Kota Tasikmalaya geger. Seperti yang diberitakan di media dalam beberapa hari belakangan ini, adanya kejadian tragis menimpa dua bocah perempuan di kota ini. Mereka dilukai secara fisik dan seksual, bahkan yang satunya menemui ajal dengan mengenaskan. Bocah perempuan satu lagi bisa diselamatkan walau dalam keadaan luka parah. Berita lebih lengkap tentang kejadian ini silakan baca di bawah.

Ikut peduli dengan keadaan tersebut, Ibu Kepala DP3AKB Prov. Jabar Dewi Sartika didampingi Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Eni Rosiani serta Kepala Seksi Perlindungan Khusus Anak Thari Syafiatami melakukan Visit Trauma Healing. Visit Trauma Healing Korban Pembunuhan dan Kekerasan seksual pada anak di Kampung Sukabetah RT 03 RW 06, Desa Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Kunjungan dilakukan tanggal 5 Juli 2017. Kepala Dinas DP3AKB Prov Jabar memberikan perhatiannya dengan mengunjungi keluarga korban dan korban yang selamat dari kejadian nahas tersebut. DP3AKB mengunjungi korban yang selamat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Turut hadir juga Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. [hen]

Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya
Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya
Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya
Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya
Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya
Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya
Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya
Visit Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kota Tasikmalaya

Anak SD Korban Kekerasan Seksual Meninggal Dunia Setelah Dianiaya

Dua anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), menjadi korban kekerasan seksual dan penganiayaan. Kedua korban itu, adalah D (10) dan I (11). D meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup dan bersimbah darah.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Sungai Ciloseh, Kampung Dalem, RT 01/05 Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (30/6). Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, hal itu terjadi lantaran dendam yang ingin dilampiaskan A (15), inisial pelaku kelahiran 2002.

Setelah dimintai keterangan, saudara A mengakui perbuatannya dengan alasan kecewa karena sakit hati kepada paman korban atas nama Ijang (paman saudari D) yang sering menghina saudara A sebagai pencuri," ujar Yusri dalam keterangan tertulisnya kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (2/7).

Pelaku kekerasan seksual anak SD di Tasikmalaya

Ook Subarda (50), seorang saksi mata yang melihat korban, langsung melaporkan jenazah D, dan I yang sekarat. Saat ditemukan, D mengalami luka-luka pada bagian dubur dan ketiak kiri. Sedangkan I, mendapatkan luka bacok pada leher sebelah kanan, dada, dan paha.

Ditemukan luka pada dubur, sperma pada dubur dan kemaluan, terdapat cairan dan busa pada mulut, luka pada pipi kiri, luka robek di bawah ketiak kiri. Saudari I terdapat luka robek pada leher sebelah kanan, luka goresan pada dada sebelah kanan, luka bacok pada kedua paha, serta luka jari kiri," ujar Yusri.

Adapun barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian adalah sebilah golok terpisah antara gagang dan pisau, batu kali dan potongan bambu yang masih ada bercak darah korban, dua pasang sandal jepit, beberapa helai rambut, serta pakaian korban dan pelaku.

Menurut keterangan Dedi, teman A yang tertera dalam berita acara pemeriksaan (BAP), A sempat membeli golok dari seseorang bernama Azis. Setelah polisi menunjukkan barang bukti golok yang ditemukan di lokasi kejadian, Aziz pun mengaku jika golok itu adalah golok miliknya yang dijual seharga Rp 20 ribu.

"Menurut keterangan saksi saudara Dedi bahwa golok yang baru dibeli saudara A hilang pada pukul 16.00 WIB, atas dasar tersebut gabungan reskrim polres dan polsek melakukan pencarian kepada saudara A," ujar Yusri.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan para saksi, akhirnya polisi berhasil menangkap A di sekitar Taman Makam Pahlawan, Sabtu (1/7) pukul 09.00 WIB. "Setelah dimintai keterangan, saudara A mengakui perbuatannya," tutur Yusri.

Jenazah D kini telah dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilakukan autopsi. Sementara I, korban selamat, masih mendapat perawatan intensif dari rumah sakit.

Tertangkap, Pelaku Pembunuh Bocah Purbaratu Ungkap Modusnya

AR (16) pelaku pembunuh WB (10), dan juga penganiaya ID (11), berhasil ditangkap pada Sabtu, 1 Juli 2017.AR mengaku membunuh WB di Sungai Ciloseh, Kampung Dalem, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jumat, 30 Juni 2017 karena sakit hati dengan paman korban.*

TASIKMALAYA,(PR).- Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya berhasil menangkap RA (16), Sabtu, 1 Juli 2017. RA merupakan pembunuh WB (10) dan penganiaya ID (11), bocah asal Kampung Dalem, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

RA ditangkap sekitar pukul 09.00 di kawasan Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Sebelumnya WB ditemukan tak bernyawa di bebatuan Sungai Ciloseh, bersama ID yang bersimbah darah di bagian leher, Jumat, 30 Juni 2017.

Kepala Polresta Tasikmalaya Adi Nugraha didampingi Kasatreskrim Polrestra Tasikmalaya Bimo Mordiono mengatakan, penangkapan RA bermula dari pengembangan sejumlah barang bukti yang ditemukan di area tewasnya WB di Sungai Ciloseh salah satunya golok.

Selain golok, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya. Mulai dari 1 bungkus rambut, dua buah batu kali  dengan noda darah,  empat batang bambu  bernoda darah,  dua pasang sandal jepit, 1 bungkus kuku diduga tersangka, celana dalam warna merah, celana pendek jeans warna hitam, hingga kaos warna hitam.   

Berdasarkan keterangan saksi D,  RA diketahui baru saja membeli golok dari A.  Golok tersebut diketahui hilang, Jumat, 30 Juni 2017  pukul 16.00. Sementara WB dan ID diketahui hilang selepas pukul 12.00 pada hari yang sama.

“Ada yang melihat RA beli golok. Kami perlihatkan golok yang kita amankan di TKP kejadian, dan A membenarkan golok itu dibeli darinya dengan harga Rp 20.000, RA ini juga diketahui seorang residivis kasus pencurian, ” ucap Adi Nugraha dalam ekspose kasus pembunuhan WB di Polresta Tasikmalaya, Sabtu, 1 Juli 017.

Menurut Adi, pada saat penangkapan berlangsung, RA  tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, RA mengaku sakit hati kepada paman korban meninggal WB,  yang kerap menghinanya  sebagai pencuri.

“Jadi sasaran utamanya WB, tetapi karena ID selalu bermain dengan WB, jadi ID turut menjadi korban.  ID diketahui masih kerabat RA,  jadi dia mau diajak bermain di Sungai Ciloseh, dan dibunuh di sana dengan cara dibacok di leher, di paha, di jari tangan sebelah kiri secara tidak beraturan, ” ujar Adi.

Polresta Tasikmalaya, kata Adi, masih mendalami adanya dugaan kekerasan seksual yang dialami korban meninggal WB. Pasalnya, saat ditemukan, WB dalam kondisi menungging dengan kondisi tanpa celana.

“Ini masih kita dalami lagi. Kami belum bisa berbicara banyak, karena masih menunggu hasil otopsi,” kata Adi.

Mengenai kondisi korban selamat,  Kepala Satreskrim Polresta Tasikmalaya Bimo Moerdiono menyatakan ID saat ini masih dalam perawatan intensif. ID sudah menjalani operasi di RSUD dr Soekardjo. Sementara korban meninggal saat ini sedang diautopsi di Rumah Sakit Kartika Asih Bandung.***

Sumber:

http://www.pikiran-rakyat.com

kumparan.com

Artikel Terkait

Pelatihan Parenting Skill 2018 Kegiatan Pelatihan Parenting Skill yang dilaksanakan hari selasa dan rabu tgl 15 dan 16 Mei 2018 yang bertempat di de Java Hotel Jl. Sukajadi No 148 Bandung Kegiatan ini diawali laporan penyelenggara oleh kepala seksi pen...
Gerakan Jabar Lawan Kekerasan Seksual Anak Pertemuan dilakukan di Bappeda Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 18 Mei 2016. Kepala Badan BP3AKB, Dewi Sartika hadir dan sebagai pembicara materi berkaitan dengan kekerasan seksual pada anak. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakil...
Evaluasi P2WKSS Kab/Kota di Jawa Barat P2WKSS Kota Cirebon - Kebun tanaman obat keluarga (TOGA) P2WKSS Kota Cimahi -Lukisan dari daur ulang stereoform Kegiatan P2WKSS Kab. Purwakarta Kecamatan Pasawahan Desa Cidahu - Penyerahan sertifikat Rutilahu Keg...
Penguatan Jejaring Gugus Tugas 2015 Juli 2015. Semangat di era otonomi daerah yang menempatkan system pemerintahan yang bersifat kemitraan, memerlukan penguatan komitmen, bentuk kerjasama, kemitraan dan partisipasi masyarakat. Terbentuknya Gugus Tugas Pencegaha...
Monitoring dan Evaluasi KLA Award Kota Cimahi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika melaksanakan monitoring dan evaluasi Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) Award ke Kota Cimahi. Monitoring dil...

Leave a Reply

Your email address will not be published.