Forum Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

Forum Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, Sekretariat

Forum Perangkat Daerah merupakan wadah bersama antar pelaku pembangunan tingkat provinsi untuk menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan prioritas Kabupaten/Kota dengan Perangkat Daerah Provinsi, serta menyusun dan menyempurnakan rencana kerja Perangkat Daerah Provinsi. Forum Perangkat Daerah bagian dari rangkaian proses perencanaan penganggaran yang tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan pedoman pelaksanaan yang ditetapkan oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Barat. Merujuk kepada Visi Jawa Barat mengenai pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam perencanaan program dan kegiatan, Forum Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Tahun 2020 mengusung tema “Peningkatan Jejaring dan Kolaborasi Multipihak dalam Meningkatkan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana”. Forum strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan urusan Bidang Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) dan urusan Bidang Pengendalian Penduduk dan KB (PPKB), baik itu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media di Provinsi Jawa Barat sehingga tercipta penguatan dan sinergitas perencanaan dan pelaksanaan program serta kegiatan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Adapun tujuan penyelenggaraan forum adalah :
1) Informasi dan persiapan pelaksanaan inovasi bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana tahun 2020 dan 2021;
2) Sinkronisasi usulan rencana program/kegiatan pembangunan provinsi bersama 27 kabupaten/kota tahun 2021;
3) Menyepakati rencana dan implementasi program/kegiatan unggulan tahun 2020 dan 2021.

Program/kegiatan strategis yang sedang berjalan di tahun anggaran 2020 dan usulan tahun anggaran 2021, yang disusun berdasarkan evaluasi tahun 2019 selanjutnya dituangkan ke dalam suatu berita acara untuk disepakati dan ditandatangani para pemangku kepentingan urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi dan Kabupaten/Kota. Berita acara ini selain menjadi acuan sukses pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2020, juga menjadi bahan yang akan disampaikan kepada BAPPEDA Provinsi Jawa Barat sebagai acuan perencanaan tahun anggaran 2021.

Forum Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Tahun 2020 diselenggarakan di Grand Sunshine Hotel Jl. Raya Soreang No. 06 Pamekaran, Soreang, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat selama 3 (tiga) hari, yaitu pada hari Selasa s.d Kamis, tanggal 03 s.d 05 Maret 2020.

Peserta Forum Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Tahun 2020 terdiri dari 84 orang peserta yang meliputi Kepala/Sekretaris/Kepala Sub Bagian Perencanaan/Program dari Dinas PPPA dan Dinas PPKB Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Barat, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat, Pusat Pembelajaran Keluarga Provinsi Jawa Barat, Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat, Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Jawa Barat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Jawa Barat, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Barat, Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Provinsi Jawa Barat.

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.31

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.30

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.29

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.30 (2)

WhatsApp Image 2020-03-04 at 09.42.24

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.30 (1)

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.32

WhatsApp Image 2020-03-03 at 20.41.31 (2)

WhatsApp Image 2020-03-04 at 08.12.54

Rakor Gugus Tugas KLA Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

Rakor Gugus Tugas KLA Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, PHA

Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA dan Provila Kabupaten/Kota yang bertempat di Hotel Intercontinental Dago Resort. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Ir. Poppy Sophia Bakur, M.EP dan pembacaan laporan penyelenggara oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Inge Wahyuni, SKM.,MPP., MT.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perangkat Daerah Dinas PP PA Kabupaten / Kota se Jawa Barat, 1 orang Operator KLA dan Ketua Gugus Tugas dengan menghadirkan narasumber :

1. BAPPEDA Provinsi Jawa Barat dengan materi “Progres menuju Provila Jawa Barat”
2. DP3AKB Provinsi Jawa Barat dengan materi “Capaian Indikator KLA”
3. Kementerian PP PA dengan materi “Advokasi Sinergritas antar lembaga dan percepatan pencapaian KLA”
4. Yayasan Bahtera dengan materi “Evaluasi KLA 2019 dan Strategi PM 2020”
5. Tim IT KLA dengan materi “Sistem PM berbasis Web”

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.52

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.54

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.49

WhatsApp Image 2020-02-27 at 11.23.53

Upgrading Trainer Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

Upgrading Trainer Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, PKK

Kegiatan dilaksanakan hari Kamis, 27 Februari 2020 di Brits Hotel Karawang.

Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2018-2023 terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi mengusung misi kedua melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia dan produktif melalui peningkatan pelayanan publik yang inovatif dengan salah satu tujuan meningkatnya pengarusutamaan gender dan perlindungan anak.

Maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkomitmen menjadikan pembangunan ketahanan keluarga sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan Jawa Barat, hal tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Perda No. 9 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga yang merupakan sebuah proses dan upaya terus menerus untuk dapat meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan keluarga dalam rangka mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin seluruh anggota keluarga.

Perkembangan era globalisasi sekarang ini memberikan pengaruh pada tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, budaya dan teknologi informasi. begitu banyak fenomena sosial yang memperlihatkan tatanan keluarga yang tidak utuh akibat terjadinya kerapuhan keluarga, sebagai contoh tingkat perceraian yang cenderung meningkat, terjadinya peningkatan angka human trafficking baik perempuan dan anak, kriminalitas di kalangan remaja dan anak, dan perkawinan usia anak.

Untuk lebih meningkatkan kemampuan MOTEKAR sebagai ujung tombak keberhasilan program ketahanan keluarga yang mampu mengikuti perkembangan zaman dengan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat tidak terlepas dari perlu ditingkatkan pula kemampuan trainer/pelatih motekar yang berperan sebagai tenaga pendamping motekar di kabupaten/kota yang terdapat di desa/kelurahan tempat domisili para motekar.

Kebutuhan akan trainer yang berkualitas untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, keahlian perlu terus ditingkatkan. Trainers harus selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya hal-hal yang berkaitan dengan ketahanan keluarga.

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.30

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.30 (2)

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.31 (1)

WhatsApp Image 2020-02-27 at 18.23.29

Kampanye Akhiri Pernikahan Anak

Kampanye Akhiri Pernikahan Anak

DP3AKB, Galeri Foto, PKK

Stop Perkawinan Usia Anak, Raihlah Prestasi

Tahun 2017 pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia telah meluncurkan gerakan bersama Stop Perkawinan Anak. Di Provinsi Jawa Barat pelaksanaan gerakan bersama Stop Perkawinan Anak telah dilaksanakan di Kab. Indramayu, Kab. Cianjur, Kab. Subang dan Kab. Karawang.

Telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga masyarakat untuk mencegah perkawinan anak. diantaranya bersama-sama mendorong revisi Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, terutama pasal yang mengatur batas usia perkawinan.

Langkah progresif harus bersama-sama kita lakukan pasca disahkan Undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan dimana batas usia perkawinan diubah menjadi usia 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Instruksi Gubernur Jawa Barat mengenai penurunan kasus kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi kepada perempuan dan anak serta pernikahan usia anak pada tahun 2020 adalah menurunnya angka pernikahan usia anak < 15.049 kasus. Karena itu melalui kegiatan kampanye akhiri pernikahan anak ini merupakan hasil rencana aksi DP3AKB Provinsi Jawa Barat dalam menindak lanjuti relaunching “Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak”

Melalui kegiatan ini sangat diharapkan komitmen pemerintah daerah kabupaten / kota yang hadir, lembaga masyarakat, mitra kerja, dan organisasi masyarakat untuk dapat bersama-sama memperkuat pencegahan perkawinan anak.

Tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya perkawinan anak dan hak-hak anak;
2. Tersosialisasikannya UU perkawinan yang baru nomor 16 tahun 2019, dimana usia kawin pertama baik laki laki maupun perempuan adalah usia 19 tahun.

Kampanye akhiri pernikahan anak di Jawa Barat tahun 2020 sebanyak 100 orang terdiri dari :
1. Perwakilan Dinas PP-PA dan KB wilayah Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bekasi dan Kota Bogor;
2. Perwakilan Dinas Kesehatan wilayah Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bekasi dan Kota Bogor.
3. Perwakilan Dinas Pendidikan Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bekasi dan Kota Bogor;
4. Kantor urusan Agama Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bekasi dan Kota Bogor;
5. Perwakilan kecamatan dan kelurahan Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bekasi dan Kota Bogor;
6. Perwakilan guru, siswa sekolah, remaja dan forum anak daerah Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bekasi dan Kota Bogor.

Kegiatan dilaksanakan selama satu hari tanggal 24 Februari 2020 bertempat di Hotel Antero Jababeka Cikarang Jawa Barat.

Materi dan narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari :
1. Statment oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dengan tema Upaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Mengakhiri Pernikahan Anak;
2. Paparan oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dengan tema Upaya Kementerian Agama dalam Pendewasaan Usia Perkawinan;
3. Paparan oleh Nyimas Deane Wulansari (Motivator Pemerhati Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak) dengan tema Solusi Cerdas Pencegahan Pernikahan Anak.

WhatsApp Image 2020-02-24 at 13.22.14

WhatsApp Image 2020-02-24 at 13.22.14 (1)

WhatsApp Image 2020-02-24 at 13.16.41

WhatsApp Image 2020-02-24 at 13.22.13 (1)

WhatsApp Image 2020-02-24 at 13.22.14 (1)

WhatsApp Image 2020-02-24 at 13.22.14 (2)

Sarling (Siaran Keliling)

Sarling (Siaran Keliling)

DP3AKB, Galeri Foto

Ibu Kepala Dinas P3AKB Jabar Ir. Poppy Sophia Bakur, M.EP Mengikuti Kegiatan Siaran Keliling (Sarling) bersama Ibu Atalya Praratya Kamil selaku Ketua TP PKK, Bunda PAUD, Bunda Stanting, Bunda Literasi Jawa Barat bersama Tim Sarling Jabar yang terdiri dari 13 kepala Perangkat Daerah Prov Jabar bersama Dinas Instansi Vertikal.

Lokasi yang dikunjungi :
– Pasar Bangkir
– PUSKESMAS Babadan
– POSYANDU Bougenvil,
– Pembinaan PAUD TK Cendikia
– SMA N 1 sindang
– Work Shop pengrajin
– Paoman Batik Art
– Kunjungan Wisata Karangsong

Acara kunjungan ke tujuh lokasi di atas diisi dengan dialog langsung, pengarahan, pembinaan dan pemberian dana bantuan pembinaan.

WhatsApp Image 2020-02-19 at 13.22.33

WhatsApp Image 2020-02-19 at 13.22.35