Dengan hadirnya internet, kita kebanjiran informasi. Kita bisa mendapatkan informasi apapun dalam perpustakaan raksasa ini. Namun tanpa pintar memilah dan pengetahuan terhadap suatu informasi, kita bisa tersesat dan mendapatkan info yang salah, sampah dan menyesatkan. Belum lagi memang ada pihak yang sengaja menyebarkan, mengambil data pengguna untuk kegiatan yang masuk ke dalam kategori kejahatan. Salah satu hal yang masif disebarkan di dunia internet adalah content pornografi. Daya rusak yang dibuat oleh pornografi hingga menjadikan seorang kecanduan sungguh fatal. Selain bisa merusak otak juga yang berbahaya adalah dorongan pelampiasan akibat “motret” stimulus otak pecandu pornografi.

Silakan baca juga: Kisah tragis Y, korban perkosaan sekaligus pembunuhan gara-gara pelaku kencaduan pornografi.

Lebih susah lagi dilakukan kontrol, karena content-content pornografi tersebut masuk dari internet langsung ke handphone di genggaman. Handphone merupakan barang yang bersifat pribadi dan cenderung keberatan untuk dipakai bersama dengan orang lain. Content pornografi yang telah didownload dan disimpan di handphone bisa diakses berlulang-ulang dan bahkan disebarkan ke teman.

Kemudahan anak mengakses internet seperti menjadi peluang bagi anak dalam mengakses pornografi. Kontrol keluarga, terutama orangtua, berperan penting dalam melindungi anak dari kecanduan pornografi.

Seperti dikutif dari Kompas.com, berikut cara untuk mengontrol aktivitas internet anak Anda tanpa membatasi dirinya:

Luangkan waktu dengan anak saat belajar komputer dan internet.
Internet, bagai pisau bermata dua, ada dampak positif dan negatif. Sudah seharusnya kita mengambil yang positif sebanyak-banyaknya. Untuk itu ajarkan internet sehat dan positif. Luangkanlah waktu lebih banyak bersama anak bisa dengan belajar bersama lebih dalam tentang komputer dan internet. Baik orangtua maupun anak harus tahu dan bisa mengoperasikan situs jejaring sosial, forum diskusi, keamanan transaksi belanja, cara chatting, cara mengetahui situs baik dan situs buruk, mencari dan memutar video di YouTube, dan cara mencari gambar dan video via Google.

Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara.

Ingatkan anak tentang konsep “orang asing”
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi personal, seperti email dan nomor telepon.

Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.

Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet
Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.

Gunakan software filter aktivitas internet
Jika menurut Anda semua cara tadi belum maksimal, gunakan software untuk memfilter kegiatan internet. Banyak software parental yang tersedia gratis maupun berbayar. Cari saja via mesin pencari di internet. Jika sudah begitu, anak Anda bisa bebas internetan, namun kontrol tetap di tangan Anda sebagai orangtua.

Disadur dari tulisan: Muhammad Noor Aly Yusuf, dipublish di website http://www.metro.polri.go.id

Artikel Terkait

Bimtek Motekar Angkatan 5 Bandung,Kepala Dinas P3AKB saat memberikan sambutan pada pembukaan acara Bimtek Motekar Angkatan ke 5 yang sekaligus angkatan terakhir.
7 Pola Asuh Penyebab Anak Menjadi LGBT Pola asuh tepat berperan signifikan dalam mencegah orientasi seksual LGBT. Berikut 7 pola asuh penyebab anak menjadi LGBT menurut Elly Risman, MPsi: 1. Orangtua yang TIDAK PEDULI Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini...
Coba-coba Pakai Tembakau Gorilla, Risikonya Gangguan Jiwa Penggunaan tembakau super cap gorilla tetap tak aman meski hanya untuk coba-coba. Sebabnya, tembakau ini bisa memicu timbulnya gangguan jiwa. dr Andri, SpKJ, FAPM, psikiater dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera men...
10 Alasan dan Kelebihan Ayah yang Terlibat dalam Pengasuhan Apakah laki-laki yang terlibat dalam pengasuhan akan membuat harga dirinya sebagai laki-laki runtuh? Jawabnya tentu tidak. Justru laki-laki yang demikian akan dikenal sebagai Ayah yang hebat karena menjadi Ayah yang berta...
Jangan Tiru! Remaja Ini Tewas Setelah Ikuti Tren Choking Game Tidak semua tren yang sedang heboh di media sosial patut ditiru. Remaja asal Australia ini contohnya. Niat ingin ikutan tren Choking Game, yang ada nyawa melayang karena kehabisan napas. Choking game merupakan salah satu p...

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.