Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak ingin menciptakan di Tahun 2030 Indonesia sebagai Negara Layak Anak, yang ramah anak-anak, yang aman bagi anak-anak, kemudian tempat yang nyaman untuk ramah anak salah satu yang ditargetkan yaitu jumlah penduduk yang terbesar yaitu Jawa Barat.

Sekarang ini DP3AKB Provinsi Jawa Barat sedang melakukan Roadshow ke Kabupaten/Kota sebagaimana Kabupaten/Kota bisa menciptakan dari RT ramah anak, RW ramah anak, Kelurahan layak anak, Kecamatan layak anak, sampai Kabupaten. Minimal 50 persen di  27 Kabupaten/Kota . Sekarang 14 Kabupaten/Kota ramah anak mudah-mudahan kita  terpilih salah satu Provinsi yang Ramah Anak. Hal ini dikatakan Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Dr.Ir.Dewi Sartika, M.Si, saat di temui Swara Wanita di Pameran LKPJ Jawa Barat di Halaman Gedung Sate , Jum’at (24/3/2017).

Lebih jauh Dewi Sartika mengatakan mungkin Provinsi Provinsi yang punya Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang sangat besar dibandingkan apple to apple, khan Provinsi lain sudah Ramah anak, akan tetapi jumlah penduduknya sangat sedikit, tegasnya. Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang sangat besar ini merupakan suatu pekerjaan luar biasa, ujarnya.

Terkait dengan penilian juga dari pihak independent, jadi kita berusaha memfasilitasi kesejahteraan  anak, bukan sesuatu yang instant misalnya dilihat dari kecelakaan anak-anak pada saat sekolah, kecelakaan lalu lintas harus turun, kematian anak, kematian ibu dari sisi kesehatan kecelakaan anak harus turun, Kesejahteraan anak untuk partisifasi piknik tanpa biaya, terus mereka bisa menikmati ruang-ruang terbuka public. Tugas Kabupaten/Kota menyediakan tempat bermain, tempat edukasi lingkungan, kebun binatang atau kebun2 lainnya.

Banyak hak anak yang harus dipatuhi untuk memenuhi  31 hak anak, yaitu tumbuh kembang dengan baik akan memberikan dampak bahwa anak-anak itu punya inspirasi, kreatifitas, punya tanggung jawab, punya percaya diri bahwa harus lebih baik, ramah lingkungan dan punya prinsip bahwa saya harus mandiri, tegas Dewi Sartika.

Dewi Sartika Kepala Dinas DP3AKB Jawa Barat
Dewi Sartika Kepala Dinas DP3AKB Jawa Barat

Di Jawa Barat kita sudah mencoba memsimulasi Kabupaten/Kota, melalui Kabupaten/Kota menuju Layak Anak diberikan apresiasi /penghargaan oleh Gubernur Jawa Barat , ada 12 Kabupaten/Kota yang sudah Layak Anak. Kalau sudah diapresiasi oleh Gubernur Jawa Barat minimal yang 12 harus masuk ke Tingkat Nasional, namun ternyata sekarang malah banyak ada sekitar 20 Kabupaten/Kota sudah siap. Penilian dengan sistem elektronik, pengisian mulai terbuka , mudah-mudahan  Provinsi Jawa Barat terbanyak Kabupaten/Kota menginisiasi  Kota Layak Anak.

Terkait dengan Kota Layak anak ada 24 indikator diantaranya dimensi pendidikan,dimensi kesehatan, dimensi legalitas misalnya berapa persen anak-anak punya kartu lahir, berapa persen anak-anak yang tidak tamat SMP, berapa persen orang tua punya kartu keluarga, itu merupakan legalitas berapa banyak anak-anak di Forum anak.Setiap anak itu setiap Kabupaten kalau 50 % desa jadi 340 harus punya forum anak.

Anak-anak berkiprah dalam Musrembang mulai dari tingkat desa, kecamatan, Kabupaten, Provinsi jadi anak-anak  diajak untuk berpartisipasi kreatifitas .Harapan kedepan menjadi lebih baik , lebih unggul mengisi Indonesia di Tahun 2030, pungkas Dewi Sartika. (diah)

Sumber: SwaraWanita.com 

Artikel Terkait

Sosialisasi Pesantren Ramah Anak Kegiatan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak yang dilaksanakan tanggal 23 dan 24 April 2018 hari Senin dan Selasa di Hotel Horison Pangandaran. Kegiatan ini diawali laporan kegiatan oleh Kepala seksi Pendidikan, Pengasuhan da...
Aher: Ketauladanan Harus Ditularkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa sifat ketauladanan itu harus ditularkan, agar lebih banyak lagi tauladan-tauladan yang lahir di kemudian hari. Hal itu diungkapkan Aher pada sambutan penyerahan penghargaan ...
Motif Flora dan Fauna Batik Indramayu Batik Indramayu ciri yg menonjol adalah banyak bentuk lengkung, dan garis yang meruncing , berlatar putih, warna gelap, dan banyak titik yang dibuat dengan teknik complongan jarum, serta bentuk isen-isen (sawut) yang pendek d...
Tunda Nikah Muda, Raihlah Prestasi di Kab. Kuningan “Tunda Nikah Muda, Raihlah Prestasi” merupakan tema acara sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) tahun 2019. Sebelum Kabupaten Kuningan, Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) telah juga dilaksanakan di Kabupate...
Feasibility Test Ministry of Gender Equality South Korea ke Sekolah Perempuan (Seko... Program sekolah perempuan di Jawa Barat yang diluncurkan Bapak Gubernur Jawa Barat pada bulan Desember 2018 mampu menyorot perhatian publik, bukan hanya di dalam negeri tapi juga dari Ministry of Gender Equality South Korea (...

Leave a Reply

Your email address will not be published.