Philippa Perry (57), psikoterapis asal India menyebut, remaja penggemar video porno bakal sulit mendapatkan pengalaman seks yang luar biasa kelak di saat dewasa.

Ahli psikoseksual Zoya Amirin bahkan menyebutkan, video porno bisa menghambat imajinasi karena yang ditampilkan bukanlah kenyataan yang sesungguhnya. Kebanyakan video porno menampilkan kebohongan-kebohongan seperti panjangnya penis, gairah yang meluap setiap saat tanpa perlu foreplay,  penetrasi yang lama, dan masih banyak lagi.

Akibat mudahnya akses video porno ini, banyak anak muda yang kesulitan menjalin hubungan normal dan sehat dengan pasangannya. Perry menambahkan, kondisi ini membuat mereka tidak memahami realitas seksual yang sebenarnya.

“Saat ini, para remaja mendidik diri mereka sendiri perihal seksualitas dengan menonton video porno yang mudah diakses dengan bebas,” Kata Perry dikutip Daily Mail.

Selain itu, para remaja juga mendapatkan ide tidak tepat tentang seksualitas. Mereka bahkan berpikir, perempuan harus mau menerima dan menyerahkan dirinya pada pria dan pria harus mendominasi ranjang.

Baca juga Dampak Mengerikan dan Solusi bagi Pecandu Pornografi

Tentu saja berbeda dengan orang dewasa yang sudah sah menjalankan hubungan intim. Para peneliti bahkan menyebutkan menonton video porno menjadikan pria lebih sensitif dan berjuang agar bisa tampil maksimal di hadapan pasangannya.

Sumber: http://health.liputan6.com/

Artikel Terkait

Empat Modus Gerakan LGBT ‘Serang’ Indonesia Eksistensi gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) sudah terdengar sejak 90-an. Mereka berlindung di balik ratusan organisasi masyarakat yang mendukung kecenderungan untuk berhubungan seks sesama jenis. Samp...
HUT Jabar, Demiz: Tunjangan Guru Harus Naik BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, pada  peringatan hari jadi ke-72 Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, Khususnya di bidang pendidikan termasuk Tunjangan ...
Sekolah Ramah Anak – Sebuah Panduan Sederhana Gambaran umum tentang sekolah ramah anak. Sekolah yang ramah anak merupakan institusi yang mengenal dan menghargai hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, kesempatan bermain dan bersenang, melindungi dari kekerasa...
Opening Ceremony Peparnas Hadirkan Pertunjukan Berbeda Dengan PON Opening Ceremony (Upacara Pembukaan) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 akan digelar pada 15 Oktober 2016 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar selaku Wakil Ketua Umum PB PON XIX...
Ini Pola Pengasuhan Anak secara Tepat Ilustrasi perselisihan orangtua dan anak. (Sumber superbabyonline.com) Pernah kebingungan mengapa anak menjadi sangat manja, tidak mandiri, dan mau menang sendiri? Apakah kita telah salah kaprah mendidik anak? Dikutip d...

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.