Pertemuan Forum Anak Provinsi Jawa Barat Tahun 2016

Pertemuan Forum Anak Provinsi Jawa Barat Tahun 2016

DP3AKB, PHA

Pada tanggal 22 Maret 2016, Forum Anak Jawa Barat mengadakan pertemuan yang dihadiri 173 perwakilan anak dari 27 kabupaten/kota. Acara berlangsung hingga 24 Maret 2016.

Acara dibuka oleh Sekertaris Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Nina Sri Inayati. Acara dimulai dengan laporan kegiatan oleh Kabid KPA BP3AKB Provinsi Jawa Barat. Pada acara ini juga dijadwalkan Ibu Netty Heryawan akan memberikan ceramah umum, namun karena ada kesibukan lain, Ibu Netty tidak jadi bisa hadir di acara tersebut.

Acarapun dilanjutkan dengan laporan triwulan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh FAD Jabar. Lalu ada pemberian materi oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Barat mengenai Partisipasi Anak Dalam Pembangunan.

Selepas maghrib, acara dilanjutkan kembali dengan paparan dari Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dewi Sartika. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya berkomunikasi yang baik.

Para peserta forum anak mengikuti kegiatan dengan sangat semangat. Kemudian terpilihlah 10 Duta Anak Jawa Barat untuk perwakilan ke KAI dan 27 perwakilan Duta Anak untuk mengikuti pertemuan FAN (Forum Anak nasional).

Pada hari terakhir, ada pengarahan dari Kabid KPA BP3AKB Provinsi Jawa Barat. Beliau mengarahkan bahwa kita harus berjuang bersama-sama untuk menjadikan Jawa Barat sebagai Provinsi Layak Anak. Dan beliaupun memberikan ucapan selamat kepada para perwakilan duta anak. Lalu acara itupun ditutup langsung oleh Kabid KPA Provinsi Jawa Barat dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Silakan download materi paparan Forum Anak – Media Pemenuhan Hak Partisipasi Anak Download

Kongres Anak Indonesia (KAI) ke XIII/2015

Kongres Anak Indonesia (KAI) ke XIII/2015

DP3AKB, PHA

Kegiatan ini diikuti anak-anak dari seluruh Indonesia dengan melibatkan partisipasi LSM/LPA, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, dan dunia usaha. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Hari Anak Nasional (HAN) dalam mewujudkan dan mengimplementasikan hak partisispasi anak Indonesia.

Dengan penyelenggaraan Kongres Anak Indonesia (KAI) ke XIII/2015 ini diharapkan terwujudnya langkah-langkah pemenuhan hak dasar anak yaitu hak berpartisipasi untuk mengungkapkan aspirasi serta mendiskusikan kesulitan-kesulitan mereka, untuk selanjutnya dapat dijadikan rekomendasi kepada keluarga, masyarakat, dan terutama pemerintah termasuk legislative dan yudikatif. Karenanya, dalam segala bentuk kebijakan (policy), hukum (laws), program pembangunan (development programs), ataupun tindakan orang dewasa dan pemerintahan sudah semestinya tidak mengabaikan pendapat anak.

Tujuan

  1. Merealisasikan penyaluran pendapat anak (view of the child) melalui bentik aspirasi, pandangan dan rekomendasi anak dengan mengidentidikasi permasalahan, merencanakan kegiatan, hingga melakukan monitoring dan evaluasi. Partisipasi dalam hal ini juga termasuk kemampuan dalam mengmabilan keputusan dan membangun kerjasama pihak lain (orang dewasa). Tujuan ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan kemandirian anak-anak dalam menyelenggarakan kongres anak berikutnya.
  2. Memperkuat jaringan (network) dan membangun sense of national character serta Solidaritas Nasional Anak Indonesia dalam mensikapi persoalan bangsa yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak disetiap daerah. Hal tersebut ditandai dengan adanya kerja-kerja jaringan anak yang terencana dan berkesinambungan.
  3. Menyediakan mekanisme nasional (national mechanism) bagi terwujudnya pemenuhan hak partisipasi anak dalam event Kongres Anak Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan organisasi masyarakat dan dunia udaha yang concern dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak, seperti Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak diseuruh Indonesia.
  4. Menghasilkan dokumen Kongres Anak Indonesia sebagia wujud dari partisipasi anak sebagai stakeholder dalam bangsa dan negara Indonesia yang secara normatif berhak menyampaikan pendapat dan pandangannya yang menyangkut perlindungan dan pemenuhan hak anak.
  5. Membangun komitmen Pemerintah dan kesadaran semua pihak tentang pentingnya hak partisipasi anak dan selanjutnya memaksimalkan upaya perlindungan pemenuhan hak anak melalui sosialisasi Konvensi Hak Anak dan Undang- Undang tentang perlindungan Anak.

Kongres Anak

Outputs

1. Disahkannya hasil-hasil Kongres Anak Indonesia XIII Tahun 2015, yakni:
1.1. Rekomendasi Anak Indonesia
1.2. Suara Anak Indonesia 2015, dan
1.3. Dipiluhnya 10 (sepuluh) Duta Anak Indoensia

2. Terbangunya kultur, etika dan mekanisme serta proses penyelanggaraan KAI yang terselenggarakan secara partisipastif dengan menyerap aspirasi, pendapat dan pandangan anak. Partisipasi dalam hal ini