Kegiatan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dan  Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bogor selama satu hari pada hari Senin 8 Mei 2017 bertempat di Jalan Ciwaringin Kota Bogor. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik laki-laki dan perempuan yang merupakan salah satu sasaran tujuan pembangunan nasional. Kegiatan ini diikuti oleh Focal Point dari anggota Kelompok Kerja PUG se Kota Bogor.

“Isu gender dalam pembangunan muncul karena adanya kebijakan, program, kegiatan pembangunan yang kurang memperhatikan kenyataan bahwa masyarakat sebagai target pembangunan terdiri dari segmen-segmen yang berbeda khususnya perempuan dan laki-laki akan memunculkan adanya kesenjangan gender” demikian kepala DPMPPPA Kota Bogor menyampaikan sambutannya pada kegiatan ini.

Para narasumber kegiatan ini antara lain Kepala Bapeda Kota Bogor dalam materinya menyampaikan tentang perencanaan anggaran menyatakan bahwa “Perencanaan dan penganggaran responsif gender, bukanlah sebuah proses yang terpisah dari sistem yang sudah ada, dan bukan pula penyusunan rencana dan anggaran khusus untuk perempuan yang terpisah dari laki-laki.”

Sementara Dr. Budi dari IPB menyampaikan beberapa contoh ril tentang pentingnya pemahaman Penyusunan Perencanaan Dan Penganggaran Responsif Gender  antara lain kebutuhan salah satu jurusan gizi di lembaga pendidikan umumnya lebih diperuntukkan bagi perempuan, pada kenyataannya saat ini banyak permintaan jurusan gizi untuk lapangan pekerjaan laki2. Tentu saja lembaga pendidikan harus tanggap agar konsep gender sesuai dg kebutuhan bukan hanya berpihak pada perempuan saja.

Ibu Dr. Dewi Sartika Kepala DP3AKB Prov. Jabar menyampaikan materi “Begitu pentingnya semua focal point di OPD memahami angka-angka IPG dan IDG agar mampu menganalisis masalah serta pemecahannya sebagai solusi yang akan dicerminkan pada berbagai kegiatan”

Dengan demikian PUG bukanlah tujuan akhir, melainkan merupakan sebuah kerangka kerja atau alat analisis untuk mewujudkan keadilan dalam penerimaan  dan penganggaran supaya responsif gender, memberikan arah dan batasan tentang ruang lingkup perencanaan, penganggaran. [wib]

Artikel Terkait

Rapat Koordinasi Teknis Pengarusutamaan Gender INPRES Nomor 9 Tahun 2000 mengisyaratkan kepada stake holder untuk melaksanakan pengarusutamaan gender (PUG). Oleh sebab itu dukungan SDM harus memadai agar PUG dapat lebih konkrit baik pada perencanaan maupun penganggarannya...
Workshop KLA Wil. Purwakarta & Bogor 2017 Kegiatan Workshop kabupaten/kota layak anak (KLA) dan Pemilihan Forum Duta Anak di kab/kota di wilayah Purwakarta dan wilayah Bogor yang dilaksanakan tgl. 27 dan 28 Februari 2017 di Hotel Pangrango 2 di jl. Pajajaran no. 32 K...
Kegiatan Percepatan Kabupaten Kota Layak Anak se-Provinsi Jawa Barat Menuju Indonesi... Dilaksanakan di Hotel Best Western. Tanggal 26 dan 27 Oktober 2017. Peserta yang diundang yaitu 70 orang tiap kab kota yang hadir Kepala Dinas PP PA dan gugus tugas KLA yaitu dari Bapeda Acara diawali laporan panitia oleh...
Menuju Zero Violence – Jelajah Three Ends Belitung 2016 Ibu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi Kabid Perlindungan Anak BP3AKB Jawa Barat Dian Mardianawati menghadiri acara Jelajah Three...
Kunjungan Belajar PUG Kabupaten Palalawan Provinsi Riau ke Provinsi Jawa Barat Selasa 21 Mei 2019 DP3AKB Jabar menerima kunjungan kerja dari Kabupaten Palalawan. Fokus kunjungan pada pelaksanaan PUG di desa. Kegiatan kunjungan diterima oleh Tim P2WKSS Provinsi Jawa Barat yg terdiri dari tim dari Kab Ku...

Leave a Reply

Your email address will not be published.