Infografis: Fakta Seputar Tembakau Gorila

Sumber: Sudrajat – detikNews

Artikel Terkait

Netty Heryawan Dapat Penghargaan Haikuku Tresna Indung merupakan penghargaan atau anugrah budaya yang diberikan lembaga swadaya masyarakat HaikuKu Indonesia kepada kalangan perempuan yang telah berjasa mengangkat derajat kaum perempuan. Itulah alasan mereka m...
Anak Suka Mukul, Ini yang Perlu Orang Tua Pahami Orangtua Mengeluh Karena Anaknya Suka Memukul, Ini yang Perlu Orangtua Pahami Tidak sedikit orangtua yang mengeluh karena anaknya suka memukul kalau marah atau keinginannya tidak dituruti. Hal ini memang sebaiknya jangan t...
Iriawan Pimpin Apel Besar HUT Ke-73 Provinsi Jabar BANDUNG-Tepat hari ini, Minggu (19/08/2018), Provinsi Jawa Barat genap berusia 73 tahun. Lapangan Gasibu Bandung menjadi lokasi digelarnya apel besar peringatan hari jadi yang dipimpin langsung oleh Penjabat Gubernu...
Menteri Yohana Ajak Mudik Ramah Perempuan dan Anak Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, sebagian besar masyarakat telah melakukan perjalanan mudik, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan,...
Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberi Gadget pada Anak "Foto: Getty Images " Pendapat ini pro dan kontra. Ada yang mengatakan anak boleh diberi gadget selama ada di bawah pengawasan. Ada pula yang dengan tegas mengatakan tidak. Sementara sekarang ini, sudah menjadi pemand...

One Comment

  • muherman harun

    TEMBAKAU GORILLA
    Menteri Kesehatan ibu menyatakan tembakau Gorilla adiktif. Ibu menteri juga tahu, bahwa semua rokok itu adiktif.
    Ibu menteri juga tahu, bahwa rokok itu adiktif karena mengandung nikotin. Nikotin adiktif sama seperti ganja, morfin dan kokain.
    Industri rokok bisa menambah kadar nikotinnya (agar rasa lebih ‘nikmat’, lebih mengikat dan memikat). Tapi industri tak bakalan bikin rokok bebas nikotin. Mengapa? Rokok bebas nikotin tak akan ada rasa nikmatnya. Tidak akan ada pembelinya. Siapa mau hisap rokok yang bau, kotor, berbahaya lagi dan tanpa merasakan nikmatnya nikotin. Sekalipun kadar nikoin rendah skali “How low can you go?” atau rokok ‘MILD”, tetap ada nikotin yang terrasa nikmat dan mengakibatkan kecanduan.
    Karena kecanduan, orang akan merokok terus, terekspos tiga macam bahan bahaya dalam asap rokok. Bahan pertama terdiri atas tar, yang memberi rasa gurih tapi juga penyebab kanker paru, mulut, kerongkongan dll organ tubuh. Nahan kedua menganding karbonmonoksid yang mengakibatkan darah kekurangan oksigen, penyebab stroke dan serangan jantung dan akhirnya bahan ketiga nikotin yang memengaruhi sirkulasi darah di otak, jantung dan ekstremitas. Di samping itu asap rokok bisa mencetuskan terjadinya asma yang lama-kelamaan, bisa menyebabkan emfisema, gelembung-gelembung paru yang kecil (alveolus) menyatu menjadi gelembung yang besar dan akhirnya paru menjadi melar atau molor, namanya emfisema paru.
    Perokok yang ‘baik’ dan ‘bertanggungjawab’ menjauhkan diri dari rumah, agar keluarganya terhindar dari asap rokok. Tetapi bagaimana nasib anak dan istrinya kalau perokok sendiri jatuh sakit serius, apalagi fatal? Peringatan: “Merokok membunuhmu!“ bukan main-main. Istri jadi janda dan anak-anaknya menjadi yatim.
    Dokter hanya bisa memberi penanganan simptomatis. Ia mengobati gejala-gejala, tapi tak mampu menyembuhkan kankernya. Sebab operasi paru, khemo- dan radio terapi sering menyebabkan penderitaan bertambah, malah lebih daripada penyakitnya sendiri. Akhirnya ia dirawat di rumah sakit, diisolasi ke ruang ICU, lehernya dibolongi untuk ‘memudahkan pengeluaran dahak’. Tak lama kemudian, ia meninggal dalam keadaan menderita mungkin hanya ada perawat atau dokter yang ia tak kenal.
    Para pasien kanker yang sudah berpenyakit amat berat janganlah dipaksa untuk perawatan di rumah sakit. Biarlah mereka memilh untuk meninggal di rumah dengan tenang dan damai, dikelilingi keluarga tercinta dan sahabat terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.