Sejak awal mulai terbentuknya P2TP2A melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 15 tahun 2010 hingga saat ini, P2TP2A Provinsi Jawa Barat telah menerima dan menangani 777 kasus, meliputi kasus trafiking 269 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 246 kasus, serta kasus kekerasan terhadap anak (KTA) sebanyak 262 kasus. Berdasarkan catatan, jumlah kekerasan terhadap perempuan maupun anak terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Barat.

kunker-bp3akb-p2tp2a-jabar-ke-bali(4)

Dalam rangka melakukan upaya optimal untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jawa Barat tersebut, maka Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat senantiasa berusaha meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat baik dalam bentuk penanganan dan pendampingan medis, psikologis, serta penanganan dan pendampingan hukum. Selain itu, P2TP2A Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan BP3AKB Provinsi Jawa Barat untuk melakukan kerja sama antar daerah, terutama dengan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terjadinya trafiking seperti Bali. Kerja sama tersebut diwujudkan dalam bentuk Kunjungan Kerja P2TP2A Provinsi Jawa Barat ke Yayasan Kerti Praja dan P2TP2A Provinsi Bali.

Kegiatan ini bertujuan untuk saling sharing informasi terkait model penanganan korban trafiking asal Jawa Barat  mulai data korban yang akurat, sampai penanganan korban yang cultural oriented berdasarkan kecenderungan budaya yang dimiliki orang Sunda (Jawa Barat). Target sasaran kegiatan ini adalah tenaga kerja Indonesia asal Jawa Barat yang berada di Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis s/d Sabtu, tanggal 28-30 April 2016, waktu: 10.30 WITA s/d selesai, dengan lokus kunjungan ke: Yayasan Kerti Praja dan P2TP2A Provinsi Bali.

Rombongan dari Provinsi Jawa Barat dipimpin oleh Hj. Netty Prasetiyani selaku Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat. Rombongan terdiri dari Pengurus P2TP2A Provinsi Jawa Barat, unsur dari BP3AKB Provinsi Jawa Barat, dan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi JAwa Barat.

Dari hasil pertemuan tersebut, disimpulkan bahwa:

  1. Kerjasama lintas wilayah termasuk dalam hal penguatan data perlu ditingkatkan dalam proses kuratif bagi penderita AIDs akibat prostitusi, mengingat pelaku prostitusi yang mendapat pengobatan berasal dari wilayah yang berbeda termasuk dari Jawa Barat yang menjadi wilayah asal yang dominan.
  2. Penguatan jejaring sangat dibutuhkan secara lintas wilayah di berbagai aspek dalam rangka memaksimalkan peran dan fungsi P2TP2A Provinsi dan BP3AKB Provinsi termasuk dalam hal penguatan dan pembaharuan MoU antarprovinsi.

kunker-bp3akb-p2tp2a-jabar-ke-bali(3)

kunker-bp3akb-p2tp2a-jabar-ke-bali(2)

Artikel Terkait

Inovasi dan Sinergitas Kader Motekar di Bimtek V Inovasi dan Sinergitas Kader Motekar di Bimtek V ----- Bimbingan teknis (BIMTEK) Motekar telah menginjak yang kelima ini dilaksanakan di Kota Bogor. Tujuan dari Bimbingan Teknis Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga adalah: ...
Penyerahan Penghargaan Pemerintah kepada Masyarakat Berprestasi Penyerahan penghargaan Pemerintah kepada masyarakat berprestasi dilaksanakan di aula barat Gedung Sate tanggal 15 Agustus 2016 yang dihadiri oleh 100 orang berprestasi dari 27 kabupaten kota. Diantara mereka ada 4 orang anak ...
Monitoring dan Evaluasi KLA Award ke Kota Bandung Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika melaksanakan monitoring dan evaluasi Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) Award ke Kota Bandung dalam rangka K...
MONEV SEKOPER CINTA DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Kegiatan Monev Sekoper cinta berlokasi di Kabupaten Bandung Barat dihadiri oleh Ibu Ketua Umum Sekoper Cinta Atalia Praratya Kamil, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat Hengky Kurniawan dan kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa B...
Santunan ke Keluarga Korban Perkosaan dan Pembunuhan Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Dewi Sartika mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prastyani Heryawan saat mengunjungi keluarga korban kasus pembunuhan dan pem...

Leave a Reply

Your email address will not be published.