NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mewacanakan daerahnya menjadi kabupaten layak dan ramah anak. Hal itu di antaranya dilakukan dengan menyediakan ruang publik bagi anak-anak.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengungkapkan, indikator daerah layak anak di antaranya minimnya kekerasan terhadap anak serta ketersediaan ruang publik bagi anak. Di komplek perumahan, banyak yang sudah menyediakan fasilitas umum berupa ruang publik termasuk untuk anak-anak.

“Kami juga sedang merancang kawasan yang bisa mengakomodir hak anak. Tapi tidak semua kawasan bisa dirancang sedemikian rupa supaya ramah anak, terutama di perkampungan,”katanya di Padalarang, Rabu 30 November 2016.

Beberapa rancangan yang dipersiapkan, menurut dia, di antaranya membangun ruang-ruang publik seperti alun-alun sampai di tingkat desa dengan memperhatikan kebutuhan bermain bagi anak-anak. Di Komplek perkantoran Bandung Barat pun, dari 100 hektar yang direncanakan, sebagian besarnya adalah ruang terbuka hijau dan ruang publik.

Selain itu, lanjut Abubakar, Pemkab juga sedang mempersiapkan regulasi teknis yakni Peraturan Bupati tentan Kawasan Tanpa Rokok. “Perdanya sudah ada, sekarang masih menyusun Perbup untuk mengatur ruang mana saja yang harus dibebaskan dari asap rokok, tentu kepentingan anak akan diperhatikan dalam regulasi tersebut,” katanya.***

Artikel Terkait

Kejahatan Serius Kemanusian Perdagangan Orang Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah kejahatan serius terhadap kemanusiaan dengan memanfaatkan sindikat. Tindak pidana ini dianggap serius karena adanya indikasi eksploitas terhadap manusia. "Eksploitasi terjadi dari sisi e...
Hukuman Kebiri Menyasar Kejahatan Seksual Berulang, Beramai-ramai, dan Paedofil KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (10/5/2016) KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menandatangani Per...
KPAI Minta Penerbit Tarik Buku “Aku Berani Tidur Sendiri” Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta penerbit PT Tiga Serangkai untuk menarik buku "Aku Berani Tidur Sendiri" karangan Fitria Chakrawati. KPAI menilai buku tersebut memuat konten tidak ramah anak yang dapat di...
Nova Eliza: Butuh Laki-laki untuk Hentikan Kekerasan pada Perempuan NOVA Eliza terus berjuang menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Perempuan berdarah Aceh tersebut mengumpulkan 51 tokoh laki-laki yang dipilihnya sebagai sosok yang peduli untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. ...
Jenguk Jamaludin, P2TP2A Jabar Akan Siapkan Psikolog Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan mengingat usia Jamaludin, bocah korban kecelakaan mesin penggilingan tanah yang masih sangat belia, pendampi...

Leave a Reply

Your email address will not be published.