Pornografi sudah begitu menghawatirkan, serbuan konten tidak senonoh perusak otak dan moral tersebut bisa langsung ke hadapan anak-anak melalui internet dan ponsel. Dampak dari pornografi sangat merusak. Ada banyak kasus kejahatan berlatar belakang kecanduan pornografi.

Menurut data Komnas Perlindungan Anak, banyak kasus pemerkosaan terjadi terhadap anak, 62,7 persen pelajar SMP sudah tidak perawan lagi (Komnas PA 2008), 58 persen kasus kejahatan seksual terjadi dari 3.339 kasus yang dilaporkan ke Komnas PA (Komnas PA 2013) dan dari 85 juta pengguna internet di Indonesia 48 juta sudah mengakses situs porno.

Baca juga:
Tragedi Yn, Media Sosial dan Pornografi
Dampak Mengerikan serta Solusi Bagi Pecandu Pornografi
Stop Pornografi, Narkotika Lewat Mata

Berlatar belakang keprihatinan itulah, tiga (3) mahasiswa IPB tergerak untuk membuat aplikasi ekstensi browser untuk menangkal konten pornografi. Aplikasi anti ponografi tersebut merupakan hasil penelitian tiga mahasiswa Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB semester delapan. Ketiganya yakni Ilham Satyabudi selaku ketua tim, Gusti Bima Marlawanto, dan Yuandri Trisaputra.

Mahasiswa IPB Kembangkan Aplikasi Penyensor Konten Porno

Aplikasi anti pornografi tersebut diberi nama Integrated Porn Autocensor (IPA). Integrated Porn Autocensor (IPA) merupakan ekstensi yang bekerja di browser baik Google Chrome, Mozilla Firefox, serta Opera. Fungsi dari ekstensi ini membantu pengunjung internet untuk melakukan sensor atas citra dan teks porno secara otomatis. Ini sangat berguna untuk melakukan sensor secara mandiri serta mencegah anak-anak di bawah umur mengakses sesuatu yang belum boleh mereka akses.

“Aplikasi melakukan sensor citra (gambar-red) dan teks porno secara otomatis, untuk video masih kita kembangkan,” kata Yuandri Trisaputra, salah satu mahasiswa pembuat aplikasi Autocencor Antiporn.

Yuandri menjelaskan, cara kerja aplikasi (ekstensi/add-on web browser) antipornografi ini bekerja dengan cara melakukan sensor terhadap konten-konten porno baik berupa tulisan maupun gambar citra yang ada di mesin pencari internet. “Aplikasi ini harus diunduh terlebih dahulu, caranya gampang tinggal cari di situs ayosensor.in, unduh dan bisa langsung digunakan,” katanya.

Ia mengatakan, pada komputer yang sudah terpasang aplikasi sensor porno otomatis akan muncul logo IPA berwarna hijau hitam pada sudut kanan layar komputer di halam mesin pencari. Jika sudah terunduh, aplikasi akan bekerja secara otomatis, apabila terdapat teks atau gambar yang terindikasi pornografi. Untuk task, tulisan yang muncul berupa bintang-bintang, sedangkan pada gambar akan diganti otomatis dengan gambar kartun.

Sejauh ini, lanjut dia, aplikasi karya timnya baru mampu menyensor konten porno berupa teks juga gambar. Sebanyak, 199 kata yang mengandung unsur porno telah dikumpulkan, terdiri dari bahasa gaul, bahasa jawa, bahasa Indonesia juga bahasa Inggris. Sementara, untuk gambar ada lebih dari 1.200 gambar bermuatan porno yang terkumpul.

Integrated Porn Autocensor bekerja dengan merayapi setiap kode laman yang di-browsing oleh pengguna internet. “Jika ada konten berupa teks atau gambar berbau pornografi, situs tersebut akan terdeteksi dengan sendirinya,” papar Ilham.

Keakuratan sensor gambar baru mencapai 82 persen, dan 79 persen untuk teks.

Dan setiap menemukan keyword yang menjurus pada pornografi, maka secara otomatis ekstensi ini mengubahnya dengan tanda bintang (****). Namun jika ekstensi ini membaca ada gambar yang menjurus kepada hal-hal yang berbau pornografi, maka secara otomatis gambarnya akan diubah ke dalam gambar animasi keluarga yang sedang mengaji.

Ilham menuturkan, aplikasi ini baru bisa difungsikan pada laptop maupun komputer. Belum bisa digunakan pada smartphone. Selain itu, aplikasi ini hanya mampu menyensor konten berupa teks dan gambar. Belum sampai menyensor video. Meski demikian, aplikasi ini mampu menyensor banyak kata dan yang berbau pornografi saat melakukan browsing di internet.

Untuk sementara, kata Ilham, aplikasi ini belum bisa melakukan sensor pada video. Selain itu, kata maupun gambar bermuatan porno yang dikumpulkan masih terhitung sedikit. Ke depan, ia dan timnya akan terus meng-updatenya. Data yang dihimpun semstara oleh Ilham dan tim, sudah ada pengguna dari chrome ada 700 unduhan dan baru 140 di antaranya pengguna aktif, sedangkan mozilla dari 500 unduhan hanya 10 yang aktif, sementara Opera masih nihil.

IPA Aplikasi Anti Pornografi

IPA atau Ayosensor.in sejak resmi diluncurkan pada (5/06/2016), dalam waktu empat hari saja aplikasi ini sudah diunduh 1.024 kali pengguna. Rencana pengembangan selanjutnya, kata Ilham, adalah memperbaiki sistem ini supaya bisa menyensor konten video dan proses penyensorannya dapat bekerja dengan cepat dan akurat, apalagi karya iini akan menjadi bagian dari program 100 inovasi IPB dan akan segera dipatenkan.

Aplikasi IPA berbasis Google extension dan Mozilla Firefox add-on. Masyarakat dapat mengunduh secara gratis melalui chrome store atau Mozilla add-ons.  Selain itu, juga bisa melalui link berikut :  s.id/3ip (Mozilla)  dan s.id/3iq (Chrome). Pada saat extension atau add-ons IPA dinyalakan, maka gambar dan teks porno di suatu website akan secara otomatis disensor.

Kelemahan
Namun tak ada gading yang tak retak. Ekstensi ini layaknya program anti-virus yang mampu mendeteksi file .exe mencurigakan. Hanya saja, tidak setiap .exe berbahaya dan harus dideteksi sebagai virus, bukan? Nah, disinilah kelemahan dari ekstensi IPA. Alih-alih melakukan sensor terhadap konten-konten pornografi, ekstensi ini malah mengubah tampilan gambar yang tak ada hubungannya dengan pornografi. Dan loading agar tampilan laman disensor oleh IPA pun memakan waktu yang tidak sebentar, bahkan mesti dilakukan refresh. Saya pun mencoba mengunjungi beberapa situs yang terindikasi banyak mengandung konten pornografi, baik kata maupun gambar. Dan ternyata IPA belum berjalan sesuai yang diharapkan. Ekstensi ini memang belum sakti.

IPA Aplikasi Anti Pornografi
Blog Moviest.xyz yang kena sensor.

Hanya saja, IPA justru melakukan sensor terhadap sesuatu yang tidak perlu disensor. Saya mencontohkan blog saya sendiri. Ada beberapa kata kunci yang mungkin menjurus ke pornografi. Mungkin. Seperti ‘Pakai Celana Sangat Pendek, Wanita Ini Dilarang Naik Pesawat’, dan gambarnya yang sudah saya sensor malah kena sensor lagi. Tapi itu saya maklumi. Tapi tidak untuk yang lain. Artinya ada beberapa gambar yang baik-baik saja, misalnya soal Kampus Google dan iPhone justru kena sensor. Dan saya tak sendiri, bahkan website VivaLog pun terkena imbas yang cukup banyak. Konten yang baik-baik saja malah banyak kena sensor di bagian gambar. Jujur, ini cukup mengganggu.

IPA Aplikasi Anti Pornografi
Tampilan website VivaLog pada Selasa (7/6) pagi yang terkena sensor IPA.

Mudah-mudahan tim pengembang mampu memperbaiki ekstensi ini dengan lebih baik lagi. Agar apa yang seharusnya kena sensor, memang tidak boleh diberi kesempatan untuk muncul di internet, atau setidaknya diakses oleh adik-adik kita. Namun apa yang seharusnya tidak kena sensor pun seharusnya dibiarkan apa adanya, sehingga kesannya tidak mengganggu, dan menganggap ekstensi ini masih belum siap meluncur karena masih banyak bugs. Tapi mungkin tim pengembang IPA ini masih butuh banyak dukungan, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat untuk lebih mengembangkan karyanya. Dan cukup disebut mendukung, ketika kita memakai karya mereka di browserkita. Yuk, unduh di Ayo Sensor dan pasang ekstensinya.

Sumber:
http://www.doel.web.id/2016/06/ipa-ekstensi-browser-anti-pornografi.html
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/16/06/08/o8g8jb284-mahasiswa-ipb-kembangkan-aplikasi-penyensor-konten-porno
http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/06/21/713/ubah-konten-pornografi-jadi-animasi-mengaji-bagaimana-caranya-.html

Artikel Terkait

5 Trik Melerai Anak Bertengkar Melerai anak-anak yang sedang bertengkar bukan hal mudah. Para orangtua mungkin sadar bagaimana keadilan dan melindungi mereka sangat penting. Alih-alih ingin anak cepat diam, orangtua justru memarahi tanpa anak tahu apa kesa...
Fungsi dan Tujuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Setiap instansi negara memiliki fungsi dan tujuan, salah satunya adalah Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang berkecimpung di penegakan Hak Asasi Manusia. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Fungsi dan tuj...
Jengkel dengan Polah Anak, Jangan Sampai Memukul ya..Ayah Bunda TEMPO.CO, Jakarta - Disengaja atau tidak, masih banyak orang tua menerapkan kekerasan fisik dalam mendisiplinkan anak. Pemukulan, seringan apapun, dikategorikan dalam kekerasan. Menurut data UNICEF pada 2014, 80 persen orang ...
Rakornas Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO Wilayah Barat dan Tengah Bandung,Kementrian PP-PA bekerja sama dengan Bidang PPA DP3AKB Provinsi Jawa Barat mengadakan Kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Wilayah Barat d...
Di Hari Anak Nasional Ada 10 Permintaan Anak ke Presiden Jokowi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menghibur dan membagi buku bacaan kepada anak korban gempa di tenda pengungsian Ringblang Meurdu, Pidie Jaya, Aceh, 15 Desember 2016. Sebanyak 83.838 jiwa pengungsi diupayakan bisa secepa...

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.