Delapan Ciri Kecanduan

Bagaimana mengetahui anak sudah adiktif terhadap pornografi?

Yang pertama, anak menghabiskan  waktu lebih banyak dengan perangkat teknologi, seperti internet, games atau HP. “Anak juga gampang marah, rasa percaya diri yang rendah, kalau bicara tidak mau menatap mata kita, melawan, suka berkhayal, prestasi akademik merosot tiba-tiba, dan pendiam,” lanjutnya. Anak juga biasanya mengamuk kalau ditegur berhenti melakukan aktivitas tertentu tadi. Jika ditemukan 6 saja dari tanda-tanda itu,  sudah bisa dicurigai anak terkena adiksi pornografi. Yang menyedihkan, seringkali  anak pengin keluar dari jerat adiksi tadi tapi tidak mampu, karena tidak ada yang tahu dan membantunya.

Pentingnya Figur Ayah

Biasanya, anak-anak yang terkena adiksi ini adalah mereka yang kurang mendapat perhatian orang tua, terutama dari figur ayah.

“Anak laki-laki perlu tokoh ayahnya sebagai contoh, sementara anak perempuan perlu tokoh ayahnya untuk mengisi jiwanya. Kalau ia tidak pernah mendapatkan ini dari sang ayah, maka ia akan mencarinya di luar (craving). Salah satu akibatnya, anak perempuan bisa menjadi anak yang ‘binal’,” jelas Elly sambil menambahkan, adiksi atau kecanduan pornografi merusak otak 2 kali lebih hebat ketimbang narkoba, sayangnya, kita tidak punya terapis untuk menolong anak-anak tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, kuncinya adalah orang tua. Elly menyarankan orang tua agar melakukan common sense parenting. Pendidikan seks dan penanaman nilai agama sebaiknya diberikan sejak dini. “Pola pengasuhan seperti yang dilakukan orang tua zaman dulu tentu tidak bisa lagi dilakukan sekarang. Anak sekarang adalah anak masa depan. Orang tua tidak bisa menghindarkan anak dari teknologi. Tapi, jangan beri anak teknologi tanpa alasan dan penjelasan,” papar Elly.

Pada saat memberikan HP misalnya, orang tua harus memberikan alasan, tapi juga memberikan batasan dan peraturan pada anak. “Alat atau piranti yang diberikan juga harus disesuaikan dengan tingkat usia. Masak anak SD sudah diberi smartphone?” lanjut Elly heran.

Intinya, orang tua adalah terapis terbaik dengan prinsip dan keterampilan terbaik. “Tidak ada orang yang mencintai anak Anda lebih dari Anda, tidak ada orang yang akan peduli pada anak Anda lebih dari Anda, tidak ada orang yang mengetahui atau memahami anak Anda lebih dari Anda. Dan keluarga adalah lingkungan terbaik untuk belajar, tumbuh dan meraih potensi tertinggi seseorang,” kata Elly. Jika ini dilakukan, maka anak akan bisa dibebaskan dari belenggu adiksi pornografi.

  1. Kenali Tanda-tandanya
  2. Bagaimana mengetahui anak sudah adiktif terhadap pornografi?
  3. Anak menghabiskan  waktu lebih banyak di depan perangkat teknologi, seperti internet, games atau HP.
  4. Anak gampang marah.
  5. Self esteem rendah.
  6. Kalau bicara tidak mau menatap mata kita.
  7. Suka melawan.
  8. Suka berkhayal
  9. Prestasi akademik merosot tiba-tiba.
  10. Mendadak jadi pendiam.
  11. Anak mengamuk kalau ditegur berhenti melakukan aktivitas tertentu. Jika ditemukan enam saja dari tanda-tanda itu,  sudah bisa dicurigai anak terkena adiksi pornografi.

Sumber: Hasto Prianggoro/Sumber: “http://nova.id/Keluarga/Anak/Lindungi-Si-Kecil-Dari-Pornografi-2

Artikel Terkait

Counting Down 222 Hari Menuju PON XIX Jabar Acara hitung mundur (counting down) jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016 dilaksanakan setiap bulan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016, Deddy Mizwar atau akrab disa...
bp3akb.jabarprov.go.id Raih Juara I Website Terbaik Kominfo Awards Tahun 2016 Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Diskominfo Prov. Jabar terhadap para pihak stakeholder yang telah menunjukkan prestasinya, diselenggarakan gelaran Kominfo Awards yang berlangsung di Krakatau Co...
Tidak Ada yang Menandingi Cinta Ibu Ingin tahu sebesar apa cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anak perempuannya? Lihat di sini beberapa ilustrasinya. Sepanjang hidup sampai dengan saat ini, Anda mungkin telah mengalami jatuh cinta dengan beberapa oran...
KPAI Minta Penerbit Tarik Buku “Aku Berani Tidur Sendiri” Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta penerbit PT Tiga Serangkai untuk menarik buku "Aku Berani Tidur Sendiri" karangan Fitria Chakrawati. KPAI menilai buku tersebut memuat konten tidak ramah anak yang dapat di...
Anak-anak Rentan Jadi Korban Perdagangan Manusia MALANG, KOMPAS.com- Ima Matul Maisaroh, mantan tenaga kerja wanita asal Malang, Jawa Timur, mengingatkan agar orangtua dan anak-anak mewaspadai praktik perdagangan manusia.Ima kini menjadi salah satu penasihat Pemerintah Amer...

Leave a Reply

Your email address will not be published.