Silakan simak video di bawah ini

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan pengembangan. Upaya kesehatan dilaksanakan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Dalam kesehariannya, Puskesmas didatangi begitu banyak masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang-orang yang sedang sakit namun juga didatangi oleh anak-anak sehat yang terpaksa ikut bersama dengan orang dewasa yang datang berobat. Hal ini menyebabkan anak-anak beresiko besar tertular berbagai penyakit.

Tak heran saat pulang dari Puskesmas banyak anak menjadi sakit karena berada dalam ruang yang sama dengan banyak orang sakit. Apalagi anak-anak yang rentan kesehatannya. Keadaan ini memaksa si anak kembali lagi ke Puskesmas. Tapi kali ini sebagai pasien. Hal ini membawa banyak kerugian pada keluarganya yaitu mengganggu proses pertumbuhan dan pendidikan si anak, menambah beban baru pada keluarga yang secara ekonomi sangat terbatas dan juga mengganggu aktivitas sehari-hari orang tuanya. Karena itu mencegah jauh lebih baik dan murah daripada mengobati.

Untuk itulah sangat diperlukan pengembangan pelayanan ramah anak di Puskesmas dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Terdapat beberapa indikator dari pengembangan pelayanan ramah anak di Puskesmas.

  • Pertama adalah Puskesmas merupakan kawasan tanpa rokok.
  • Tersedia tenaga kesehatan yang memahami hak anak-anak karena sepertiga dari pasien Puskesmas adalah usia anak.
  • Dan yang sangat penting bahwa setiap Puskesmas harus memiliki sarana sanitasi yang memenuhi standar kesehatan.
  • Tersedia materi komunikasi, informasi dan edukasi tentang pemenuhan hak anak atas kesehatan.
  • Selain itu Puskesmas juga harus dilengkapi dengan ketersediaan data kesehatan anak yang terpilah menurut usia dan jenis kelamin.
  • Tersedia ruang pelayanan dan konseling bagi anak.
  • Melaksanakan manajemen terpadu balita sakit (MTBS), menyediakan pelayanan gizi balita seperti pemberian ASI eksklusif dan tata laksana balita gizi buruk serta melaksanakan pelayanan imunisasi dasar lengkap.
  • Di setiap Puskesmas harus tersedia ruang ASI.
  • Untuk Puskesmas yang memberikan pelayanan persalinan maka harus dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
  • Yang juga sangat penting yaitu menyediakan ruang tunggu dan bermain bagi anak yang berjarak aman dari ruang tunggu pasien. Ruang tersebut harus bersih aman dan menyenangkan serta diawasi oleh pendamping.
  • Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) memberikan pelayanan tata laksana kasus kekerasan terhadap anak dan melakukan pemeriksaan pada anak ketergantungan obat dan ibu hamil.
  • Di wilayah kerjanya, Puskesmas menyelenggarakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di mulai dari PAUD dan TK hingga SMA termasuk SLB.
  • Melaksanakan SDIDTK (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang) anak balita dan anak usia prasekolah.
  • Memberikan pelayanan kesehatan di Panti dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) secara berkala dan melakukan pemantauan pertumbuhan anak di Posyandu.

Bila keluarga mempunyai masalah kesehatan segera kunjungi Puskesmas dengan pelayanan ramah anak yang dilakukan di setiap Puskesmas maka pemenuhan hak anak atas kesehatan akan cepat teratasi terutama dalam upaya mengurangi angka kesakitan anak.

Bila pemenuhan hak anak atas kesehatan terlaksana optimal akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas keluarga, masyarakat dan kemajuan bangsa serta mempercepat terwujudnya kabupaten dan kota layak anak.

Jika semua kabupaten dan kota menjadi kabupaten/kota layak anak maka akan terwujud Indonesai layak anak. Untuk itu marilah mulai saat ini kita peduli atas pemenuhan hak anak atas kesehatan.

Artikel Terkait

Serah Terima Mobil pelayanan untuk Masyarakat kepada FAD Jabar Bandung,Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Dr.Ir.Hj.Dewi Sartika,M.Si. Bersama jajarannya menyerahkan mobil pelayanan untuk masyarakat kepada Forum Anak Jawa Barat yang diterima oleh perwakilan dari Forum Anak Jawa Barat ...
Penguatan Jejaring Trafficking Bagi Aparat Desa Th.2017 Bandung,Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Saat memberikan Paparan dalam acara Penguatan Jejaring Trafficking Bagi Aparat Desa Tahun 2017.Acara di laksanakan oleh Bidang PP yang berlangsung di hotel Putri Khatulistiwa Jat...
Anak 3-5 tahun Tak Selalu Mau Mendengar Perkataan Orangtua, ini 13 Tips Bicara denga... Kadang-kadang sangatlah sulit untuk berbicara dengan anak-anak kita dan untuk membuat mereka benar-benar memperhatikan dan mendengarkan hal yang kita katakan. Apalagi untuk anak balita. Mereka umumnya memang sudah bisa mem...
Aher: Ketauladanan Harus Ditularkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa sifat ketauladanan itu harus ditularkan, agar lebih banyak lagi tauladan-tauladan yang lahir di kemudian hari. Hal itu diungkapkan Aher pada sambutan penyerahan penghargaan ...
KPAI: Sensor Film Harus Melindungi Anak Komisi Perlindungan Anak (KPAI) meminta sensor film berperspektif pada perlindungan anak. Sebab, dalam Pasal 10 dan Pasal 11 Undang-Undang Perlindungan Anak, disebutkan film masuk ke bagian hiburan. Artinya, anak berhak menda...

Leave a Reply

Your email address will not be published.