http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24518.jpg

BANDUNG-Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutan pada peringatan HUT Ke-72 RI di Lapangan Gasibu, Kamis (17/8) mengungkapkan, bahwa Bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya dengan perjuangan mempertaruhkan jiwa dan raga, bersimbah darah dan air mata. Kemerdekaan tercapai karena berpadunya heroisme, patriotisme, keikhlasan, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa dalam satu tarikan nafas.

Lanjut Ahmad Heryawan, oleh karena itu peringatan hari kemerdekaan ini sangat relevan kita jadikan sebagai momentum untuk terus memelihara dan menghidupkan nasionalisme dan patriotisme yang terus menyala, sebagai semangat pengabdian kepada negara dan bangsa yang tak pernah padam.

Di Provinsi Jawa Barat, kita bertekad mengisi kemerdekaan melalui pembangunan nyata dengan tekad : Jabar Ngahiji dan Jabar Kahiji. Kita bergotong royong, kerja bersama, dan bekerjasama, bersatu menjadi Jawa Barat yang utama dan pertama dan terdepan di Indonesia dalam melayani dan membahagiakan rakyat, yaitu terwujudnya, "Jawa Barat yang Lebih Maju dan Lebih Sejahtera, jelas Gubernur.

Menurut Gubernur Ahmad Heryawan, bahwa pelaksanaan pembangunan untuk mengisi kemerdekaan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan itu, kita menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Tantangan yang harus kita hadapi dengan serius, antara lain : mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, menghilangkan konflik horizontal, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan human traficking, serta mencegah berkembangnya radikalisme dan terorisme dan pornografi.

Kita harus berhasil mengatasi tantangan tersebut, tambah Ahmad Heryawan, karena keberhasilan menghadapi tantangan tersebut akan berdampak langsung kepada Tanah Air Indonesia secara keseluruhan. "Saya nyatakan demikian, karena posisi Jawa Barat  yang bersentuhan langsung dengan Ibu Kota Negara Jakarta, maupun karena faktor demografis (jumlah penduduk 47,4 juta jiwa atau 18,3 % dari total penduduk Indonesia).

Dalam amanatnya pula, Gubernur menyampaikan berbagai informasi tentang keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan, diantaranya, kontribusi Jabar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional sebesar 14,33 %; kontribusi terhadap PDB sektor industri manufaktur sebesar 60 %; kontribusi penanaman modal asing terhadap nasional sebesaR 34,46 % dan kontribusi Jabar sebagai produsen nasional mencapai 17, 76 %. Kemudian, Jabar telah mencapai kemajuan untuk indeks pembangunan manusia (IPM) dimana untuk tahun 2016 mencapai angka 70,05.

Kemudian dikemukakan Ahmad Heryawan, bahwa laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada kisaran 5 persen dalam kurun waktu 2013 sampai triwulan 2 tahun 2017, dengan besaran angka PDRB sebesar 1.070 triliun rupiah pada tahun 2013 menjadi 1.652 triliun pada tahun 2016. LPE hingga triwulan kedua tahun 2017 mencapai 5.08 persen, lebih tinggi dari LPE nasional yang mencapai 5.01 persen.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka, dari 12,08 % tahun 2008 menjadi 8,89 persen pada tahun 2016. Menurunkan angka kemiskinan dari 13,01 persen pada tahun 2008, menjadi 8,77 persen pada tahun 2016. Angka ini lebih rendah dari angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,70 persen pada tahun 2016.

Dari berbagai kemajuan tersebut, menurut Ahmad Heryawan, merupakan bukti nyata hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Jawa Barat dengan komitmen "reugreug pageuh repeh rapi".

Artikel Terkait

Walikota Aktif di Medsos, Three Ends Pilih Bandung PROGRAM Jelajah Three Ends yang dicanangkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara dan Bangka Belitung akan kembali merambah daerah lain di Indonesia. Selanjutnya ...
Bulan Ramadhan Bulan Keluarga Luangkanlah waktu setidaknya 20 menit setiap hari untuk keluarga demi mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak. Sudahkah itu Anda (terutama ayah) lakukan? Tidak sedikit seorang ayah sulit meluangkan waktu walau sekeda...
Perempuan Jadi Faktor Penting Perekonomian di Jabar Tidak hanya kaum pria, dari sisi pemahaman agama maupun institusi republik ini perempuan mempunyai posisi atau peluang sama untuk berusaha atau bisnis. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat mendorong kaum perempuan di Tan...
Bentak Bisa Berdampak Buruk pada Perkembangan Otak Anak Memarahi Anak dengan Cara Membentak Justru Berdampak Buruk pada Perkembangan Otak anak Tak ada orangtua yang sempurna dan setiap orangtua tentu melalui proses belajar dalam membesarkan anak-anaknya. Meski sudah banyak pene...
HUT ke 72, Ini Harapan Ineu Bagi Jawa Barat BANDUNG-Bertepatan dengan hari jadi ke-72 Propinsi Jawa Barat  sejumlah prestasi telah ditorehkan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari ber...

Leave a Reply

Your email address will not be published.