Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas tentang Dana Alokasi Khusus di Kantor Presiden Rabu (11/5/2016).

KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selain mengatur hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual, perppu ini juga memuat ancaman hukuman mati bagi pelaku.

“Pemberatan pidana berupa hukuman mati, seumur hidup, atau penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Jokowi mengatakan, kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa karena mengancam dan membahayakan jiwa serta tumbuh kembang anak.

Kejahatan tersebut juga mengganggu rasa kenyamanan, keamanan, dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

“Pidana tambahan berupa pengumuman identitas, kebiri kimia, dan pemasangan deteksi elektronik,” kata Presiden.

Jokowi berharap penambahan pasal di perppu ini memberikan ruang bagi hakim memberikan hukuman seberat-beratnya.

Keberadaan perppu ini, kata Jokowi, diharapkan bisa memberikan efek jera kepada pelaku dan menekan angka kejahatan seksual terhadap anak.

Perppu akan segera dikirimkan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Artikel Terkait

Nova Eliza: Butuh Laki-laki untuk Hentikan Kekerasan pada Perempuan NOVA Eliza terus berjuang menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Perempuan berdarah Aceh tersebut mengumpulkan 51 tokoh laki-laki yang dipilihnya sebagai sosok yang peduli untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. ...
KPAI: Sumpah Pemuda Jadi Momentum Perkuat Komitmen Indonesia Ramah Anak Hari Sumpah Pemuda memiliki banyak makna bagi kondisi Indonesia saat ini. Dari sisi perlindungan anak, Hari Sumpah Pemuda diharapkan menjadi momentum mewujudkan Indonesia ramah anak. “Semoga momentum peringatan hari ini da...
Ini Efek Buruk Jika Orangtua Sering Merokok di Dekat Anak Banyak Orangtua Merokok di Depan Anak-anak, Padahal Ini Efek Buruk Jika Orangtua Sering Merokok di Dekat Anak Meski tanda larangan merokok sudah dipasang di berbagai area publik, tetapi masih saja ada perokok yang abai. Pa...
Netty: Ortu Jangan Asik Selfie! Disela-sela kegiatannya dalam men-support tim voli putri Bandung Bank BJB Pakuan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengunjungi salah satu wahana edukasi di Kota Batu Jawa Timur yakni Museum Angkut ...
Ketahanan Ekonomi Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memiliki program prioritas, yakni Three Ends. Program Three Ends ini bertujuan untuk mengakhiri permasalahan yang dihadapi kaum perempuan dan anak, yakni (...

Leave a Reply

Your email address will not be published.