Rokok masih menjadi persoalan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa prevalensi perokok di Indonesia pada usia ≥ 15 tahun meningkat sebesar 36,3% dibandingkan dengan Tahun 1995 yaitu 27%. Tidak heran jika Indonesia menjadi negara nomor tiga terbanyak jumlah perokoknya di dunia setelah China dan India.

Itulah alasan mengapa Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) diperingati di Indonesia, karena hal tersebut dapat menjadi momentum untuk mengingatkan dan menyebarluaskan kepada masyarakat tentang bahaya merokok serta dampaknya bagi kesehatan. Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) diperingati setiap tanggal 31 Mei setiap tahunnya dan pada 2017 ini acara tersebut diperingati di Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta pada Minggu (21/05).

Tema besar yang diangkat tahun ini adalah “Rokok Ancam Kita dan Pembangunan.”

Rokok Ancam Kita dan Pembangunan

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan peningkatan jumlah perokok di Indonesia yang terus meningkat terutama pada usia anak-anak dan remaja usia 15 – 19 tahun. Di antara remaja usia 13-15 tahun, terdapat 20% perokok, yang mana 41% di antaranya adalah remaja laki-laki dan 3,5% remaja perempuan.

Jumlah tersebut bahkan meningkat dua kali lipat di Tahun 2016 sebesar 23,1% dari sebelumnya 12,7% pada Tahun 1995. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan melakukan advokasi serta sosialisasi penerapan Kawasan Tanpa Asap Rokok di tujuh tatanan termasuk di dalam lingkungan keluarga. Pengawasan dari lingkup terdekat merupakan cara yang sangat efektif untuk menurunkan angka kecanduan rokok pada anak-anak dan remaja yang dapat mengancam kualitas generasi penerus.

Selain fokus pada program Kawasan Tanpa Asap Rokok, inovasi terbaru yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan yaitu Layanan Konseling bebas pulsa di nomor 0800-177-6565. Layanan tersebut dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin berkonsultasi terkait upaya berhenti merokok atau terkait kesehatan dari dampak rokok. Para penelepon dapat berkonsultasi pada hari Senin-Sabtu pukul 08.00-16.00 WIB.

Harapannya, program ini dapat membantu mereka yang ingin berhenti merokok dengan keterbatasan akses dan waktu. Layanan ini telah diresmikan oleh Menteri Kesehatan sejak 2016 dan sudah mendapat respon positif dari masyarakat. Dengan hadirnya program-program tersebut, diharapkan pengendalian terhadap dampak buruk merokok dapat berjalan signifikan sehingga penurunan persentase perokok di Indonesia dapat menurun.

Kementerian Kesehatan RI tidak bisa berjalan sendiri. Perlu adanya dukungan dari semua pihak lain baik dari Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM), Stakeholder, dan tentu saja seluruh lapisan masyarakat. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Sumber: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Artikel Terkait

Dorothy Law Nolte: Anak Belajar dari Kehidupannya Artikel kali ini lebih ke arah pemahaman tentang Dorothy Law Nolte. Karyanya yang membahas tentang anak akan belajar dari apa yang mereka jalani. Mungkin untuk bisa mengerti artikel ini kita perlu menggunakan sisi perasaan ki...
Kementerian PPA Hibahkan 194 Mobil perlindungan Perempuan dan Anak Meteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise memberikan bantuan/hibah 194 Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak "MOLIN" dan 388 Motor Perlindungan Perempuan dan Anak "TORI-IN" kepada perwakilan dari Bad...
Pemprov Jabar Kembali Anugerahi Masyarakat Berprestasi BANDUNG - Sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi terhadap prestasi masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini kembali memberikan penghargaan keteladanan kepada 60 inovator maupun orang yang memberikan ...
Aher: Sukses Pertandingan, Prestasi, dan Ekonomi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengibarkan bendera PON sebelum diserahkan kepada Ketua KONI Tono Suratman (kedua kanan) yang selanjutnya diberikan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) pada penutupan PON XIX di S...
10 Langkah Cegah Penurunan Derajat Kesehatan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengenalkan 10 langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu menjaga kesehatan tidak hanya dirinya sendiri tapi juga keluarganya. “Minimal ...

3 Comments

Leave a Reply to rudi Cancel reply

Your email address will not be published.