Anak-anak menyukai berbagai macam mainan. Namun, memilihkan mainan untuk anak balita hendaknya tidak sebatas untuk membuatnya terhibur saja ya, Mam. Mainan mempunyai peran yang penting dalam perkembangan fisik maupun kecerdasan anak , lho.  Maka dari itu, pilihkan jenis mainan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi si kecil untuk mengembangkan kemampuan belajarnya.

Salah satu jenis mainan yang direkomendasikan untuk anak balita adalah puzzle. Riset yang dilakukan para peneliti di University of Chicago menemukan, anak usia 2-4 tahun yang gemar bermain puzzle kelak akan memiliki kemampuan spasial yang lebih baik. Selain itu, masih banyak lho kelebihan dari membiasakan si kecil memainkan permainan yang diyakini dapat membentuk anak cerdas ini, yaitu:

● Melatih kemampuan motorik halus
Anak batita masih dalam proses belajar mempraktikkan kemampuan motorik halusnya, yakni keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Bermain puzzle sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorik halus si kecil. Saat anak membalik, memutar, dan memindahkan keping puzzle, mereka belajar mengatur tangan dan matanya untuk bekerja sama. Saat mata memandangi kepingan puzzle, otak mencari tahu di mana harus meletakkannya. Lalu, otak dan mata bekerjasama menyuruh tangan mengambil keping satu-persatu dan meletakkan di tempat yang seharusnya, sampai puzzletersusun dengan rapi.

● Melatih kemampuan memecahkan masalah
Puzzle adalah permainan teka-teki. Saat bermain puzzle, anak ditantang untuk memecahkan masalah, yakni menyusun kepingan-kepingannya secara tepat hingga menghasilkan suatu gambar. Dalam proses ini, anak dilatih untuk berpikir kreatif karena secara alami ia akan mencoba beberapa cara guna menempatkan potongan gambar puzzle secara tepat.

● Mengenal bentuk dan warna
Anak batita masih belajar mengenal bentuk dan warna benda-benda yang ada di sekitarnya. Bermain puzzle dapat membantu si kecil mengenal aneka bentuk, warna, dan gambar pada setiap kepingnya

● Melatih daya ingat
Saat bermain puzzle, anak harus berusaha mengingat sebuah gambar, lalu menyusun kepingan yang tersebar menjadi gambar yang sama. Dalam proses ini, ia akan dilatih untuk mengingat posisi setiap keping puzzle.

Pada awalnya, Mam dapat memberikan puzzle dengan jumlah keping yang sedikit. Setelah si kecil terbiasa dengan proses bermain puzzle, Mam dapat memberinya puzzle dengan jumlah kepingan yang lebih banyak dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi. Meski bermain puzzle sangat efektif dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak , pastikan juga bahwa ia menikmati aktivitas tersebut ya, Mam. Membentuk anak cerdas  memang penting, akan tetapi mendorongnya untuk bersenang-senang dan menikmati proses belajarnya juga tak kalah penting, lho!

Sumber:
psychologicalscience.org/index.php/news/releases/playing-with-puzzles-and-blocks-may-build-childrens-spatial-skills.html
news.uchicago.edu/article/2012/02/15/puzzle-play-helps-boost-learning-important-math-related-skillshttps://www.parentingclub.co.id/smart-stories/info-nutrisi/si-kecil-makin-pintar-dengan-bermain-puzzle

Artikel Terkait

Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak. Ini 9 Solusi Agar Tidak Membe... Ada saat-saat pengasuhan dimana kita merasa marah karena tingkah laku atau kejadian yang diakibatkan oleh anak-anak. Bisa jadi, saat itu adalah detik-detik terakhir kita seharusnya berangkat atau detik-detik kita merasakan le...
Mendidik Anak dengan Baik Itu Perlu, Ini 8 Kebaikan yang Bisa Diajarkan Pada Buah Ha... Anak adalah harta bagi setiap orang tua yang tidak ternilai harganya. Agar tumbuh dengan baik dan memiliki sifat yang terpuji, anak perlu diajarkan kebiasaan yang baik sebagai bekal masa depannya kelak. Sebagai orang tua tent...
Bolehkah si Kecil Menonton TV? Entah dengan alasan kesibukan, atau sekadar mengisi waktu si Kecil, orangtua kerap memanfaatkan siaran TV maupun DVD edukasi anak-anak. “Nggak apa-apa deh, kan siarannya khusus untuk anak-anak, ada manfaat edukasinya kok,” mu...
Bulan Ramadhan Bulan Keluarga Luangkanlah waktu setidaknya 20 menit setiap hari untuk keluarga demi mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak. Sudahkah itu Anda (terutama ayah) lakukan? Tidak sedikit seorang ayah sulit meluangkan waktu walau sekeda...
Lindungi Si Kecil dari Pornografi (2) Delapan Ciri Kecanduan Bagaimana mengetahui anak sudah adiktif terhadap pornografi? Yang pertama, anak menghabiskan  waktu lebih banyak dengan perangkat teknologi, seperti internet, games atau HP. "Anak juga gampang marah...

Leave a Reply

Your email address will not be published.