Foto: Ilustrasi

Anak-anak sering menjadi korban pelecehan seksual. Entah itu perempuan atau lelaki. Alhasil, peran orangtua saat ini lebih menantang dengan meningkatnya kejahatan sosial di lingkungan kita.

Mendidik anak tentang pelecehan seksual itu sama pentingnya dengan mengajarkan anak menyeberang jalan. Apalagi seorang anak sulit mengetahui seperti apa tindakan yang melecehkan.

Pelecehan seksual itu bisa dalam bentuk sentuhan atau bukan sentuhan. Bahkan, mengambil foto anak untuk kenikmatan seksual orang lain juga termasuk pelecehan seksual.

Mengetahui tanda-tanda umum akan membantu orangtua dalam mengidentifikasi apakah anak-anak sedang menghadapi masalah itu. Mengajarkan tentang sentuhan yang baik dan buruk sangat penting.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang cara menjelaskan tentang sentuhan yang baik dan buruk untuk anak Anda seperti dilansir Boldsky, Rabu (28/1/2015):

1. Ajarkan bagian tubuh
Orangtua harus mengajarkan nama-nama bagian tubuh anak dengan benar. Juga, termasuk bagian organ pribadinya. Ini akan membantu anak menyampaikan setiap bagian yang mendapat sentuhan buruk ke orangtua atau gurunya.

Orangtua bisa memberitahu bagian tubuh yang tertutup adalah bagian tubuh yang pribadi.

2. Menjelaskan perbedaan sentuhan
Biarkan anak tahu berbagai jenis sentuhan yang mereka mungkin rasakan dan hadapi. Ini termasuk sentuhan rasa sayang yang aman seperti menepuk punggung atau lengan di bahu, sentuhan tidak aman akan menyakiti tubuh atau perasaan seperti memukul atau mendorong dan sentuhan yang tak diinginkan anak-anak dan mereka harus tahu untuk mengatakan `tidak`.

3. Ajarkan membedakan sentuhan
Buatlah anak-anak mengerti tubuhnya adalah milik mereka dan tak ada orang lain yang memiliki hak untuk menyentuhnya. Orangtua juga harus berhati-hati agar tidak menyentuh mereka ketika mereka benar-benar tak suka dengan cara Anda memegang mereka.

Jangan meminta anak mencium atau memeluk kerabat siapapun jika mereka tak mau.

4. Aturan sentuhan keluarga
Pastikan tak seorang pun di keluarga, termasuk orangtua yang menyentuh bagian pribadi anak kecuali untuk kebersihan dan kesehatan. Pembersihan itu bisa mengganti popok, menyeka, atau mencuci. Sentuhan yang sehat adalah ketika Anda atau dokter memeriksa bagian pribadi untuk masalah kesehatan.

5. Aturan sentuhan sosial
Ajarkan anak untuk tak menyentuh bagian pribadi orang lain dan memberitahukan anak untuk tak membiarkan orang lain menyentuh mereka. Pastika anak-anak tahu itu bukan hal yang wajar jika seseorang menyentuh bagian tubuhnya di depan mereka.

6. Aturan pakaian dalam
Apabila Anda bertanya bagaimana menjelaskan sentuhan yang baik dan buruk, cara termudah menjelaskannya kepada anak adalah aturan pakaian dalam.

Biarkan mereka tahu bahwa setiap sentuhan bagian tubuh yang ditutupi oleh pakaian adalah sentuhan yang buruk. Ini memberi mereka kode yang mudah diingat.

Setelah anak-anak sudah tahu membedakan sentuhan baik dan buruk, ajarkan anak Anda untuk mengatakan `tidak` dan biarkan tahu pentingnya melaporkan masalah apapun.

Sumber: Melly Febrida (http://health.liputan6.com/read/2166890/cara-ajari-anak-jauhkan-dari-sentuhan-pelecehan)

Artikel Terkait

Stop Kekerasan dalam Hubungan Pacaran “Pokoknya kamu ngga boleh dekat sama teman laki-laki kamu.. aku ngga suka.. awas kalau sampai aku tahu ya” ... ”Gitu aja ngga bisa, bodoh banget sih kamu” ... ”Aku laki-laki, dan kamu perempuan..seharusnya perempuan itu t...
Menteri Yohana Komitmen Perangi Kekerasan pada Anak Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan diskusi terbatas bersama Ratu Silvia dari Swedia, untuk membahas strategi memerangi kekerasan terhadap anak-anak. Indonesia dan Swedia merupakan b...
Nihil Kekerasan, Kemerdekaan Hakiki Perempuan dan Anak BANDUNG-Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia mempunyai makna yang penting bagi kita semua. Salah satunya makna bagi kaum perempuan dan anak-anak yang hingga kini masih banyak dipertaruhkan. Menginjak usi...
Keenam Kalinya Pemprov Jabar Raih Opini WTP dari BPK RI Bandung - Pemprov Jawa Barat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerahnya (LKPD). Ini merupakan opini WTP keenam yang diraih berturut.Sebel...
Kesepian Lebih Berbahaya dari Obesitas! KESEPIAN dan kurangnya interaksi sosial lebih berbahaya daripada merokok 15 batang sehari dan lebih buruk dari obesitas. Hal tersebut terungkap berdasarkan sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan Universitas Brigham Young, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.