Dasar Pemikirannya adalah bahwa Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu mengelola kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan cara bervariatif maupun kreatif. Ini menunjukkan keluarga tersebut merupakan keluarga yang kuat, akan tetapi keluarga tersebut bukanlah keluarga yang tanpa ada permasalahan, namun keluarga tersebut adalah keluarga yang tahan banting serta cenderung mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

Karakteristik keluarga yang kuat adalah cenderung mampu melihat sisi positif dari suatu permasalahan, membangun suatu kebersamaan dan komunikasi yang efektif, fleksibilitas dan mampu mengalokasikan waktu bersama. Hal-hal yang mampu meningkatkan kekuatan suatu keluarga adalah adanya kasih sayang, saling menghargai, memiliki waktu bersama, saling menguatkan, berkomitment, komunikasi, kesiapan menghadapi perubahan, spiritualitas, komunitas dan ikatan keluarga, peran yang jelas. (Amir Syarifuddin, 2007: 120).

Masalah-masalah yang muncul akhir-akhir ini terkait dengan perkawinan dan keluarga berkembang pesat antara lain; tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, kasus perkawinan sirri, perkawinan mut’ah, polighami, dan perkawinan di bawah umur meningkat tajam yang sangat berpengaruh terhadap eksistensi kehidupan sebuah keluarga. Oleh sebab itu, dan seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dan keluarga, maka masyarakat bersama unsure terkait perlu kembali manata peran dan fungsinya agar lebih sesuai dengan kondisi dan perkembangan terkini. Untuk menjawab persoalan tersebut, masyarakat harus menyiapkan seluruh perangkat pelayanan tersmasuk SDM, sarana dan prasarana yang memadai.

Menyoroti gejala rapuhnya sendi kehidupan perkawinan dan keluarga serta merosotnya peran orangtua dilihat dari kasus perceraian, kenakalan dan penyimpangan perilaku anak dan remaja dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Oleh karena itu, dalam proses pembentukan sebuah keluarga diperlukan adanya sebuah program pendidikan yang terpadu dan terarah. Program pendidikan dalam keluarga ini harus pula mampu memberikan deskripsi kerja yang jelas bagi tiap individu dalam keluarga sehingga masing-masing dapat melakukan peran yang berkesinambungan demi terciptanya sebuah lingkungan keluarga yang kondusif untuk mendidik anak secara maksimal

Adapun Maksud dan Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Peserta mampu menghadapi pernikahan, mengelola perannya dengan baik sebagai istri dan ibu bagi anak-anak serta mampu membina keluarga sakinah, mawadah warahmah.
2. peserta memiliki wawasan dan pengetahuan mendalam terkait pernikahan dan Rumah Tangga Keluarga.

Adapun bentuk kegiatan ini adalah sebagai berikut:
a. Ceramah
b. Dialog Interaktiv
c. Tanya Jawab
d. Ice Breaking/outbond

Kegiatan ini dilaksanakan pada
Hari/Tanggal : minggu sd senin 12 sd 13 oktober 2017
Waktu : Pukul 08.00 – 15.00 WIB
Tempat : Pangalengan kab bandung
Peserta Kegiatan ini adalah 100 orang perwakilan dari KOHATI/HMI Cabang se￾wilayah kerja BADKO HMI Jawa Barat dan DPPPA(siga dan peka ) Kabupaten atau kota.

Materi kegiatan ini antara lain
1.Peningkatan kualitas hidup perempuan DP3AKB
2.menyusun perencanaan pernikahan yg efektif dari IAIN

Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat

Artikel Terkait

Musrenbang Jabar 2018 Fokus Penyelarasan Rencana Kerja Puncak penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat tahun 2018 berlangsung pada Kamis, 13 April 2017. Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) ini, dihadiri Menteri D...
Serah Terima Mobil pelayanan untuk Masyarakat kepada FAD Jabar Bandung,Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Dr.Ir.Hj.Dewi Sartika,M.Si. Bersama jajarannya menyerahkan mobil pelayanan untuk masyarakat kepada Forum Anak Jawa Barat yang diterima oleh perwakilan dari Forum Anak Jawa Barat ...
Pembukaan FAN & Kirab Budaya Nasional Deputi bidang tumbuh kembang anak Lenny S. Rosalin didampingi wakil walikota Mataram Mohan Roliskana dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi membuka Forum Anak Nasional dan kirab budaya 2016 yang diselengga...
Bakti Sosial ke SLB Al Hikmah Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat kembali melaksanakan bakti sosial. Kali ini bakti sosial dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Al Hikmah Kabupaten Bandung Barat....
Seminar Sambut Hardiknas: Orang Tua Adalah Role Model Bagi Anak-anak Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang DP3AKB Prov Jabar menyelenggarakan Seminar Pendidikan karakter Bertempat di PRIME PARK pada 29 April 2017. Kegiatan ini dikerjasamakan dengan BKOW Provinsi Jawa Barat. Pem...

Leave a Reply

Your email address will not be published.