Pacaran adalah masa di mana kita mengenal lawan jenis lebih dalam sebagai calon pasangan yang akan kita jadikan pendamping hidup. Sebuah hubungan pacaran diawali oleh adanya rasa cinta kedua insan tersebut.

Tanpa cinta, pacaran akan terasa hampa. Menurut Sternberg dalam teori cinta, dia mengatakan bahwa cinta dibagi menjadi tiga yaitu (1) intimasi merupakan perasaan yang mendorong individu untuk melakukan kedekatan dengan orang yang dicintainya, (2) gairah yaitu keinginan untuk berdekatan secara fisik , dan (3) komitmen adalah perilaku untuk mempertahankan keutuhan hubungan cinta dengan orang yang dicintainya.

Jika terlepas dari rasa cinta, sering kita temui berbagai macam hal yang mengenai perilaku kekerasan dalam hubungan pacaran. Kekerasan dalam pacaran seharusnya tidak terjadi jika dalam pacaran itu mempunyai intimasi, gairah, dan komitmen. Di sini saya akan mengulas mengenai cara agar kita bisa terhindar kekerasan saat pacaran.

Kenali latar belakang
Ketika Anda mau menjalani pacaran sebaiknya Anda dapat mengenal calon pacar Anda mulai dari teman – temannya preman atau bukan, latar belakang keluarganya, jika keluarga broken home bisa menjadi faktor memicu seseorang melakukan kekerasan dalam pacaran, walau tidak semua demikian. Kecenderungan emosi meledak dan suka memukul dapat disebabkan ketika sejak kecil  dia terbiasa memendam emosi negatif. Setelah bertumpuk barulah dia mengeluarkan emosi itu dalam bentuk tindakan fisik.

Kenali perilaku kekerasan dan berani untuk melawan
Anda sebagai pacarnya harus dapat membedakan mana perilaku yang mengancam dan mana perilaku yang tidak mengancam diri Anda. Ketika ada perilaku yang mulai mengancam, sebaiknya Anda jangan segan-segan untuk menceritakan pada teman atau orang tua Anda. Jangan takut pula untuk memberontak dan mencari pertolongan ketika kekerasan itu terjadi.

Minta pacar anda menemui konselor
Ketika hal ini sudah terjadi pada diri Anda dan hubungan kalian ingin tetap berlanjut, mintalah pacar Anda supaya dia mau menemui konselor atau terapis untuk mendapatkan bantuan. Bisa diberikan batas waktu misal minimal setahun, sampai ada rekomendasi dari terapisnya dan Anda yakin perubahan itu signifikan. Usahakan ikut tes kepribadian di pusat konsultasi psikologi, hasilnya akan sangat membantu. Karena bisa menemukan kelainan atau gangguan tertentu.

Terbukalah dengan orang lain mengenai hubungan Anda
Jika hal ini sudah terjadi terbukalah sambil meminta pendapat dari orangtua, saudara, teman dekat atau pembimbing rohani yang mencintai Anda. Dengarkanlah nasehat mereka sambil mendoakan agar ada kesejahteraan dalam hati Anda. Seringkali nasehat mereka sangat membantu.

Ubah dari pacaran ke teman biasa
Mungkin banyak dari Anda yang akan sulit untuk melepas pacar Anda, tapi jika kekerasan ini tidak bisa berhenti jangan segan-segan untuk mengubah status dari pacar menjadi teman biasa sambil menjaga jarak. Sembari Anda belum punya pacar, Anda bisa mendoakan dan memperhatikan perubahan pacar Anda. Jika mendapat suatu ketika Anda mendapat yang lebih baik bagi Anda, dan menjanjikan masa depan yang lebih sehat Anda boleh memilih dan memulai lembaran baru dengannya.

Menurut Psikologi Spiritual bisa dikatakan cinta abadi jika:

  1. Pria dan wanita ingin dicintai dan dihormati. Akan tetapi, wanita lebih ingin dicintai dan pria lebih ingin dihormati.
  2. Diskusi mengenai apa yang masing-masing inginkan akan membangun hubungan yang serasi. Mengurangi kesalahpahaman dan membuka jalan untuk hubungan yang panjang.
  3. Apa yang sering tidak disukai oleh banyak orang adalah kekurangan mereka yang tercermin dalam diri pertemanan mereka sebagai suatu kelebihan.
  4. Kunci untuk menangani perbedaan adalah cinta, penghargaan dan negosiasi. Dengan ketiga hal tersebut semua masalah bisa terselesaikan.
  5. Ketika pintu hati dan jendela jiwa telah terbuka bagi pasangannya masing-masing, tidak akan ada yang namanya kesepian.
  6. Memberikan dukungan dalam suatu keraguan akan membangun interaksi yang konstruktif dan membantu memecahkan masalah-masalah sensitif.
  7. Memaafkan adalah hal yang paling mujarab untuk mengobati luka hati, walaupun secara bertahap.
  8. Sentuhan yang tulus, penghargaan, dan komunikasi yang jujur dapat selalu memperbaharui cinta dan kepercayaan.

Seperti yang diuraikan di atas bahwa pacaran adalah tahap untuk mencari pasangan hidup, maka jangan sampai Anda memilih pasangan yang salah untuk menjadi pendamping hidup Anda. Semoga membantu agar anda tidak terjebak dalam kekerasan pacaran dan menambah wawasan ilmu anda. (Ratih Kumala Dewi/ kw)

Sumber:http://citizen6.liputan6.com/read/758906/tips-jitu-atasi-kekerasan-pada-saat-pacaran

Artikel Terkait

Langkah Pertama Cegah Pedofil, Kenali Teman Anak Anda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta para orang tua mengenali teman sepermainan anak demi mencegah para pedofil menyerang anak. "Orang tua harus mengenali teman sepermainan anak-anak kita dan juga harus memberi ta...
Pilihan Lagu yang Tepat untuk Anak-Anak Terlihat begitu miris melihat bagaimana anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu yang bertema cinta. Apalagi banyak sekali lirik dari lagu-lagu tersebut yang terdengar vulgar dan sangat tidak cocok untuk dinyanyikan anak-anak. Ka...
Apa Pendapat Anda Atas Usulan Harga Rokok Naik Jadi Rp. 50.000 Apa pendapat Anda atas usulan harga rokok naik jadi Rp. 50.000? Silakan tulis di kolom komentar ya! Salah satu tuntutan anak Indonesia kepada pemerintah di Hari Anak Nasional adalah segera tanda tangani FCTC. FTCT (Framewo...
bp3akb.jabarprov.go.id Raih Juara I Website Terbaik Kominfo Awards Tahun 2016 Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Diskominfo Prov. Jabar terhadap para pihak stakeholder yang telah menunjukkan prestasinya, diselenggarakan gelaran Kominfo Awards yang berlangsung di Krakatau Co...
Lindungi Si Kecil dari Pornografi (1) Menurut psikolog Elly Risman, Psi, dari Yayasan Kita dan Buah Hati (YBHK), Jakarta sudah terpapar pornografi dalam jumlah yang tidak terbayangkan. Temuan dari konselor remaja yang dilakukan YBHK, terutama terhadap siswa kelas...

Leave a Reply

Your email address will not be published.