http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24897.jpg

KAB.CIREBON-Semakin maraknya lagu-lagu bernuansa vulgar dan berbau pornografi di kalangan anak muda, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menanggapinya dengan kritis. Ia mendorong keluarga dan sekolah untuk tidak memandang enteng dampak negatif yang boleh jadi diterapkan lewat lagu-lagu yang kurang layak bagi anak.

Sebut saja lagu Despacito milik Luis Fonsi atau lagu Shape of You yang dipopulerkan oleh penyanyi kawakan Ed Sheeran, Netty yang juga Bunda Literasi Jawa Barat ini mengungkapkan lirik lagu yang bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia tersebut sarat akan intimasi dan pornografi. Hal ini tentu berdampak negatif pada pola pikir anak-anak muda. Namun sayangnya banyak orangtua yang tidak paham dan berbalik bangga bila anaknya mampu berbahasa asing.

"Keluarga itu tidak boleh merasa tenang apabila anak menyenandungkan lagu-lagu yang kita anggap, wah ini anak kita modern nih, bahasa Inggrisnya sudah lancar, padahal ternyata isi dari lagu-lagu itu menggambarkan intimasi atau hal-hal yang berbau pornografi," ujar Netty saat ditemui usai acara Workshop Peningkatan Pemahaman Literasi Media Penyiaran Bagi Lembaga Pendidikan dengan tema "Gerakan Menciptakan Media yang Ramah Anak", di Hotel Apita Jl. Tuparev No. 323 Cirebon, Kamis (14/09).

Tontonan, lanjut Netty, sangat mempengaruhi pola pikir, gaya hidup, bahkan sikap dan perilaku kita. Tak terkecuali lagu-lagu bernuansa vulgar, tidak menutup kemungkinan dapat menjadi pemicu khususnya bagi anak-anak di bawah umur yang dalam masa pubertas, untuk mencoba meniru apa yang disimaknya dan berperilaku menyimpang.

Guna menghindari hal tersebut, Netty menegaskan instansi keluarga dan sekolah untuk berperan aktif dalam upaya literasi media bagi anak. Tentunya, kata Netty, literasi media ini bukan hanya sekedar kita melarang menonton ini dan itu, tapi juga menawarkan alternatif seperti mengurangi paparan media yang negatif dengan kebiasaan membaca maupun beraktivitas di organisasi.

"Tentu keluarga harus bekerja keras untuk meningkatkan pengetahuan, memperbaiki keterampilan dalam menyelenggarakan parenting, dan sekolah juga mulai harus terlibat dalam upaya literasi media ini," tukas Netty.

"Saya sangat berharap konsep sekolah ramah anak berbasis bebas kekerasan di Jawa Barat ini bisa diimplementasikan agar salah satu materi yang harus disampaikan sekolah kepada peserta didik adalah literasi media," harapnya.

Artikel Terkait

Netty: Penyebab Kekerasan adalah Kemiskinan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan akar penyebab tindakan kekerasan adalah kemiskinan.  Hal ini didukung oleh pernikahan dini, disharmoni dan k...
Kelompok Perempuan Dorong 3 Maret Sebagai Hari Kebaya Nasional Busana tradisional perlu diangkat agar bisa digunakan sehari-hari. Komunitas Perempuan Berkebaya mendorong tanggal 3 Maret sebagai Hari Kebaya Nasional. Tujuannya agar seluruh masyarakat ikut melestarikan kebaya. “Kami pen...
Bolehkah si Kecil Menonton TV? Entah dengan alasan kesibukan, atau sekadar mengisi waktu si Kecil, orangtua kerap memanfaatkan siaran TV maupun DVD edukasi anak-anak. “Nggak apa-apa deh, kan siarannya khusus untuk anak-anak, ada manfaat edukasinya kok,” mu...
Yuk Lindungi Anak Anda Dari Pelecehan Seksual! Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur. Seperti Yuyun, gadis berusia 14 tahun yang menjadi korban pelecehan seksual, perbuatan keji itu dilakukan oleh 14 orang pelaku ...
Anak Terlanjur Bermasalah, Jangan Perlakukan Sebagai Sampah Setiap anak tidak pernah meminta dilahirkan. Setiap anak juga tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orangtuanya. Karena itulah para orangtua selayaknya menganggap anak sebagai anugerah dan titipan yang harus di...

Leave a Reply

Your email address will not be published.