Pemerintah provinsi mengatur jam kerja baru bagi pegawai negeri sipil (PNS) selama bulan suci Ramadhan. Para PNS mendapat pengurangan jam kerja saat bulan puasa.

Meski demikian, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau PNS untuk tidak menjadikan momen puasa sebagai alasan bermalas-malasan. Justru kineja harus tetap optimal untuk melayani masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

“Kami berharap, kami minta kepada PNS meskipun dalam kondisi puasa, puasa tidak menghalangi berprestasi tidak menghalangi melayani publik dengan prima. Karena itu, jangan ada halangan untuk bekerja seperti biasa, bahkan lebih dari biasanya meskipun dalam kondisi sedang berpuasa,” kata Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (22/5).

Ia menilai para pegawai harus lebih fokus bekerja sembari beribadah. Apalagi, tidak ada alasan makan siang di waktu istirahat sehingga bisa fokus pada pekerjaannya.

Kepala Bagian Publikasi Setda Jabar Ade Sukalsah mengatakan, dalam surat edaran yang ditandatangani Sekretaris Daerah bernomor 0621.1/21/Org Tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadan 1436 H/2017 M di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, disebutkan jumlah jam kerja efektif pada Bulan Ramadhan adalah 32 jam 30 menit. Ada penyesuaian terutama untuk waktu pulang kerja yang dipercepat.

“Jam kerja PNS Pemprov Jabar ada penyesuaian terutama di jam pulang kerja. Untuk perangkat daerah yang memberlakukan lima hari kerja, Senin–Kamis masuk kerja pukul 07.30–14.30 WIB dengan istirahat pada pukul 12.00-12.30 WIB. Khusus hari Jumat, pulang kerja pukul 15.00 WIB. Karena jam istirahat lebih panjang 30 menit,” ujarnya di Gedung Sate, Senin (22/5).

Sedangkan untuk perangkat daerah yang memberlakukan enam hari kerja, kata Ade, ada sedikit perbedaan di jam pulang. Yakni, dengan jadwal Senin-Kamis pukul 07.30-14.00 WIB, Jumat pukul 07.00-14.30 WIB, dan Sabtu 08.00-12.00 WIB, di mana jam istirahat disesuaikan.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/pemprov-jabar/17/05/23/oqdpoz365-aher-minta-kinerja-pns-tetap-optimal-selama-ramadhan

Artikel Terkait

Modus dan Pola Jaringan Tppo Baru, Kemen PPPA Himbau Masyarakat Waspada MODUS DAN POLA JARINGAN TPPO BARU, KEMEN PPPA HIMBAU MASYARAKAT WASPADA   KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA   PRESS RELEASE MODUS DAN POLA JARINGAN...
Sekolah Ramah Anak – Sebuah Panduan Sederhana Gambaran umum tentang sekolah ramah anak. Sekolah yang ramah anak merupakan institusi yang mengenal dan menghargai hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, kesempatan bermain dan bersenang, melindungi dari kekerasa...
Waspada, Ini 5 Tanda Pedofilia Pelecehan seksual kerapkali menimpa anak-anak. Parahnya sebanyak 90 persen pelaku kejahatan seks adalah orang terdekat atau kenal dengan korban dan keluarga Anda. Oleh sebab itu, ini 5 tanda pedofilia yang perlu dikenali agar...
DPRD Jabar Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengajak Pemerintah dan Elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi permasalahan sosial yang marak akhir-akhir ini, terutama fenomena lesbian, gay, biseksual dan tr...
Ini 12 Tuntutan Forum Anak Nasional untuk Menteri Yohana Forum Anak Nasional membacakan 12 tuntutan hasil forum di hadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Muhammad Khairul Rizal asal Sulawesi Tenggara dan Bilqis Iasha Rosma Sumroni asal Jawa Bar...

Leave a Reply

Your email address will not be published.