Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX dan Peparnas XV 2016 tinggal dalam hitungan hari. Jawa Barat sebagai tuan rumah sudah siap menyambut pesta olah raga multicabang empat tahunan itu. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, dan kini hampir 100 persen semua bidang menyelesaikan programnya.

Sebagai tuan rumah, Jabar ingin menyajikan sesuatu yang berbeda pada penyelenggaraan PON kali ini. Provinsi Jabar bertekad menjadikan PON XIX termegah selama sejarah penyelenggaraan PON sebelumnya. Oleh karena itu, PB PON XIX dan Peparnas XV tidak main-main dalam mempersiapkannya. Anggaran yang digulirkan untuk event ini sekitar Rp 3 triliun.

Menurut Koordinator Penyiaran Media, Bidang PPM PB PON XIX dan Peparnas XV 2016, Budy Hermawan, semua bidang telah berjibaku bekerja siang dan malam. Mereka merancang dan melaksanakan semua program, agar saat pembukaan PON, 17 September 2016, semua sudah berada dalam jalur. Salah satu daya tarik pada event olah raga multicabang baik tingkat dunia, regional dan nasional, yakni pada sesi pembukaannya.

Jika acara pembukaannya mampu memukau penonton, termasuk yang menyaksikan di televisi, tentu akan dianggap sukses. Begitu juga pada PON XIX dan Peparnas XV 2106, telah menyiapkannya ke arah itu. Ketua Umum PB PON XIX yang juga Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan kerap mewanti-wanti agar pembukaan PON di Jabar bisa diingat sepanjang masa, dan berbeda dengan pembukaan PON sebelumnya.

Untuk menggapai itu, bidang upacara harus memutar otak terkait konsep pembukaan PON nanti agar benar-benar menarik. Berbagai masukan atau saran dari masyarakat termasuk dari Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, yang notabene memahami dunia entertainment, sangat berarti untuk acara pembukaan nanti. PB PON belum membeberkan secara deteil konsep acara pembukaan PON nanti. Tujuannya untuk memberikan kejutan kepada masyarakat. Sedikitnya 1.700 penari akan ikut ambil bagian dalam memeriahkan acara pembukaan nanti.

Bidang pertandingan sudah menetapkan, PON ini akan memperebutkan 754 nomor pertandingan dari 44 cabang pertandingan yang tempat penyelengaraannya tersebar di 16 kota dan kabupaten di Jabar. PON tahun ini akan menghadirkan 9.300 atlet, 4.355 official, 2.649 wasit, 195 dewan hakim, 1.224 liaison officer, 2.556 panitia pelaksana dan 2.452 petugas lapangan.

Semua venue ditargetkan akhir Agustus ini selesai. Begitu pun semua cabang olah raga bisa memulai tes arena dan kegiatan sebelum pertandingan sesungguhnya dilaksanakan pada akhir Agustus 2016. Bidang akomodasi juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak hotel yang memenuhi standar kelayakan bagi atlet yang berlaga di PON. Sebagai tempat tujuan wisata, Jabar tidak akan kesulitan dalam memenuhi kamar hotel bagi peserta PON, maupun suporternya. Hotel bintang 3 dan 4 cukup banyak dan ada di 16 kota dan kabupaten tempat venue cabang olah raga PON.

Bidang Teknologi Informasi dan Komiunikasi (TIK) juga sudah membuat langkah lebih maju di mana semua yang terlibat langsung dalam PON dan Peparnas ini. Mekanisme pendafataran tidak lagi secara manual. Semua dilakukan melalui pendaftaran secara onlinedan masyarakat juga bisa melihat informasi tentang PON melalui website resmi www.pon-peparnas2016jabar.go.id dan aplikasi mobile.

Bidang Pemasaran dan Dana Usaha (PDU) juga bekerja keras dalam upaya menarik minat sponsor. Bagaimana pun kegiatan multicabang ini selalu menarik minat sponsor sebagai sarana dalam memasyarkatkan brand-nya.

Hal itu cukup beralasan karena event ini selalu mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia yang ingin tahu prestasi daerahnya. Apalagi, PON akan diikuti oleh sekitar 9.000 lebih atlet.

Bidang-bidang lainnya, di antaranya Bidang Pelayanan dan Penyiaran Media (PPM), transportasi, keamanan, saat ini dalam kondisi pada jalur yang benar dalam menjalankan programnya. Semua bidang telah saling berkoordinasi satu sama lain agar penyelenggaraan ini bisa berlangsung sukses. Keinginan Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan, yang mewakili masyarakat Jabar, bahwasannya PON XIX 2016 harus tampil termegah, termewah dan terbaik dari penyelenggaraan PON sebelumnya.

Oleh karena itu, kami mengajak semua masyarakat bisa sama-sama konsentrasi penuh terutama pada 17-29 September dan 15-24 Oktober menyukseskan kegiatan PON dan Peparnas. Tanpa dukungan dari masyarakat Jabar, kegiatan ini akan sia-sia dan tanpa arti. Bagaimana pun ini kesempatan bagi Jabar yang telah ditunggu selama 50 tahun lebih.Momentum ini pula merupakan kesempatan bagi Provinsi Jabar untuk menunjukkan kepada provinsi lain atau masyarakat Indonesia, bahwa PON XIX dan Peparnas XV 2016 paling berkesan di Tanah Air.

Sumber: Republika.co.id

Artikel Terkait

Langkah Pertama Dilakukan Istri ketika Alami KDRT Ilustrasi istri KDRT (Foto: Shutterstock) KEKERASAN Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi isu besar. Kasus kekerasan perempuan ini memang sulit untuk dihilangkan. KDRT bisa berupa ...
Bangun Kepantasan Diri Sebagai Calon Pemimpin Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menuturkan persaingan yang kita hadapi merupakan sesuatu yang bersifat alamiah. Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonom...
KDRT Bukan Lagi Ranah Privat, Segera Laporkan Jika Anda Menemukan Kasusnya! Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sejak dilahirkan berniat untuk melakukan kekerasan, baik terhadap suami, istri, anak, bahkan anggota keluarga lainnya. Meski sudah ada sejak lama, namun mengapa Kekerasan Dalam Rumah Ta...
Kemnaker Luncurkan Kampanye Indonesia Bebas Pekerja Anak 12 Juni 2017 Jakarta — Memperingati Bulan Menentang Pekerja Anak Nasional setiap bulan Juni dan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pada 12 Juni,  Kementerian Ketenakerjaan (Kemnaker) meluncurkan Kampanye Indonesia Bebas Pekerja Anak (K...
Ini 10 Dampak Buruk Pada Psikologis Anak Jika Sering Memarahinya di Depan Umum Sering Memarahi Anak di Depan Umum? Anda Harus Tahu, Ini 10 Dampak Buruk Pada Psikologis Anak Jika Sering Memarahinya di Depan Umum Dikaruniai buah hati dalam kehidupan rumah tangga merupakan anugerah terbesar yang dib...

Leave a Reply

Your email address will not be published.