http://jabarprov.go.id/assets/images/artikel/gambar_art378.jpg

Setelah 24 tahun, peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) akhirnya kembali ke rumahnya, Lampung. Dalam sejarahnya, Hari Keluarga Nasional pertama kali dicetuskan pada tahun 1993 di Provinsi Lampung. Dan, pada tahun ini, Hari Keluarga Nasional akan kembali diperingati di Provinsi Lampung pada tanggal 29 Juni. Untuk peringatan tahun ini, HARGANAS akan mengambil tema, “Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan.”

Dari tema tersebut, bisa ditarik satu benang merah bahwa keluarga memegang peranan sangat penting dalam menyukseskan pembangunan bangsa. Pembangunan keluarga memiliki korelasi positif terhadap kemajuan bangsa. Dari keluarga lah, langkah awal dilakukan dalam rangka membangun karakter bangsa. 

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak sejak dilahirkan. Dalam lingkungan ini, anak mempelajari dan diajari berbagai hal yang menjadi bekal bagi kehidupannya di masa datang. Orang tua, terutama ibu adalah tempat belajar pertama bagi anaknya.  Oleh sebab itu,  pola pengasuhan yang diberikan oleh orang tua akan menentukan karakter anak selanjutnya.

Agar bisa membangun karakter bangsa melalui pembangunan keluarga, maka setiap keluarga selayaknya harus bisa menerapkan delapan fungsi keluarga. Delapan fungsi keluarga itu dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan dan keteladanan. Delapan fungsi tersebut adalah :

1.Fungsi Agama. Dalam keluarga, seorang anak mengenal agama untuk pertama kalinya. Ada sekitar 12 nilai dasar sebagai pondasi beragama bagi setiap anak diantaranya iman, takwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesalehan, ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, sabar dan ikhlas serta kasih sayang.

2.Fungsi Sosial Budaya. Penanaman nilai luhur budaya dilakukan pertama kalinya melalui keluarga. Nilai luhur itu sudah menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara seperti toleransi dan saling menghargai, gotong royong, sopan santun, kebersamaan dan kerukunan, kepedulian dan cinta tanah air atau nasionalisme.

3.Fungsi Cinta Kasih. Komponen utama dalam membentuk karakter seorang anak adalah kasih sayang. Setiap orang tua berkewajiban memberikan kasih sayang pada semua anak-anaknya. Sikap cinta dan kasih harus ditanamkan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka.

4.Fungsi Perlindungan. Keluarga harus bisa menjadi temapta yang aman atau tempat berlindung bagi anak-anak. Lima nilai dasar seperti aman, pemaaf, tanggap, tabah, dan peduli harus benar-benar ditanamkan kepada anak-anak.

5.Fungsi Reproduksi. Salah satu tujuan berkeluarga adalah melestarikan keturunan. Dalam menjalankan fungsi reproduksi keluarga berkewajiban menanamkan tiga nilai dasar, yaitu: tanggung jawab, sehat, dan teguh. Sehingga keluarga dapat menjalankan fungsi reproduksi dengan baik dan bertanggung jawab.

6.Fungsi sosialisasi pendidikan. Dalam menerapkan fungsi ini, keluarga harus menanamkan beberapa nilai moral utama yaitu percaya diri, luwes, bangga, rajin, kreatif, tanggung jawab dan kerja sama.

7.Fungsi Ekonomi. Keluarga harus dapat menjadi tempat membina dan menanamkan nilai-nilai ke
uangan agar terwujud keluarga yang sejahtera.

8.Fungsi Lingkungan. Keluarga menjadi tempat yang tepat menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan agar nantinya menghasilkan pribadi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Untuk menyambut Hari Keluarga Nasional 29 Juni, Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty memberikan kiat khusus bagi setiap keluarga yang merayakannya. 

Kiat-kiat tersebut antara lain pertama, Berkumpul dengan Keluarga. Upayakan bisa berkumpul bersama dengan keluarga setiap 29 Juni. Berhubung hari itu bukan hari libur nasional, sisihkan waktu dengan makan bersama, memasak bersama keluarga, agendakan berkumpul bersama minimal 20 menit sehari. 

Kedua, interaksi dengan anggota keluarga. Luangkan waktu untuk saling bicara dan berbgai pengalaman serta bercengkrama dengan semua anggota, jangan berinteraksi lewat media sosial. Komunikasi secara langsung lebih berkualitas. Silaturahmi akan lebih meningkatkan hubungan antar keluarga satu sama lain. 

Ketiga, menjadikan keluarga berdaya. Buatlah kegiatan yang bisa memanfaatkan potensi masing-masing anggota keluarga. Sehingga bisa menjadikan anggota keluarga menjadi pribadi mandiri, bisa mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan hidup.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI no 39 Tahun 2014 tentang HARGANAS, 29 Juni bukanlah hari libur nasional meski diperingati setiap tahun sebagai Hari Keluarga Nasional dan diperingati setiap tahun oleh BKKBN dengan berbagai kementerian terkait dengan melibatkan mitra kerja seperti Tim Penggerak PKK. 

Momentum Harganas merupakan upaya meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan berbangsa bagi anggota keluarga sejak dini, akan menjadikan keluarga sebagai wahana yang tangguh bagi terwujudnya keluarga yang berkualitas. Dengan demikian, harganas ini diharapkan mampu menjadi wahana menyukseskan program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla, khususnya butir 5 membangun manusia berkualitas. (Direktorat KIE dan Advokasi – BKKBN)

Artikel Terkait

Harmoni Nusantara, Tema Closing Ceremony PON XIX/2016 Jabar Closing Ceremony (Upacara Penutupan) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat akan dihelat pada Kamis malam (29/9/2016) nanti. Wakil Gubernur Jawa Barat selaku Wakil Ketua Umum PB PON XIX/2016 Jabar mengungkapkan bah...
Ini Isi Lengkap Perppu Kebiri KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo  telah menandatangani peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perrubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perppu ini mempe...
Netty: Ortu Jangan Asik Selfie! Disela-sela kegiatannya dalam men-support tim voli putri Bandung Bank BJB Pakuan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengunjungi salah satu wahana edukasi di Kota Batu Jawa Timur yakni Museum Angkut ...
Jokowi Berharap Perppu Kebiri Beri Ruang Hakim Jatuhkan Vonis Seberat-beratnya Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas tentang Dana Alokasi Khusus di Kantor Presiden Rabu (11/5/2016). KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti U...
Selamat Hari Anak Nasional 2016 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA PRESS RELEASE AKHIRI KEKERASAN PADA ANAK Siaran Pers Nomor: B-66/Set/Rokum/MP 01/07/2016 Mataram, NTB (23/7) – Anak merupakan aset bangsa yan...

Leave a Reply

Your email address will not be published.