Ibu bekerja sering dibuat galau akan pilihan antara meneruskan karier dan keluarga. Jika ingin memilih tetap bekerja, umumnya Ibu khawatir tidak memiliki banyak waktu dengan keluarga sehingga kebutuhan anak terabaikan.

IBU BEKERJA SEBELUM BUAH HATI BERUSIA 14 TAHUN MENINGKATKAN PROSPEK KARIER ANAK PEREMPUANNYA

Bagi Anda para Ibu Bekerja  yang merasa demikian, riset terbaru yang dilakukan Harvard Business School ini bisa sedikit melegakan. Studi tersebut mengungkapkan bahwa wantia yang bekerja di luar rumah sebelum buah hati berusia 14 tahun akan meningkatkan prospek karier anak perempuannya.

Penelitian tersebut dilakukan pada 50 ribu orang dewasa dengan rentang usia 18 hingga 60 tahun di 24 negara dari tahun 2002 hingga 2012. Data tersebut dikumpulkan oleh International Social Survey Program, sebuah program multi negara yang sering melihat tren sosial di negara-negara berkembang.

Di Amerika Serikat terungkap jika wanita-wanita yang ketika kecil ibunya bekerja menerima penghasilan 23% lebih tinggi dibanding yang tidak. Sepertiga dari mereka berprofesi di jabatan yang cukup tinggi, misalnya supervisi. Sementara secara keseluruhan, wanita yang dibesarkan oleh ibu bekerja memiliki pendapat 6% lebih besar dari pada mereka yang diasuh ibu rumah rangga.

IBU BEKERJA MENJADI PANUTAN ANAK PEREMPUAN, JUGA MENDORONG ANAK LELAKI TERLIBAT DALAM URUSAN RUMAH TANGGA

Menurut pemimpin studi, Kathleen McGinn, ibu bekerja bukan hanya bisa menjadi panutan yang baik untuk anak perempuan namun juga mendorong anak lelaki lebih banyak terlibat dalam urusan rumah tangga. Hal tersebut pun terbawa ketika mereka dewasa. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

“Anak lelaki tidak butuh bukti dari ibunya bahwa tidak apa jika laki-laki bekerja. Anak perempuan melihat lingkungan sekitar untuk mengetahui apa yang pantas. Mereka melihat bahwa pantas dan beralasan untuk wanita pergi bekerja, menjadi penuh daya, bertanggung jawab melakukan pengawasan, dan menghasilkan uang,” kata Kathleen.
Ibubekerja

MEMPUNYAI IBU BEKERJA TIDAK MEMBUAT ANAK-ANAKNYA MENJADI KURANG BAHAGIA

Julie de Azevedo Hanks, pemilik Wasatch Family Therapy pun mengatakan jika mempunyai ibu bekerja tidak membuat anak-anaknya menjadi kurang bahagia. Meski melihat studi ini menarik karena melihat manfaat dari sisi ekonomi, ia menganggap jika yang paling penting adalah sang ibu merasa bahagia. Jika anak-anak perempuan melihat ibunya senang, hal tersebut juga akan berdampak positif bagi mereka.

“Itu tidak berarti anak-anak mereka akan menjadi lebih sukses di kehidupan pribadi. Jika seorang ibu, apapun status kerjanya, bahagia dan merasa terpenuhi, itu bagus juga untuk anak-anak perempuan.” kata Julie.

Sumber: sayangianak.com

Artikel Terkait

Langkah Pertama Dilakukan Istri ketika Alami KDRT Ilustrasi istri KDRT (Foto: Shutterstock) KEKERASAN Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi isu besar. Kasus kekerasan perempuan ini memang sulit untuk dihilangkan. KDRT bisa berupa ...
Tips Memilih Film Kartun untuk Anak Anda Anak-anak sangat menyukai film kartun. Namun demikian harus juga hati-hati dan waspada, ada beberapa film kartun yang beracun dengan membawa pesan merusak yang tidak sesuai dengan budaya aturan yang kita anut. Baca juga Fi...
Kasus Perdagangan Anak Menanggapi pemberitaan terkait 99 anak dibawah umur yang menjadi korban prostitusi gay di Bogor, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan, ikut angk...
10 Alasan dan Kelebihan Ayah yang Terlibat dalam Pengasuhan Apakah laki-laki yang terlibat dalam pengasuhan akan membuat harga dirinya sebagai laki-laki runtuh? Jawabnya tentu tidak. Justru laki-laki yang demikian akan dikenal sebagai Ayah yang hebat karena menjadi Ayah yang berta...
Gubernur Jabar Ancam Tenaga Pendidik yang Merokok Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar memberikan sanksi yang tegas kepada tenaga pendidik atau pengajar yang merokok. Hal itu diungkapkan saat melakukan inspeksi mendadak...

Leave a Reply

Your email address will not be published.