Banyak Orangtua Merokok di Depan Anak-anak, Padahal Ini Efek Buruk Jika Orangtua Sering Merokok di Dekat Anak

Meski tanda larangan merokok sudah dipasang di berbagai area publik, tetapi masih saja ada perokok yang abai. Padahal, di sekitar mereka tak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

Mirisnya, hal ini tak hanya terjadi di ruang publik. Terkadang, beberapa orangtua juga mengisap rokok di depan buah hati mereka. Padahal asap rokok mengakibatkan masalah kesehatan pada perokok pasif, termasuk anak-anak.

Rokok tak hanya merugikan orang yang menghisapnya, tetapi juga orang di sekitar yang terkena asap rokok alias menjadi perokok pasif.  Untuk dewasa saja berbahaya, begitu juga untuk anak.

Lebih menyedihkannya, masih banyak saja orangtua merokok di depan anak-anak mereka. Apakah mereka tahu? jika paparan asap rokok akan memengaruhi kesehatan. Ketika anak-anak terpapar asap rokok, akan banyak masalah kesehatan yang terjadi baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Berikut efek buruk jika orangtua sering merokok di dekat anak.

1. Merokok di depan anak adalah kemungkinan besar mereka akan menjadi perokok saat mereka beranjak dewasa

Dampak negatif jika Anda selalu merokok di depan anak adalah kemungkinan besar mereka akan menjadi perokok saat mereka beranjak dewasa. Masalah kesehatan akan lebih buruk terjadi jika usia perokok semakin muda.

Untuk menghindari risiko ini, langkah terbaik bukan tidak merokok di depan atau dekat Anak, tetapi berhentilah merokok mulai dari sekarang!

2. Merokok dekat anak meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi

Merokok di dekat anak Anda bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden death infant syndrome (SDIS). SDIS biasanya terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Asap rokok dikhawatirkan mengganggu jalan napas anak.

Merokok di dekat anak Anda bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden death infant syndrome (SDIS). SDIS biasanya terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Asap rokok dikhawatirkan mengganggu jalan napas anak.

3. Asap rokok menghambat pertumbuhan paru-paru anak

Anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang harus dijaga kesehatannya. Jika Anda sering merokok di dekat anak, maka itu bisa menghambat pertumbuhan paru-parunya. Zat-zat berbahaya dari rokok akan mudah masuk ke dalam paru-paru  melalui saluran pernapasan anak.

Itulah mengapa, setelah merokok harus mengganti pakaian jika ingin menggendong bayi Anda. Sebab, kandungan berbahaya dari rokok melekat pada pakaian. Bahkan juga menempel di sofa jika Anda merokok dalam rumah

4. Bronkitis dan pneumonia sering kali terjadi pada anak dengan ibu perokok atau sering terpapar asap rokok

Bronkitis adalah peradangan yang terjadi di saluran udara utama pada paru-paru. Bronkitis bisa berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia merupakan radang pada bagian paru-paru yang lebih dalam.  Bronkitis dan pneumonia sering kali terjadi pada anak dengan ibu perokok atau sering terpapar asap rokok baik dari ibu maupun ayah.

5. Risiko infeksi telinga pada anak-anak dapat meningkat jika orangtua mengisi udara di rumah dengan asap rokok

Infeksi telinga tak hanya berisiko tinggi bagi para perokok, tetapi juga bagi anak Anda yang merupakan perokok pasif. Risiko infeksi telinga pada anak-anak dapat meningkat jika orangtua mengisi udara di rumah dengan asap rokok.

6. Ketika dewasa anak bisa memiliki masalah pada pernapasannya jika lingkungan sekitarnya adalah perokok

Anak yang sering terpapar asap rokok akan lebih sering batuk-batuk. Anak juga lebih berisiko terserang asma. Dampak buruknya mungkin tak selalu terlihat saat anak masih kecil. Saat dewasa nanti, anak bisa memiliki masalah pada pernapasannya jika lingkungan sekitarnya adalah perokok.

Rujukan:
http://sayangianak.com/banyak-orangtua-merokok-di-depan-anak-anak-padahal-ini-efek-buruk-jika-orangtua-sering-merokok-di-dekat-anak/

Artikel Terkait

Aher: Keberhasilan Ini Berkat ASN Jabar Sejak tahun 2008 hingga 2016, Provinsi Jabar sudah mendapatkan lebih dari 220 penghargaan nasional dan internasional. Menurut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, keberhasilan itu berkat kinerja PNS atau ASN di lingkungan masin...
Aher: Ketauladanan Harus Ditularkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa sifat ketauladanan itu harus ditularkan, agar lebih banyak lagi tauladan-tauladan yang lahir di kemudian hari. Hal itu diungkapkan Aher pada sambutan penyerahan penghargaan ...
34 Bendera Kontingen PON XIX dan Peparnas XV Sudah Dikibarkan Sebanyak 34 bendera kontingen PON XIX dan Peparnas XV Tahun 2016, Rabu (14/9) telah dikibarkan di Halaman Stadion Gelora Bandung Lautan API (GBLA) dengan inspektur upacara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Pengibaran ben...
Bimbingan Teknis Motekar .Bandung,Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga (PKK) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis bagi tenaga Motekar,kegiatan di laksanakan selama 3 hari di kab.Pangandaran.Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 130 tenaga Motekar,K...
Aher: Sukses Pertandingan, Prestasi, dan Ekonomi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengibarkan bendera PON sebelum diserahkan kepada Ketua KONI Tono Suratman (kedua kanan) yang selanjutnya diberikan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) pada penutupan PON XIX di S...

Leave a Reply

Your email address will not be published.