http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23857.jpg

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar memberikan sanksi yang tegas kepada tenaga pendidik atau pengajar yang merokok. Hal itu diungkapkan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Disdik Jabar di Bandung, Senin (3/7/2017).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar bertekad membuat peradaban baru dengan menciptakan generasi muda yang lebih baik lagi. 

"Beri sanksi ancam dipecat kalau tidak segara berhenti merokok. Saya ingin menghadirkan kependidikan yang sangat baik dan memberikan contoh yang baik, sebab kita tidak mungkin merubah Jawa Barat tanpa pendidikan," tegasnya.

Semua perubahan terjadi karena pendidikan. Oleh karena itu perilaku masyarakat kependidikan  untuk para siswa di Jawa Barat harus sangat baik sejak awal. 

Jangan ada budaya nyontek, suap, dan hal negatif lainnya. Boleh jadi kalau budaya nyontek dibiarkan maka akan terus muncul meskipun dalam bentuk yang lain.

Aher menerangkan, pihaknya sedang menyiapkan generasi muda untuk membentuk peradaban baru yang hanya akan hadir dari tangan-tangan pendidikan yang terampil dan bermoral.

"Dari situlah akan lahir generasi muda yang baik dan mampu membawa perubahan yang positif," tegasnya 

"Tolong nanti dirinci urusan perubahan perilaku di masyarakat pendidikan kita di SMA. Misalnya kalau muslim ketika masuk ruang sekolah baca salam," tambahnya.

Selain itu, orang nomor satu di Jabar ini meminta lingkungan sekolah agar menjaga kebersihan dan tidak boleh ada yang membuang sampah sembarangan.

Dia mencontokan untuk sampah organiknya dibuat pupuk kompos sedangkan anorganiknya diolah dengan cara yang lebih baik yang dikelola langsung oleh pihak sekolah.

"Salah satu indikator sekolah yang bersih itu memiliki tempat sampah yang baik dan kalau bisa tempat pengelolaan sampahnya pun ada," paparnya. 

Menurutnya, akan lebih baik lagi kalau sampah yang berada di sekolah bisa dikelola langsung dan tidak dibuang di tempat pembuangan sampah akhir yang bercampur dengan sampah yang berasal dari masyarakat yang lain.

Aher pun mengingatkan agar setiap sekolah memiliki kantin yang sehat. Selain itu, mengimbau kepada para pelajar untuk tidak membeli makanan sembarangan.

"Tolong diperhatikan juga jajanan anak-anak sekolah. Hindari makanan yang diolah dengan cara tidak sehat," pungkasnya. (MAT-jabarprov.go.id)

Artikel Terkait

BNN akan Masukkan Tembakau Gorila ke UU Narkotika Ilustrasi tembakau (Foto: Thinkstock) Badan Narkotika Nasional (BNN) memberi penjelasan mengenai tembakau gorila. BNN menyebut tembakau gorila merupakan campuran antara tembakau atau rokok dan ganja sintetis. "Ini tem...
Ketahanan Ekonomi Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memiliki program prioritas, yakni Three Ends. Program Three Ends ini bertujuan untuk mengakhiri permasalahan yang dihadapi kaum perempuan dan anak, yakni (...
Tragedi Yuyun: Media Sosial, Pornografi dan Miras Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihenyakkan oleh munculnya kasus tragis berupa pemerkosaan massal sekaligus pembunuhan. Korban mengalami kematian setelah diperkosa kolektif alias rame-rame (gang rape) disertai dengan keker...
Hari Jadi Jawa Barat ke-71 “Kerja Nyata Untuk Jabar Juara” Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengadakan rapat paripurna daerah dalam rangka Peringatan Hari Jadi Jawa Barat ke 71 Tahun 2016 pada jum'at (19/8) bertempat di gedung DPRD Jawa Barat Kota Bandung. Aca...
Jumat-Sabtu Ini Gedung Sate Festival Akan Digelar BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Gedung Sate Festival – Semarak Pesta Rakyat, Jumat-Sabtu (29-30/9/17) mendatang sebagai puncak peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jawa Barat. Berbagai kemeriahan pen...

Leave a Reply

Your email address will not be published.