http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30419.jpg

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk berperilakulah seperti air. Air itu mengalir mengikuti bentuk. Seperti halnya dengan perkembangan jaman saat ini (revolusi industri 4.0) yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga ASN juga harus melek teknologi dan berdaptasi dengan perubahan jaman. 

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan hal tersebut saat membuka Seminar “Shifting Bureaucracy" yang menghadirkan Rhenald Kasali sebagai pembicara di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (24/10/18).

Maka dengan berjalannya waktu, Emil mengatakan Pemprov Jawa Barat akan melakukan perubahan pola pikir dimana ASN didorong untuk mampu berinovasi, berkolaborasi dan melakukan desentralisasi. Sehingga memudahkan ASN berinteraksi dengan masyarakat melalui kemajuan teknologi dalam meningkatkan pelayanan.

“Dengan konsep seperti ini pelayanan akan lebih lancar, warga tidak harus mendatangi kantor-kantor pemerintahan,” tuturnya.

Menurut Emil, tiga kunci utama ASN untuk melakukan shifting adalah berintegritas, melayani dengan hati, dan profesional. 

Penulis Buku "The Great Shifting" yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali di akhir paparannya memberikan tips bagaimana ASN bisa mengikuti zaman. Pertama, mengubah mindset. Kedua, mengusahakan semua untuk paperless dan berbasis teknologi informasi. "Dengan begitu akan memangkas waktu, hemat, dan mengurangi kesalahan," katanya. 

Ketiga, menurut Rhenald adalah dengan deregulasi. "Kurangi penerbitan peraturan-peraturan. Buatlah masyarakat paham dan jaga mereka untuk melakukan prinsip-prinsip bermasyarakat," katanya. Tak kalah penting untuk dilakukan birokrat adalah untuk menyederhanakan SOP. 

"Keempat, berilah ruang untuk ASN melakukan inovasi," katanya. 

Pada kesempatan ini, Ridwan menyerahkan Bantuan Riset Edukasi Pada Penerima Bantuan Riset Edukasi jenjang S-3 dan menerima Hasil Implementasi Riset Program 300 Doktor Provinsi Jawa Barat. 

Artikel Terkait

Akhiri Pernikahan Anak Pernikahan anak (di bawah 18 tahun) akan berdampak buruk terhadap masa depan pendidikan dan kesehatan reproduksi anak perempuan, serta meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI). Ini adalah seruan bersama untuk #AkhiriPernikahanAn...
Sosialiasi PUG, PP dan PUHA bagi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan di Prov. Ja... Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan persepsi yang sama tentang PUG. PP dan PUHA. Kementerian PP dan PA cq. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat bekerjasama dengan DP3AKB Prov. Jabar. Maka diadakan sosialisasi PUG. PP PUHA...
Waspada Bahaya Kekerasan dalam Pacaran Tahukah anda bahwa 1 dari 3 perempuan di dunia mengalami kekerasan, baik berupa kekerasan fisik maupun kekerasan seksual (WHO, 2010). Bahkan 1 dari 4 perempuan di negara maju juga mengalami kekerasan hingga mencapai 25%. ...
Apel Terakhir Menjelang Libur Idul Fitri Pada hari Jumat ini, 1 Juli 2016 merupakan hari terakhir kerja pada Bulan Ramadhan sebelum libur panjang Idul Fitri. Apel dipimpin langsung oleh kepala BP3AKB Dewi Sartika. Pegawai yang hadir relatif lengkap kecuali untuk beb...
Hadi: Atlet Peraih Emas Contoh Bagi Generasi Muda Ketua Kontingen PON XIX 2016 Jawa Barat, Mayjen TNI Hadi Prasojo menyatakan, berbagai permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan PON XIX bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk kedepan lebih baik. “Adanya riak-ri...

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.