Pengembangan Industri Rumahan merupakan implementasi Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pembangunan Industri Rumahan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Perempuan.

KPPPA melihat bahwa IR ini merupakan potensi besar yang ada di masyarakat bila dikelola dengan baik, akan memberikan nilai tambah yang sangat signifikan untuk peningkatan kemampuan dan ketahanan ekonomi masyarakat. Kepentingan KPPPA adalah mengingat banyak pelaku usaha IR adalah perempuan dan mereka harus ditingkatkan kemampuannya agar nilai tambah dari usaha mereka meningkat untuk dapat memberikan lebih banyak peluang peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Upaya peningkatan Industri Rumahan juga merupakan upaya untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi perempuan masuk pada pekerjaan sebagai buruh migran tanpa persiapan yang cukup.

Pengembangan Industri Rumahan merupakan tiga isu prioritas utama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA), yang disebut 3ENDs, yaitu 1) Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, 2) Mengakhiri perdagangan manusia, dan 3) Mengakhiri kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan. Upaya pengurangan kesenjangan ekonomi merupakan kegiatan lanjutan dari Kebijakan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP), tahun 2017 dengan menerapkan pelatihan berbasis Komputer dengan membuka kelas2 pelatihan e commerce di seluruh indonesia dengan bekerja sama dg APTIKOM

Di Jabar dilaksanakan sbb
1). 26 Oktober di AMIK Tasik peserta IR wilayah Tasik
2). 4 November di wilayah Priangan di labkom UNINUS
3). 4 November di wilayah Cirebon di STMIK Cirebon

Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan

Artikel Terkait

Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender Rumah Sakit Swasta di Kota Sukabumi Dalam rangka percepatan implementasi gender di Provinsi Jawa Barat melalui peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana Prasarana yang Responsif Gender di tempat k...
Lomba Rangkai Bunga dari Kain Batik Kegiatan dharma wanita Prov Jabar Lomba merangkai bunga dari kain batik, di gedung Korpri Prov Jabar pada 13 September 2017 Lomba Rangkai Bunga dari Kain Batik Lomba Rangkai Bunga dari Kain Batik
Bimtek Operator SIGA Th. 2017 Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Sistem Informasi Gander Dan Anak (SIGA) dalam Rangka Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jawa Barat Selasa (21/2/17), bertempat di Puri Kathulistiwa Kab Sumedang telah dilaksa...
Pertemuan Tenaga Penggerak Desa/Kel Tahun 2017 Kota Bogor Kegiatan dilaksanakan untuk Wilayah Bogor, 12 April 2017. Hadir sebagai narasumber Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk, (Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Drs. Humphrey Apon, M...
Tenaga Motekar Ditata BANDUNG-Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) mengalami penataan. Melalui penataan ini, tenaga Motekar harus memenuhi persyaratan yaitu sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Bagi tenaga Motekar yang belum memenuhi s...

Leave a Reply

Your email address will not be published.