Tunda Nikah Muda, Raihlah Prestasi

Data survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2015 menunjukkan usia kawin pertama di Jabar 19.9 tahun, masih di bawah rata-rata usia kawin pertama nasional yaitu 20.5 tahun.

Menurut data dari Kemenag Jabar pada tahun 2017 perkawinan rentang usia 16 – 19 tahun di Jabar ada 22.000 orang.

Kabupaten Karawang masuk ke dalam salah satu kab/kota di Jabar dengan angka perkawinan anak sangat tinggi, sehingga pada tahun ini menjadi target kampanye gerakan bersama stop perkawinan anak.

Terdapat beberapa dampak buruk dari perkawinan anak terkait tercabutnya sejumlah hak anak:

  1. Hak dapat pendidikan. Hampir 90% anak yang nikah tidak lanjut sekolah.
  2. Hak bebas dari kekerasaan dan perkembangan sosial. Perkawinan usia dini akan rentan terhadap KDRT.
  3. Hak atas kesehatan terkait organ reproduksi wanita pada saat mengandung dan melahirkan. Indonesia masuk ke dalam 10 negara dengan Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi di dunia.
  4. Hak anak untuk dilindungi dari eksploitase. Kawin anak rentan menjadi sumber kasus yang lebih buruk seperti perdagangan orang bahkan pelacuran.

Kegiatan ini bertujuan

  1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat bahaya perkawinan anak.
  2. Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak-hak anak.

Peserta Kegiatan berjumlah 135 orang yang dating dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Karawang, Dinas Kesehatan Kab Karawang, Dinas Pendidikan Kab. Karawang, Dinas Sosial Kab. Karawang, perwakilaan guru, siswa sekolah dan remaja di Kab. Karawang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Februari 2019.

Adapun materi pada kegiatan ini berasal dari

  1. Paparan dari Kementerian PPPA RI dengan tema Upaya Kementerian PPPA dalam Mengakhiri Pernikahan Anak.
  2. Paparan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Karawang dengan tema Implementasi Pendewasaan Usia Perkawinan di Kab. Karawang.
  3. Paparan dari Kementerian Agama Prov. Jabar dengan tema Upaya Kementeriaan Agama dalam Pendewasaan Usia Perkawinan.
  4. Testimoni perwakilan desa dalam mengatasi pernikahan anak di Kab. Karawang.
  5. Testimoni korban pernikahan anak.

-ff-

Artikel Terkait

Rakor Data Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) Tahun 2017 Rapat Koordinasi Data Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) Tahun 2017. Kegiatan Rakor Data SIGA tingkat kab/kota se-Jawa Barat berlangsung tanggal 30 dan 31 Maret 2017 bertempat di Hotel Apita Cirebon Acara rakor dim...
Sosialisasi Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga Ketahanan dan kesejahteraan keluarga berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga adalah kondisi keluarga yang memiliki kekuatan dan ketangguhan s...
Pelatihan Penanganan Kekerasan terhadap Anak (KtA) bagi Kelompok Sebaya Kab. Tasikma... Pembukaan acara Pelatihan Penanganan KtA bagi Kelompok Sebaya dibuka oleh Kabid PPA Hj. Eni Rosiani, SH yang dalam hal ini mewakili Kepala Dinas DP3AKB Prov Jawa Barat. Dan Kepala Dinas PMDPAKB Kab Tasikmalaya memberikan samb...
Puspanas 2018 Sinergi Percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan... MEDAN.SWARAWANITA.NET.-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise  dan peserta PUSPANAS 2018 menghadiri acara Ramah tamah yang di adakan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi  yang...
Bimbingan Teknis Motekar .Bandung,Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga (PKK) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis bagi tenaga Motekar,kegiatan di laksanakan selama 3 hari di kab.Pangandaran.Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 130 tenaga Motekar,K...

Leave a Reply

Your email address will not be published.