Dorong!”, “Kepret!”, “Cubit!”, “Bercermin!”

Aba-aba itulah yang terdengar saat instruktur WSDK memberi arahan kepada para peserta pelatihan. Pada tanggal 26 Maret 2016 lalu, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat mengadakan pelatihan Women Self Defense of Kopo Ryu (WSDK) atau pelatihan bela diri perempuan yang diikuti oleh 400 orang peserta. Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diadakan di Gedung Grha Widya Wisuda Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan seluruh peserta perempuan yang datang dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa IPB, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), P2TP2A Wilayah Bogor, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang akan diberangkatkan ke luar negeri, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Jawa Barat, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Wilayah Bogor, serta berbagai organisasi wanita lainnya.

WSDK adalah teknik beladiri dengan penekanan pada gerakan sehari-hari yang relatif praktis dan sederhana sehingga mudah diingat dan dipraktekkan. Dengan memanfaatkan alat-alat yang familiar dengan kehidupan perempuan sehari-hari sebagai senjata untuk mempertahankan dan membela diri, peserta dibekali ketrampilan bela diri dengan menggunakan lipstik, botol air mineral, pulpen, dan benda-benda sederhana lainnya. WSDK juga menamakan jurus-jurusnya dengan nama yang mudah diingat seperti teknik bercermin, kepret, cubit, dan lain sebagainya.

Para peserta tampak antusias dengan pelatihan ini. Beberapa bahkan menyatakan pelatihan ini membuat mereka merasa berdaya karena tidak hanya pengetahuan secara motorik berupa gerakan bela diri yang diperoleh, namun juga dibekali secara kognitif yaitu wawasan mengenai konsep diri dan penekanan bahwa perempuan adalah mahkluk yang kuat. Hal-hal tersebut membawa efek psikologis kepada peserta, yaitu menumbuhkan keberanian dan meningkatkan kepercayaan diri bahwa perempuan tidak lagi bisa dianggap sebagai mahluk lemah melainkan berdaya dan mampu mempertahankan dirinya sendiri. Pelatihan ini dianggap sebagai insentif yang diharapkan akan mampu merubah mindset perempuan mengenai kemampuan dirinya sendiri sehingga dalam jangka panjang akan dapat menurunkan tingkat kekerasan jalanan terhadap perempuan.

Dalam sambutannya, ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan yang menguatkan perempuan sehingga kepada tim WSDK dihimbau untuk secara proaktif menggencarkan pelatihannya hingga ke pelosok desa untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses. Pihak rektorat IPB juga memberi dukungannya pada kegiatan ini dan berharap kegiatan ini akan semakin membuka kerjasama di sektor-sektor yang lebih luas dengan BP3AKB Provinsi Jawa Barat. Hadir pula dalam acara ini Ketua Perwosi, Giselawati Mizwar, Kepala BP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, serta Sofyan Hambali selaku pendiri WSDK dan Anne Ratna Kumala selaku perwakilan WSDK dari Amerika Serikat.

Album foto lebih lengkap tentang kegiatan ini silakan lihat di sini

Artikel Terkait

Menghadiri Pra Rakernas dan Rakernas Program Banggakencana Tahun 2020 Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Ari Antari Ratna Dewi, S.IP, MM mewakili Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat menghadiri acara Pra Rakernas dan Rakernas Program Banggakencana tahu...
Motekar Raih Penghargaan Top 99 Inovasi Terbaik Kemenpan RB SURABAYA–Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan TOP 99 Inovasi Terbaik se-Indonesia pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birok...
Sekoper Cinta Dorong Keterwakilan Perempuan di Parlemen KOTA BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong keterwakilan perempuan 30 persen di parlemen semua tingkatan. Saat ini keterwakilan perempuan di DPRD provinsi sudah 20 persen, sedangkan kabupaten/kota 19 p...
Gubernur: Dua yang Saya Tuntut; Loyalitas dan Kinerja Gubernur Ahmad Heryawan menegaskan, bahwa "jabatan" ini bukan kemuliaan. Jabatan ini adalah beban dan tanggung jawab. Manakala beban dan tanggung jawab ini dilaksanakan dengan amanat baru menjadi kemuliaan. Justeru ketika ...
Pelatihan Ketrampilan Bagi Perempuan Mantan Anggota Gafatar Jumlah mantan anggota Gafatar yang ditampung di Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR), Jalan Amir Mahmud Cimahi sejak 1 minggu yang lalu harus dikembalikan kepercayaan dirinya, dimanusiakan dan diterima secara baik se...

Leave a Reply

Your email address will not be published.