Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, sebagian besar masyarakat telah melakukan perjalanan mudik, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan, khususnya bagi kaum perempuan dan anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjalani mudik ramah perempuan dan anak.

Selain, menggunakan kendaraan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, Yohana juga mengingatkan agar para orangtua meningkatkan kewaspadaan terhadap anak agar terhindar dari modus kejahatan dan penculikan. Bagi para orangtua, ingat, modus kejahatan dan penculikan di tempat umum semakin banyak. Usahakan selalu menggandeng anak-anak agar tidak terlepas dari pengawasan.

Ajari anak-anak agar berhati-hati dengan tawaran makanan, minuman, atau mainan dari orang yang tidak dikenal. Selain itu, alangkah baiknya jika kita memakaikan tanda pengenal pada anak-anak agar mudah dicari ketika terlepas dari pengawasan orangtua.

“Pastikan ada nomor kontak orangtua di saku pakaian anak-anak. Saya juga menghimbau bagi para ibu atau kaum perempuan agar membawa kebutuhan khusus menyusui dan menstruasi selama di perjalanan,” kata Yohana seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (21/6).

Artikel Terkait

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia BANDUNG-Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia berlangsung di lapangan Gasibu Bandung, (17/8) dengan Inspektur upacara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sedangkan untuk komand...
Ineu Sebut Momen Kartini Refleksi Kaum Perempuan Indonesia Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari menyebutkan bahwa momen peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April sebagai momentum merefleksikan nilai-nilai kepribadian Kartini bagi kaum p...
18,27 Juta Anak Indonesia tak Punya Akta Kelahiran Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (Ilustrasi) Sebanyak 18,27 juta anak Indonesia atau sekitar 21,97 persen dari total penduduk Indonesia berusia 0-17 tahun berjumlah 83,14 juta jiwa, tidak memiliki akta kelahiran. Angka it...
Mendikbud: Pembentukan Karakter Harus Menjadi Prioritas Hardiknas 2017: Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas  Mendikbud: Pembentukan Karakter Harus Menjadi Prioritas        Jakarta, Kemendikbud – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 mengambil...
7 Pola Asuh Penyebab Anak Menjadi LGBT Pola asuh tepat berperan signifikan dalam mencegah orientasi seksual LGBT. Berikut 7 pola asuh penyebab anak menjadi LGBT menurut Elly Risman, MPsi: 1. Orangtua yang TIDAK PEDULI Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published.