PROGRAM Jelajah Three Ends yang dicanangkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara dan Bangka Belitung akan kembali merambah daerah lain di Indonesia.

Selanjutnya program edukasi mengenai Three Ends akan hadir di Kota Bandung yang akan menjadi tempat ketiga persinggahan program KPPPA ini pada tanggal 18-19 November 2016.

Kepala Biro Hukum dan Humas Kementrian PPPA Hasan menyampaikan, Program Three Ends ini bertujuan untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang, dan mengakhiri ketidakadilan akses pada sumber daya ekonomi bagi perempuan.

“Kami mengajak masyarakat seluruh indonesia khususnya di bandung untuk membangun lingkungan yang mampu menjamin tumbuh kembang dan perlindungan anak. Menjadi komitmen kita semua bahwa setiap anak indonesia adalah anak kita dan harus dilindungi bersama. Mari kita akhiri budayakan kekerasan dan bangun keluarga harminis yang penuh kasih sayang,” ujarnya.

Lanjut ia menambahkan, salah satu alasan Kota Bandung dipilih oleh kementerian, antara lain kepala daerahnya yang aktif di media sosial, karena saat ini presiden memantau kinerja melalui medsos. Selain itu komunitas di bandung sangat banyak, ada stand up comedy, otomotif, tarian dan sebagainya.

“Dengan demikian menurut kami Kota Bandung layak untuk diselenggrakannya kegiatan ini. Mudah mudahan Kota Bandung bisa lebih meriah dari kota sebelumnya,” ujar Hasan.

Hasan menambahkan, adapun target jelajah Three Ends ini antaranya menjangkau seluruh sekolah SD, SMP, SMA, SMK, seluruh organisasi, kemasyarakatan, seluruh komunitas, seluruh ASN dan Swasta serta seluruh rumah tangga,

“Dengan penjangkauan tersebut diharapkan 3ends kota bandung meriah dan ramai diikuti oleh masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Hasan menambahkan, ada beberapa kegiatan yang memeriahkan 3ends ini, antara lain seminar, lokakarya, jelajah, lomba, pameran, penjangkauan, karnaval dan panggung trends.

Hasan berharap kota bandung bisa lebih meriah dan lebih mendekatkan lagi bersama masyarakatnya dibandingkan dengan Halmahera dan Bangka Belitung,

“Selain itu, nantinya Pak Sekda beberapa hari kedepan sudah memberikan draft mengenai 3 ends ini. Lebih cepat lebih baik,” pungkas Hasan.

Seusai dari kementrian memberikan pemaparan, lanjut Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto menyampaikan, Bandung sebagai kota ketiga yang disinggahi akan membentuk panitia khusus 3 ends ini.

“Rencananya pihak Pemkot Bandung akan mengerahkan seluruh element masyarakat untuk melakukan edukasi program Three Ends ini,” tuturnya.

Lanjut Yossi menyampaikan, hal ini menjadi bagian tanggung jawab bersama.

“Paling penting adalah kami sepakat apa yang dismpiakan oleh teman teman dari kementrian, bahwa kegian ini memberikan satu semangat terhadap pencegahan kekerasan anak dan perempuan,” jelasnya.

Mudah mudahan dengan kegiatan ini mempunyai nilai edukatif yang lebih.

“Tentu mendorong kapasitas yang baik. Walaupun konsennya di pihak perempuan dan anak. Setelah ada masukan dari beberapa teman teman dari kementrian, oleh karena itu, besok kita akan melakukan rapat persiapan.. kami akan menyampaikan grand strategi, dan perundingan beresta pak wali, wakil dan pihak provinsi. Insya Allah Rabu depan saya akan berikan draftnya,” pungkas Yossi. ***

Sumber : PR-Humas Kota Bandung

Artikel Terkait

350 Anak Ramaikan Jambore Forum Anak Jabar 2016 Sekitar 350 anak-anak dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat meramaikan Jambore Forum Anak tingkat Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung sejak Rabu-Sabtu, 16-19 November 2016 di Hotel Lembah Sarimas, Kecamatan Ciater, Subang. ...
Acara Puncak Program 3Ends di Kota Bandung Berlangsung Meriah Puncak acara program 3Ends di kota Bandung berlangsung meriah yang dihadiri oleh ribuan warga di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/11/2016). Pada pukul 09.00 WIB, acara yang dipandu oleh artis cilik Tina Toon ini ...
Rakornas PP PA dan Kesbangpol Para Kepala eselon II Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) se-Indonesia pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Badan PP PA dan Kesbangpol di Royal Kuningan Jakarta tanggal 18 s.d 21 Mei 2016
Efek Negatif Belajar Bahasa Asing di Usia Dini Orang tua Harus Mengetahui Tentang Efek Negatif Pembelajaran Bahasa Asing di Usia Dini Sebelum Mengirim Anak-anak ke Lembaga Bahasa Sebagaimana perubahan dinamika pendidikan, guru dan orang tua modern seakan memiliki tanta...
TOT Fasilitator GAP dan GBS Capacity Buildiing bagi Pegiat PUG melalui TOT Fasilitator GAP dan GBS. Kegiatan ini merupakan implementasi INPRES 9/2000. Dengan tujuan agar semua instanai dinas maupun lembaga selain memahami PUG juga dapat melaksanakannya....

Leave a Reply

Your email address will not be published.