Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengimbau agar aksi Skip Challange tidak dianggap sebuah permainan, tantangan, dan sensasi yang menyenangkan sehingga mengikuti dan menyebarkannya di media sosial. Dia meminta orangtua, guru serta pihak sekolah mengambil langkah tegas untuk mengawasi aktivitas anaknya.

“Dengan mengawasi anak dari tindakan dan informasi yang membahayakan adalah sebuah langkah upaya pencegahan terhadap kekerasan pada anak,” kata Yohana seperti dikutip Antara, Selasa 14 Maret 2017.

Sumber : MetroNews

Artikel Terkait

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia BANDUNG-Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia berlangsung di lapangan Gasibu Bandung, (17/8) dengan Inspektur upacara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sedangkan untuk komand...
Pentingnya Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah Dapat menjadi jembatan antara orangtua dan sekolah. Libur telah usai, tahun ajaran baru sebentar lagi dimulai. Biasanya rutinitas orangtua saat menyambut datangnya tahun ajaran baru adalah mempersiapkan perlengkapan sekola...
Apa ‘Blue Whale Challenge’ dan mengapa orang tua harus khawatir? Sejumlah pihak telah mengeluarkan peringatan kepada orang tua tentang 'permainan' media sosial yang dilaporkan terkait dengan kasus bunuh diri di Rusia. Blue Whale Challenge - begitu permainan ini populer disebut - dilapor...
9 Menteri, 22 Gubernur, dan 159 Bupati/Walikota Raih APE 2018 Siaran Pers Nomor: B-272 /Set/Rokum/MP 01/12/2018 Jakarta (19/12) – Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise secara si...
10 Alasan dan Kelebihan Ayah yang Terlibat dalam Pengasuhan Apakah laki-laki yang terlibat dalam pengasuhan akan membuat harga dirinya sebagai laki-laki runtuh? Jawabnya tentu tidak. Justru laki-laki yang demikian akan dikenal sebagai Ayah yang hebat karena menjadi Ayah yang berta...

Leave a Reply

Your email address will not be published.