PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) itu salah satu pemberdayaan perempuan yang memang secara khusus menjadi salah satu program yang sudah beberapa tahun ini terus menerus dilakukan DP3AKB Provinsi Jawa Barat dan ini memang untuk memberikan penguatan kepada perempuan-perempuan di Kepala Keluarga.

Dalam hal ini selain mereka diberi wawasan mengenai bagaimana tumbuh kembang anak, bagaimana penguatan ketahanan keluarga dan salah satunya di PEKKA  diberikan pelatihan-pelatihan  untuk mereka. Banyak pelatihan-pelatihan yang sudah diberikan ketrampilan, misalanya potong rambut, merias, membuat barang-barang yang berasal dari bahan dasar local termasuk juga sisa-sisa limbah.

Sekarang ini khusus lomba kreatifitas untuk PEKKA, temanya adalah Gender. Diharapkan salah satunya membuat kue ulang tahun untuk anak-anak laki-laki  dengan segala macam kreatifitasnya, dan salah satu kerajinan arkalik itu dan ternyata hasil-hasil dari usaha-usaha mereka dan hasilnya dari pelatihan-pelatihan itu memberikan hasil yang sangat positif. Ada juga memang penambahan dari kesejahteraan itu sendiri, ada juga memang yang  sudah dijual terus-menerus antar kota dan sudah menjadi mata pencaharian bagi mereka.

Demikian hal ini dikatakan Kepala DP3AKB Prov. Jabar Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si. usai menghadiri Bazzar Ramadhan DWP Provinsi Jawa Barat, yang diisi juga dengan lomba aneka kerajinan dan membuat Kue Ulang Tahun dari PEKKA Kab/Kota di Jawa Barat, yang diadakan Di Bale Astri Pusdai, Selasa (7/6/2017).

Lebih lanjut Dewi Sartika menjelaskan, bahwa salah satu andalan mereka tadi hasilnya lumayan bagus, banyak orang yang memesan, itu salah satu arena mereka untuk promosi. Sebetulnya jadi diketahui dari orang-orang, salah satunya lagi arena memperkenalkan inilah PEKKA, kekuatannya juga luar biasa  karena jumlah kelompoknya 360  dan anggotanya sebanyak 8 ribu orang  di Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Ini sebuah potensi yang terus kita kembangkan  dan itu memandirikan mereka agar mereka lebih pede (percaya diri) dan lebih mandiri.

Hasl pelatihann ada yang sudah ekspor, salah satunya di Bekasi. Mereka bekerja sama dengan pabrik  yang membuat kerajinan, itu memang dijual ke Korea, tenaga kerjanya kita, terus modelnya dilatihkan kepada PEKKA dan PEKKA anggotanya membuat serta pasarannya ke Pabrik. Mereka melatih PEKKA kemandirian, hasilnya dijual lagi ke pabrik itu.

Terkait pemasaran hasil kerajinan PEKKA, sejauh ini pangsa pasar produk PEKKA ini hanya diantara mereka di dalam kota, kemudian hanya untuk oleh-oleh (souvenir) di daerah sendiri, sekarang banyak diantara Kab/Kota sudah ada pemesannnya, juga sudah ada yang dijual sampai ke Batam, ujarnya.

Harapnnya terhadap keberadaan PEKKA tidak saja untuk anggota itu sendiri, tapi biasanya mereka menyebarkan untuk anggotanya yang lain, masyarakat. Pelaksanaan pelatihan selalu memakai TOT, akhirnya nanti melatih lagi ke PEKKA itu sendiri dan ke anggota PEKKA. Mereka punya kordinator, itu ada progress pelaksanaan ke kelompok lain.

Dorongan dari Pemda Kab/Kota itu sendiri sangat besar sekali, kalau di pusat sudah diarahkan untuk industry rumahan, bagaimana mereka untuk tidak mencari pekerjaan di luar yang tentu meninggalkan keluarga. Hal ini perlu dilakukan, salah satunya untuk meningkatkan ketahanan keluarga, untuk percaya diri kalau berusaha di tanah air. PEKKA sendiri diberikan pelatihan pemasaran, pelatihan memasarkan online, pelatihan kredit, pelatihan permodalan, dari perencanaan baku,  artinya kita berikan pelatihan dari hulu ke hilir, pungkasnya. (Diah, SwaraWanita.com)

Lomba Kreatifitas Perempuan
Lomba Kreatifitas Perempuan
Lomba Kreatifitas Perempuan
Lomba Kreatifitas Perempuan
Lomba Kreatifitas Perempuan
Lomba Kreatifitas Perempuan

Artikel Terkait

Desa Cikedokan Kec. Cikarang Barat Menjadi Kampung Ramah Anak di Kab. Bekasi KRA di Kab Bekasi terus berkembang Itu lantaran perhatian komitmen dan evaluasi rutin terus dilakukan. Selain itu, ada skenario pembagian kewajiban bagi para pengusaha sekitar lokasi kampung yang dikelilingi oleh pabrik besar...
Kunjungan Belajar PUG Kabupaten Palalawan Provinsi Riau ke Provinsi Jawa Barat Selasa 21 Mei 2019 DP3AKB Jabar menerima kunjungan kerja dari Kabupaten Palalawan. Fokus kunjungan pada pelaksanaan PUG di desa. Kegiatan kunjungan diterima oleh Tim P2WKSS Provinsi Jawa Barat yg terdiri dari tim dari Kab Ku...
Sosialisasi dan Pelatihan bagi Lembaga Layanan dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan... DP3AKB Provinsi Jawa Barat bersama dengan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan bagi Lembaga Layanan dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Anak Berp...
Launching Sekolah Inclusive Kegiatan Ibu Kepala Badan BP3AKB Prov. JABAR Tanggal 12 April 2016 di ruang rapat Papandayan. Acara launching sekolah inclusive atau Pertemuan Koordinasi Multisektoral Membangun Sistem Pemenuhan Hak Anak dengan disabilitas d...
Menerima Kunjungan dari DPRD Banten Hari Senin, 26 September 2016 Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan tamu. Para tamu berasal dari ketua dan anggota DPRD dari Provinsi Banten. Par...

Leave a Reply

Your email address will not be published.