https://vk-smi.ru/ Ilustrasi Blue Whale Challenge

Blue Whale Challenge dikaitkan dengan bunuh diri pada 130 remaja. Apa yang akan Anda alami jika memainkannya? Apakah Anda pasti akan bunuh diri?

Koresponden Radio Free Europe dalam laporannya mengungkapkan hasil penelusurannya pada permainan yang diklaim mematikan itu. Hasil penelusuran memberi gambaran tentang apa yang akan dialami bila memainkannya.

Dalam komunitas daring Blue Whale, sang koresponden mengaku sebagai gadis berumur 15 tahun dan membuat posting, “Saya ingin memainkan ini.”

Setelah posting itu keluar, seseorang yang mengaku sebagai kuartor “Blue Whale” mengatakan, “Apakah kamu yakin? Tak ada jalan kembali.”

“Yakin. Apa maksudnya tak ada jalan kembali?” tanya sang koresponden. Lalu sang kurator menjawab “Anda tak bisa kembali sekali memulai permainan.”

Kurator akan menguraikan aturan permainan. “Lakukan tugas dengan baik dan tak seorang pun boleh tahu. Jika sudah siap, kirimkan fotomu. Di akhir permainan, kamu akan mati. Siap,” demikian sang kurator menjelaskan.

Saat sang koresponden bertanya apa yang terjadi bila pemain membatalkan permainan di tantangan terakhir, sang kurator akan mengatakan, “Saya sudah punya semua informasi tentang kamu. Saya akan langsung datang.”

Kurator akan menerangkan, setiap pemain akan mendapatkan 50 tugas yang harus diselesaikan dalam 50 hari. Sang kurator menyatakan, dirinya akan membantu setiap pemain.

Namun yang mengejutkan, sang kurator akan mengatakan, “Hari terakhir adalah akhir permainan. Jika kamu mati maka kamu menang. Jika tidak, saya akan membantumu.”

Apakah Anda Pasti Mati?

Melihat sekelumit kata-kata sang kurator dan secuplik pengalaman itu, apakah Anda pasti akan terbujuk untuk melakukan bunuh diri setelah permainan?

Hasil penelusuran Radio Free Europe mengungkap, bunuh diri atau tidak tergantung pada seberapa rasional Anda saat menerima tiap tantangan.

Dalam permainan itu, banyak juga kurator-kurator palsu. Kurator palsu kadang memanfaatkan permainan untuk meminta uang.

Stefan, seorang pemain berusia 15 tahun dari Rusia mengatakan, ia pernah diminta tiga kurator berbeda untuk mengirimkan uang 3,5 dollar AS. Ia tak punya uang sehingga mengeblok akun.

Anda bahkan bisa melarikan diri. Ketika mendapat tugas bunuh diri, Anda bisa mengeblok akun orang yang dianggap kurator.

Orang lain mungkin akan mengirimkan tugas. Namun, jika Anda mengeblok akunnya, maka permainan pun akan berhenti.

Psikolog Marina Slinkova kepada Radio Free Europe, 21 Februari 2017, mengatakan setuju bahwa permainan macam Blue Whale patut diperhatikan, tapi tak perlu paranoid.

“Saya tak berpikir satu-satunya spot gelap seorang anak adalah internet. Jika semua dalam hidupnya OK dan lalu sang anak terlibat grup ini, saya tak berpikir mereka akan bertindak sejauh itu,” katanya.

Psikolog Elizabeth Santosa kepada Kompas.com, Rabu (3/5/2017) mengatakan, anak dan remaja memang rentan tetapi mereka tidak sepenuhnya bodoh.

“Banyak dari mereka yang sebenarnya kritis. Jika ada yang bunuh diri karena challenge, apapun itu, maka itu pasti remaja yang memang sudah bermasalah,” katanya.

Jadi, Blue Whale Challenge tidak berkaitan langsung dengan bunuh diri. Tindakan bunuh diri utamanya dipicu oleh masalah yang sudah ada.

Sumber: Yunanto Wiji Utomo (kompas.com)

Artikel Terkait

Gubernur Lantik Pejabat Eselon di Halaman Gedung Sate BANDUNG-Sebagai tindak lanjut pengisian pada SOTK baru, Gubernur Ahmad Heryawan untuk keduakalinya melantik para pejabat eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Senin (9/1), bertempat di Halaman Gedung...
Geger Permen Dot Mengandung Narkoba Permen dot dalam kemasan botol diduga mengandung narkoba beredar di Kota Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, pengungkapan kasus tersebut menjadi viral di media sosial. Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sura...
Selamat Hari Anak Nasional 2016 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA PRESS RELEASE AKHIRI KEKERASAN PADA ANAK Siaran Pers Nomor: B-66/Set/Rokum/MP 01/07/2016 Mataram, NTB (23/7) – Anak merupakan aset bangsa yan...
Ketahanan Ekonomi Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memiliki program prioritas, yakni Three Ends. Program Three Ends ini bertujuan untuk mengakhiri permasalahan yang dihadapi kaum perempuan dan anak, yakni (...
Aher: Sukses Pertandingan, Prestasi, dan Ekonomi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengibarkan bendera PON sebelum diserahkan kepada Ketua KONI Tono Suratman (kedua kanan) yang selanjutnya diberikan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) pada penutupan PON XIX di S...

Leave a Reply

Your email address will not be published.