Di Surabaya, Menteri Yohana Kampanyekan Three Ends

Menteri PPPA Yohana Yembise kampanye Three Ends di Surabaya, Minggu (27/8). Foto: Mesya Mohammad/JPNN.com

Kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise di Surabaya jadi ajang kampanye Three Ends, program unggulan Kemen PPPA.

Yakni upaya untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang, dan mengakhiri kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.

"Perempuan dan anak tidak hanya menjadi perhatian Indonesia, tetapi juga dunia. Untuk itu, negara berkomitmen menjaga dan melindungi perempuan dan anak tanpa adanya diskriminasi. Namun upaya ini tidak hanya dilakukan pemerintah, tapi perlu dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” ujar Menteri Yohana dalam acara Puspa 2017 di Surabaya, Minggu (27/8).

Menteri Yohana menegaskan masyarakat jangan takut melaporkan jika melihat tindakan kekerasan, baik fisik, psikis, dan seksual yang terjadi di lingkungannya.

Kemen PPPA telah berupaya menekan tindakan kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya terhadap perempuan dan anak dengan menyediakan berbagai unit layanan, seperti Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) di tingkat Polres dan perangkat hukum, diantaranya UU Perlindungan Anak, UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan UU Perdagangan Orang.

Usai melakukan kampanye Three Ends di lokasi CFD Taman Bungkul, Menteri Yohana mengunjungi kawasan eks lokalisasi Dolly.

Yohana berkunjung ke lokasi yang kini sudah dimanfaatkan menjadi berbagai sentra Usaha Kecil dan Menengah (UKM), diantaranya usaha sepatu dan sandal, makanan, kain batik, kerajinan tangan, dan kelompok belajar anak-anak berkebutuhan khusus.

Yohana mengaku senang, lantas membeli sepatu, sandal, dan kain batik hasil kerajinan warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly.

“Saya sangat mendukung upaya pemerintah Kota Surabaya untuk menggerakkan dan memberdayakan eks warga lokalisasi dan warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly. Hasilnya sangat bagus, tidak kalah dengan produksi atau buatan luar negeri. Saya akan bantu promosikan kepada masyarakat lain berbagai produk berkualitas ini,” tutur Menteri Yohana. 

(esy/jpnn)

Ajak Putus Mata Rantai Kekerasan

Menteri Yohana mengunjungi kelompok belajar anak anak berkebutuhan kusus di kawasan eks lokalisasi Dolly copy Dari Surabaya, Yohana Ajak Putus Mata Rantai Kekerasan

Menteri PPPA, Yohana Yembise saat mengunjungi kelompok belajar anak-anak berkebutuhan kusus di kawasan eks lokalisasi Dolly Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AP

Selama tiga hari, sekitar 300 orang berkumpul di Surabaya. Mereka bertemu untuk membahas masalah serius dalam satu wadah: Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa). Perkumpulan ini diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)

Masalah serius apa yang dibahas? “Kami ingin memutus mata rantai kekerasan, mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise di Temu Nasional Puspa 2017 di Hotel Vasa, Surabaya, Senin (28/8).

Di ajang Puspa 2017 ini, Yohana mengajak ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama memikirkan bagaimana menyelesaikan permasalahan tindak kekerasan terhadap kaum hawa.

Termasuk juga, bagaimana perlindungan terhadap anak bisa dilakukan. “Mari kita bekerja bersama-sama dan ciptakan perubahan demi kesejahteraan perempuan dan anak Indonesia,” ucapnya.

Berdasarkan catatan Kemterian PPPA, Indonesia masih rentan kasus kekerasan perempuan dan anak. Bayangkan, ada 24 juta perempuan tersakiti. Baik fisik maupun psikisnya.

Untuk menekan tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak, Kementerian PPPA menggagas satu strategi bernama Three Ends: Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.

Berbagi di Empat Sesi

Nah, di Temu Nasional Puspa 2017 bertema “Sinergi untuk Perubahan” yang digelar sejak Minggu (27/8) hingga Selasa, hari ini, menjadi ajang untuk berbagi inspirasi dan menciptakan inovasi untuk PPPA. “Panitia mengundang lebih dari 300 peserta dari berbagai elemen,” kata Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Agustina Erni.

Rinciannya: 104 orang dari organisasi kemasyarakatan (Ormas), perguruan tinggi (17 orang), lembaga profesi (30 orang), media (27 orang), dunia usaha (8 orang), Dinas PPPA Provinsi (50 orang), serta wakil Forkomnas (22 orang).

Di acara ini, kata Agustina, ada empat sesi. Yang pertama sesi inspirasi. Di sesi ini, para peserta diminta berbagi pengalaman tentang keberhasilan membangun PPPA di wilayahnya masing-masing. Kemudian sesi fieldtrip, yaitu mengajak para peserta berkunjung dan melihat praktik-praktik cerdas PPPA di Surabaya.

Yang ketiga adalah sesi pasar ide. “Di sesi pasar ide ini, peserta diajak berdialog. Peserta bisa menjual ide-ide kreatif mereka. Dari ide-ide itu akan diambil enam ide terbaik yang akan dipresentasikan di sesi keempat, yaitu sesi konferensi,” pungkasnya.•

Sumber:

http://ramadan.jpnn.com
http://www.barometerjatim .com

Artikel Terkait

Penyebarluasan Poster Pekan ASI Sedunia Yth. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di seluruh Indonesia, Berikut disampaikan ​​petikan pidato Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam Peringatan Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 ...
Agar Anak Sehat Unggul, Gemari Ikan Sedari Dini Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Forikan Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan menghadiri Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfir LA...
Netty: Perempuan Harus Berdaya Agar Tidak Terpedaya Ketua Dekranasda Jabar Netty Prasetyani Heryawan menegaskan, perempuan masa kini harus mampu berdaya, agar tidak diperdaya. Hal itu diungkapkan Netty saat menjadi salah satu pembicara dalam seminar tentang Industri Kr...
Ini Cara agar Remaja Tidak Salah Berteman Mempunyai anak usia remaja terkadang memunculkan dilema tersendiri. Semakin kompleksnya hubungan pertemanan saat remaja, terkadang membuat orang tua harus berpikir keras bagaimana harus bertindak. Sejumlah studi telah menu...
Pusat Di Banten, Presiden Jokowi Rayakan Hari Ibu Presiden Joko Widodo bersama ibu negara Iriana Jokowi akan merayakan hari ibu nasional ke 88 bersama warga Provinsi Banten, Kamis (22/12/2016) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang. Kepala Biro Huma...

Leave a Reply

Your email address will not be published.