Penggunaan tembakau super cap gorilla tetap tak aman meski hanya untuk coba-coba. Sebabnya, tembakau ini bisa memicu timbulnya gangguan jiwa.

dr Andri, SpKJ, FAPM, psikiater dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan prinsip ‘coba-coba’ atau ‘hanya ingin tahu rasanya’ menjadi alasan anak muda memakai tembakau super cap gorilla. Padahal meskipun hanya sekali, risikonya sama seperti menggunakan berkali-kali.

“Banyak yang masih berpendapat bahwa kalau pakai sekali-kali tidak masalah, hal ini sangat tidak tepat. Saya dalam praktik pernah menemukan pasien yang mengalami halusinasi dan delusi menetap setelah hanya mencoba mengisap ganja sekali saja. Pasien sampai menyesal tak terkira tapi apa daya nasi telah menjadi bubur,” tutur dr Andri..

“Beberapa anak muda yang memang dasarnya suka ‘mabok’ dan ingin selalu ‘high’ memang memanfaatkan pengetahuan tentang obat secara salah. Banyak dari mereka mencoba melakukan coba-coba terhadap berbagai macam zat agar mendapat efek ‘gitting alias getting high’ dengan cara mencampur obat,” tambahnya lagi.

Dalam keterangan pers yang dikeluarkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut tembakau super cap gorilla mengandung senyawa kimia New Psychoactive Substances (NPS) yaitu AB-CHMINACA yang termasuk jenis Cannabinoid Sintetis.

Pemakaian zat-zat yang menyebabkan euforia ataupun halusinasi ini dikatakan dr Andri sangat berbahaya bagi otak. Euforia dan halusinasi terjadi karena meningkatnya aktivitas neurotransmitter dopamin yang adad di otak.

Dijelaskan dr Andri, dopamin di otak sebenarnya dalam jumlah yang seimbang berfungsi untuk proses berpikir dan merasakan sesuatu. Jika berlebihan maka bisa menimbulkan gejala gangguan jiwa seperti halusinasi dan delusi (biasanya delusi paranoid misalnya ketakutan atau kecurigaan yang berlebihan bahwa ada seseorang yang akan berbuat jahat terhadap dirinya).

“Maka tidak bisa dipungkiri bila pemakaian zat yang bisa memicu peningkatan aktifitas dopamin di otak seperti ganja atau tembakau gorilla bisa memicu terjadinya gangguan jiwa, apalagi pada individu yang memang sudah rentan sistem otaknya dan mempunyai bawaan genetik gangguan jiwa skizofrenia paranoid,” tambah pemilik akun twitter @mbahndi ini.

Oleh karena itu ia meminta kepada para pihak terkait, terutama Badan Narkotika Nasional, untuk lebih proaktif mendeteksi upaya-upaya pelemahan generasi muda Indonesia melalui narkoba. Selain dengan pendidikan berkaitan dengan narkotika dan psikotropika, BNN juga perlu mempunyai upaya mendeteksi zat-zat yang berbahaya di pasaran yang belum termasuk dalam UU Narkotika dan Psikotropika.

“BNN tidak boleh kalah pintar dengan para peramu obat yang sering kali berusaha terus menerus mencari celah untuk mendapatkan zat yang efeknya sama dengan obat-obatan terlarang,” tutupnya.

Sumber: Muhamad Reza Sulaiman – detikHealth

Artikel Terkait

Era Revolusi Industi 4.0, ASN Pun Perlu Shifting BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk berperilakulah seperti air. Air itu mengalir mengikuti bentuk. Seperti halnya dengan perkembangan jaman saat ini (revolusi ind...
Ini 12 Tuntutan Forum Anak Nasional untuk Menteri Yohana Forum Anak Nasional membacakan 12 tuntutan hasil forum di hadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Muhammad Khairul Rizal asal Sulawesi Tenggara dan Bilqis Iasha Rosma Sumroni asal Jawa Bar...
Menanti PON Termegah di Tanah Air Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX dan Peparnas XV 2016 tinggal dalam hitungan hari. Jawa Barat sebagai tuan rumah sudah siap menyambut pesta olah raga multicabang empat tahunan itu. Berbagai persiapan telah d...
18,27 Juta Anak Indonesia tak Punya Akta Kelahiran Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (Ilustrasi) Sebanyak 18,27 juta anak Indonesia atau sekitar 21,97 persen dari total penduduk Indonesia berusia 0-17 tahun berjumlah 83,14 juta jiwa, tidak memiliki akta kelahiran. Angka it...
Apa Itu FCTC Salah satu tuntutan anak Indonesia kepada pemerintah di Hari Anak Nasional adalah segera tanda tangani FCTC. FTCT (Framework Convention on Tobacco Control) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau merupakan pe...

Leave a Reply

Your email address will not be published.