Tidak semua tren yang sedang heboh di media sosial patut ditiru. Remaja asal Australia ini contohnya. Niat ingin ikutan tren Choking Game, yang ada nyawa melayang karena kehabisan napas.

Choking game merupakan salah satu permainan yang ramai dilakukan remaja Australia. Disebut-sebut sebagai cara ‘giting tanpa obat’, choking game membuat pelakunya merasakan euforia oksigen yang mengalir ke otak selepas dicekik beberapa saat.

Hal itulah yang dilakukan seorang remaja berusia 13 tahun asal Brisbane, Australia. Remaja yang tak disebutkan namanya ini melakukan choking game yang malah menyebabkan dirinya meninggal dengan tubuh membiru akibat kehabisan napas.

“Permainan ini sangat berbahaya dan tidak seorang pun boleh melakukannya. Sel-sel otak mati setelah beberapa menit tanpa oksigen dan tak akan beregenerasi kembali. Euforia yang didapatkan tidak sebanding dengan risiko bahaya dan kematian yang mengintai,” tutur Richard Kidd, dari Australian Medical Association, dikutip dari ABC Australia.

Kidd mengatakan permainan sudah ada sejak beberapa tahun lalu namun kembali viral karena kini pelakunya merekam diri mereka sendiri dan mengunggah videonya ke situs media sosial. Akibatnya, banyak remaja tertarik mencoba karena terpancing klaim euforia yang mengada-ada.

John Beaton dari Federation of Parents and Friends of Catholic Schools menyebut tekanan dari teman sebaya dan kurangnya pengawasan orang tua merupakan penyebab utama anak melakukan tindakan berbahaya yang didapat dari internet. Oleh karena itu, pengawasan orang tua, terutama soal konten yang dilihat anak di internet, harus dilakukan dengan maksimal.

“Banyak hal di internet yang memiliki potensi bahaya bagi anak-anak kita. Tugas kita semualah, guru dan orang tua murid, untuk mengawasi anak agar tidak terjebak dan melakukan tindakan berbahaya,” tuturnya.

Sumber: https://health.detik.com/read/2017/01/06/195658/3389856/763/jangan-tiru-remaja-ini-tewas-setelah-ikuti-tren-choking-game

Artikel Terkait

Jokowi Berharap Perppu Kebiri Beri Ruang Hakim Jatuhkan Vonis Seberat-beratnya Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas tentang Dana Alokasi Khusus di Kantor Presiden Rabu (11/5/2016). KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti U...
Nova Eliza: Butuh Laki-laki untuk Hentikan Kekerasan pada Perempuan NOVA Eliza terus berjuang menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Perempuan berdarah Aceh tersebut mengumpulkan 51 tokoh laki-laki yang dipilihnya sebagai sosok yang peduli untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. ...
Ini Cara Mengajak Bayi Bicara Sejak dalam Kandungan Bayi yang Sering Diajak Ngobrol Orangtua Sejak Dalam Kandungan Tumbuh Lebih Pintar, Ini Cara Mengajak Bayi Bicara Sejak dalam Kandungan Mengajak anak mengobrol sejak dia bayi atau bahkan dalam kandungan banyak manfaatnya. ...
Kasus Perdagangan Anak Menanggapi pemberitaan terkait 99 anak dibawah umur yang menjadi korban prostitusi gay di Bogor, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan, ikut angk...
Mengenal dan Mengembangkan Sekolah Ramah Anak Salah satu butir tuntutan anak Indonesia ke pemerintah di Kongres Anak Indonesia 2016 di Mataram adalahJadikan sekolah dan kurikulum kami ramah anak sampai ke daerah pelosok. Artikel berikut ini akan membahas tentang Sekolah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.