Pemerintah menggelar puncak peringatan Hari Ibu di Serang, Banten. Tahun ini, peringatan Hari Ibu mengangkat tema ‘Kesetaraan perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan Indonesia bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan’.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengingatkan kembali masyarakat mengenai makna Hari Ibu.

“Hari Ibu itu adalah sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” ujar Yohana di Serang, Banten, Kamis, 22 Desember 2016.

Acara ini juga akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri Kabinet Kerja.

Yohana berharap, kegiatan ini dapat mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Dia juga ingin, peringatan Hari Ibu dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, serta mengembangkan potensi dan kemampuan masyarakat.

“Peringatan Hari Ibu di Indonesia merupakan sebuah manifestasi perjuangan panjang kaum perempuan yang turut telibat dalam meraih kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah,” kata dia.

Sebagai apresiasi, Hari Ibu secara resmi ditetapkan melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Yohana menambahkan saat ini terbukti bahwa perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan.

“Kami berharap peringatan Hari Ibu dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan,” ujar Yohana.

Sumber: VIVA.co.id

Artikel Terkait

Netty: Ortu Jangan Asik Selfie! Disela-sela kegiatannya dalam men-support tim voli putri Bandung Bank BJB Pakuan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengunjungi salah satu wahana edukasi di Kota Batu Jawa Timur yakni Museum Angkut ...
Harapan Menko Puan untuk Para Perempuan Indonesia Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani berharap perempuan lebih berperan aktif dalam pembangunan Indonesia. Terutama sosok untuk merawat kebhinekaan Indon...
Pernikahan Dini Rawan Perceraian dan Bunuh Diri REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pernikahan anak di bawah umur 18 tahun wajib dicegah karena rawan dan mampu menimbulkan dampak negatif terhadap sosial dan psikologis. Perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun berpotensi kegugu...
Faktor Terjadinya Kekerasan Seksual Menurut Unicef Indonesia TOTO SIHONO Ilustrasi KOMPAS.com — Kepala INTERM Perlindungan Anak Unicef Indonesia Ali Aulia Ramli mengatakan, ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi kasus kekerasan seksual terhadap anak maupun perempuan. "Tidak ...
Rakornas PP-PA di Maluku Utara, Ribuan Peserta Ramaikan Kota Ternate Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementrian PP-PA) Yohana Yembise didampingi KH. Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Melaksanakan Konfrensi Pers dalam rangka Rakornas PP-PA yang telah dimulai sej...

Leave a Reply

Your email address will not be published.