Belum lama ini, kita dikejutkan dengan berita perkosaan massal (gang rape) disertai pembunuhan di Bengkulu yang menimpa seorang gadis belia usia 15an yang tersangkanya terdiri atas 14 pemuda. Para pelaku rupanya sering nonton content pornografi melalui handphone dan telah kecanduan pornografi.

Baca juga Tragedi Yy, Korban perkosaan akibat pelaku kecanduan pornografi
Baca juga Tips cara orang tua mengontrol Handphone anak.

Belum juga habis keterkejutan kita, datang kabar buruk berikutnya. Seorang gadis muda usia 19 yang ditemukan tewas secara mengenaskan di mess tempat dia bekerja di daerah Serang, Banten. Kali ini pelakunya adalah 3 orang pemuda yang secara kebetulan bertemu di lokasi yang sama dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Eno Parinah ditemukan tewas di kamar mess yang disediakan perusahaan tempat dia bekerja. Kasus ini terbilang sangat biadab dikarenakan tubuh Eno ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi telanjang dengan gagang pacul yang tertancap ke dalam (maaf) kemaluannya. Gagang pacul sepanjang 65cm tersebut 90% masuk ke dalam tubuh Eno. Tidak hanya itu saja. Berbagai bekas luka penganiayaan juga ditemukan pada tubuhnya. Pipinya bolong bekas ditusuk oleh garpu, tulang rahang dan leher retak oleh hantaman benda keras, bahkan kedua puting payudaranya terdapat bekas gigitan dan yang paling parah adalah gagang pacul yang masuk ke tubuh Eno hingga merusak hati dan paru-parunya dan mengakibatkan pendarahan total 500cc.

Bila saat ini kita mendengar anak SMP yang diperkosa beramai-ramai dan dibunuh di Bengkulu, seorang gadis diperkosa oleh 19 orang (belakangan tersangkanya menjadi hanya 7 orang) di Manado hingga sang gadis trauma berat, dan barusan seorang gadis diperkosa dan dibunuh secara biadab dengan gagang pacul masuk ke alat reproduksinya, besok apa lagi?

Fenomena apa ini? Sudah sedemikian parahkah keadaan Indonesia ini. Keselamatan kaum wanita dan anak-anak begitu berada dalam posisi yang begitu rawan. Walaupun banyak faktor untuk mengkaji kenapa fenomena gang rape ini saat ini mencuat, sudah seharusnya para wanita dibekali ilmu bela diri serta pengetahuan bagaimana menghadapai situasi terdesak.

Bila Anda mempunyai ada pendapat lain, silakan tulis di kolom komentar ya!

Baca juga Barang yang bisa dijadikan senjata.

Artikel Terkait

Jokowi: Hidupkan Kompetisi Olah Raga dari Tingkat Bawah Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menyerukan agar kompetisi olah raga dimulai dari tingkat daerah terbawah yaitu Desa dan Kelurahan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas atlet dan mampu berkompetisi. "Kita harus...
Pemkab KBB Wacanakan Daerahnya Ramah Anak NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mewacanakan daerahnya menjadi kabupaten layak dan ramah anak. Hal itu di antaranya dilakukan dengan menyediakan ruang publik bagi anak-anak. Bupati Bandung Barat Abubakar...
Jumat-Sabtu Ini Gedung Sate Festival Akan Digelar BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Gedung Sate Festival – Semarak Pesta Rakyat, Jumat-Sabtu (29-30/9/17) mendatang sebagai puncak peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jawa Barat. Berbagai kemeriahan pen...
Tragedi Yuyun: Media Sosial, Pornografi dan Miras Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihenyakkan oleh munculnya kasus tragis berupa pemerkosaan massal sekaligus pembunuhan. Korban mengalami kematian setelah diperkosa kolektif alias rame-rame (gang rape) disertai dengan keker...
Pelatihan Aktivis/Kader Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM) Bandung.Kepala Dinas (Plt) DP3AKB Provinsi Jawa Barat Dr.Hj.Dewi Sartika M.Si saat memberikan arahan pada acara Pelatihan Aktivis/Kader Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat yang dilaksankan Senin tanggal 11 s/d 14 Desember d...

Leave a Reply

Your email address will not be published.