http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20605.jpg

Tresna Indung merupakan penghargaan atau anugrah budaya yang diberikan lembaga swadaya masyarakat HaikuKu Indonesia kepada kalangan perempuan yang telah berjasa mengangkat derajat kaum perempuan.

Itulah alasan mereka memberikan anugrah ini kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Presetiyani Heryawan dalam rangkaian Hari Ibu, 22 Desember 2016 ini.

Presiden HaikuKu Indonesia, Diro Aritonang mengatakan, Netty dipandang sosok perempuan yang berjasa dan punya konsistensi dalam dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, kesetaraan gender, ketinggian akhlak, serta pemahaman terhadap nilai-nilai tradisi, budaya dan seni.

Penghargaan Tresna Indung yang diberikan kepada Netty hasil penilaian timnya untuk menentukan siapa figur yang pantas di Jawa Barat. Pilihan tertuju kepada Netty karena prestasinya bukan hanya lingkup Jawa Barat, namun juga tingkat nasional, bahkan pernah meraih penghargaan dari dunia internasional.

“Beliau sosok yang punya kecerdasan, santun, dan kepedulian terhadap eksistensi kekinian perempuan Jawa Barat, baik menyangkut ketenagakerjaan, maupun perannya dalam kehidupan ruamah tangga,” kata Diro di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Kota Bandung, Kamis (22/12/2016).

Diro menambahkan, perjuangan Netty dalam kesetaraan gender, terutama keluarga merupakan faktor utama dalam mewujudkan keadilan gender.

Perempuan kelahiran Pacitan, 15 Oktober 1969 ini pun dinilai sejak dulu adalah aktivis kemanusian di Indonesia, khususnya dalam bidang peran perempuan pada pembangunan bangsa sekaligus memenuhi hak pendidikan anak.

Penghargaan yang diberikan HaikuKu Indonesia ini pun sebagai pendukung dari penghargaan dunia internasional yang sebelumnya sudah didapatkan Netty, yakni penghargaan Local Hero dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

“Selain dari Kedutaan Amerika, beliau juga sudah konsen lama dalam dunia kemanusiaan dan perempuan. Pada tahun 2010 dari Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia juga memberikan penghargaan sebagai kepeduliannya terhadap kemanusiaan,” jelasnya.

Penghargaan ini pun sebagai bentuk peringatan hari ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember oleh komunitasnya. Ini juga sebagai bentuk dukungan buat Netty dan perempuan Jawa Barat lainnya agar terus menjadi ibu-ibu luar biasa, baik dalam rumah maupun pengabdiannya dalam dunia kemanusiaan di luar rumah.

“Beliau bukan lagi sosok figur ibu yang bisa dicontoh di jawa Barat namun juga mungkin Indonesia,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Si Kecil Makin Pintar dengan Bermain Puzzle Anak-anak menyukai berbagai macam mainan. Namun, memilihkan mainan untuk anak balita hendaknya tidak sebatas untuk membuatnya terhibur saja ya, Mam. Mainan mempunyai peran yang penting dalam perkembangan fisik maupun kecerdas...
Apa ‘Blue Whale Challenge’ dan mengapa orang tua harus khawatir? Sejumlah pihak telah mengeluarkan peringatan kepada orang tua tentang 'permainan' media sosial yang dilaporkan terkait dengan kasus bunuh diri di Rusia. Blue Whale Challenge - begitu permainan ini populer disebut - dilapor...
Cara Ajari Anak Jauhkan dari Sentuhan Pelecehan Foto: Ilustrasi Anak-anak sering menjadi korban pelecehan seksual. Entah itu perempuan atau lelaki. Alhasil, peran orangtua saat ini lebih menantang dengan meningkatnya kejahatan sosial di lingkungan kita. Mendidik anak...
Menanti PON Termegah di Tanah Air Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX dan Peparnas XV 2016 tinggal dalam hitungan hari. Jawa Barat sebagai tuan rumah sudah siap menyambut pesta olah raga multicabang empat tahunan itu. Berbagai persiapan telah d...
Hak dan Manfaat Bermain bagi Anak-Anak Kita Play keeps us fit physically and mentally. Bermain menjaga kita bugar, baik fisik maupun mental (Stuart Brown, MD, Contemporary American psychiatrist) Play is our brain’s favorite way of learning. Bermain adalah cara pe...

Leave a Reply

Your email address will not be published.