uu.

Meski begitu, Kang Uu tetap mengingatkan kaum perempuan yang sudah berkiprah di parelemen agar tidak lupa tugas utamanya adalah mengurus rumah tangga, tata pada suami. “Ketaatan terhadap suami itu hukumnya wajib. Tolong jangan ada pergeseran nilai dalam kepribadiannya. Jangan sampai mengutamakan jabatan mengabaikan keluarga,” ungkap Panglima Santri.

Sementara itu, Ketua DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesi Dwi Septiawati Jafar berharap pada 2024 keterwakilan perempuan di parlemen bisa mencapai 30 persen. Sehingga workshop ini dapat membantu memberi pemahaman bahwa perempuan pun mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan sebagai tiang negara.

HUMAS JABAR
Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Jabar
Hermansyah

——————

Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30 Persen melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/20).
Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30 Persen melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/20).

WhatsApp Image 2020-03-11 at 18.11.31 (2)

WhatsApp Image 2020-03-11 at 18.11.31

WhatsApp Image 2020-03-11 at 18.11.02 (1)

Forum Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

Forum Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, Sekretariat

Forum Perangkat Daerah merupakan wadah bersama antar pelaku pembangunan tingkat provinsi untuk menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan prioritas Kabupaten/Kota dengan Perangkat Daerah Provinsi, serta menyusun dan menyempurnakan rencana kerja Perangkat Daerah Provinsi. Forum Perangkat Daerah bagian dari rangkaian proses perencanaan penganggaran yang tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan pedoman pelaksanaan yang ditetapkan oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Barat. Merujuk kepada Visi Jawa Barat mengenai pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam perencanaan program dan kegiatan, Forum Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Tahun 2020 mengusung tema “Peningkatan Jejaring dan Kolaborasi Multipihak dalam Meningkatkan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana”. Forum strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan urusan Bidang Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) dan urusan Bidang Pengendalian Penduduk dan KB (PPKB), baik itu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media di Provinsi Jawa Barat sehingga tercipta penguatan dan sinergitas perencanaan dan pelaksanaan program serta kegiatan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Adapun tujuan penyelenggaraan forum adalah :
1) Informasi dan persiapan pelaksanaan inovasi bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana tahun 2020 dan 2021;
2) Sinkronisasi usulan rencana program/kegiatan pembangunan provinsi bersama 27 kabupaten/kota tahun 2021;
3) Menyepakati rencana dan implementasi program/kegiatan unggulan tahun 2020 dan 2021.

Program/kegiatan strategis yang sedang berjalan di tahun anggaran 2020 dan usulan tahun anggaran 2021, yang disusun berdasarkan evaluasi tahun 2019 selanjutnya dituangkan ke dalam suatu berita acara untuk disepakati dan ditandatangani para pemangku kepentingan urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi dan Kabupaten/Kota. Berita acara ini selain menjadi acuan sukses pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2020, juga menjadi bahan yang akan disampaikan kepada BAPPEDA Provinsi Jawa Barat sebagai acuan perencanaan tahun anggaran 2021.

Forum Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Tahun 2020 diselenggarakan di Grand Sunshine Hotel Jl. Raya Soreang No. 06 Pamekaran, Soreang, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat selama 3 (tiga) hari, yaitu pada hari Selasa s.d Kamis, tanggal 03 s.d 05 Maret 2020.

Peserta Forum Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Tahun 2020 terdiri dari 84 orang peserta yang meliputi Kepala/Sekretaris/Kepala Sub Bagian Perencanaan/Program dari Dinas PPPA dan Dinas PPKB Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Barat, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat, Pusat Pembelajaran Keluarga Provinsi Jawa Barat, Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat, Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Jawa Barat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Jawa Barat, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Barat, Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Provinsi Jawa Barat.

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.31

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.30

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.29

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.30 (2)

WhatsApp Image 2020-03-04 at 09.42.24

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.30 (1)

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.32

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.31 (2)

WhatsApp Image 2020-03-04 at 08.12.54

Rakor Gugus Tugas KLA Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

Rakor Gugus Tugas KLA Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, PHA

Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA dan Provila Kabupaten/Kota yang bertempat di Hotel Intercontinental Dago Resort. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Ir. Poppy Sophia Bakur, M.EP dan pembacaan laporan penyelenggara oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Inge Wahyuni, SKM.,MPP., MT.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perangkat Daerah Dinas PP PA Kabupaten / Kota se Jawa Barat, 1 orang Operator KLA dan Ketua Gugus Tugas dengan menghadirkan narasumber :

1. BAPPEDA Provinsi Jawa Barat dengan materi “Progres menuju Provila Jawa Barat”
2. DP3AKB Provinsi Jawa Barat dengan materi “Capaian Indikator KLA”
3. Kementerian PP PA dengan materi “Advokasi Sinergritas antar lembaga dan percepatan pencapaian KLA”
4. Yayasan Bahtera dengan materi “Evaluasi KLA 2019 dan Strategi PM 2020”
5. Tim IT KLA dengan materi “Sistem PM berbasis Web”

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.52

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.54

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.49

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.53

Upgrading Trainer Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

Upgrading Trainer Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, PKK

Kegiatan dilaksanakan hari Kamis, 27 Februari 2020 di Brits Hotel Karawang.

Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2018-2023 terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi mengusung misi kedua melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia dan produktif melalui peningkatan pelayanan publik yang inovatif dengan salah satu tujuan meningkatnya pengarusutamaan gender dan perlindungan anak.

Maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkomitmen menjadikan pembangunan ketahanan keluarga sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan Jawa Barat, hal tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Perda No. 9 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga yang merupakan sebuah proses dan upaya terus menerus untuk dapat meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan keluarga dalam rangka mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin seluruh anggota keluarga.

Perkembangan era globalisasi sekarang ini memberikan pengaruh pada tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, budaya dan teknologi informasi. begitu banyak fenomena sosial yang memperlihatkan tatanan keluarga yang tidak utuh akibat terjadinya kerapuhan keluarga, sebagai contoh tingkat perceraian yang cenderung meningkat, terjadinya peningkatan angka human trafficking baik perempuan dan anak, kriminalitas di kalangan remaja dan anak, dan perkawinan usia anak.

Untuk lebih meningkatkan kemampuan MOTEKAR sebagai ujung tombak keberhasilan program ketahanan keluarga yang mampu mengikuti perkembangan zaman dengan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat tidak terlepas dari perlu ditingkatkan pula kemampuan trainer/pelatih motekar yang berperan sebagai tenaga pendamping motekar di kabupaten/kota yang terdapat di desa/kelurahan tempat domisili para motekar.

Kebutuhan akan trainer yang berkualitas untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, keahlian perlu terus ditingkatkan. Trainers harus selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya hal-hal yang berkaitan dengan ketahanan keluarga.

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.30

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.30 (2)

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.31 (1)

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.29