Sejumlah penari latihan untuk persiapan upacara penutupan PON XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jabar, Selasa (27/9). Upacara penutupan PON XIX akan berlangusng pada 29 September 2016 yang rencananya akan dihadiri Wapres Jusuf Kalla. PB PON/ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/Spt/16


Konferensi pers evaluasi harian PON 2016 di Media Center Utama,Selasa (27/9/2016).

Manajer Tim Kreatif  Bidang Upacara PB PON XIX/2016 Jabar, Satria Yanuar Akbar menyatakan upacara penutupan PON Jabar tinggal menghitung hari, sehingga upaya yang dilakukan panitia besar terhadap persiapan tersebut ingin melibatkan seluruh elemen masyarakat. Penjelasan mengenai detail upacara tersebut ia sampaikan saat konferensi pers  saat evaluasi harian PON pada Selasa (27/9/2016) di Media Center Utama The Trans Luxury Hotel.

“Gambaran persiapan penutupan hampir sama dengan pembukaan secara garis besar, namun segala kendala yang terjadi saat pembukaan harus diminimalisir. Pada hari H pembukaan panitia kewalahan karena tidak siap menghadapi cuaca yang buruk,” ujar Satria.

Penonton yang ingin menyaksikan upacara penutupan sudah disediakan tiket oleh panitia sebanyak 27 ribu di tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage. Koordinasi panitia saat upacara penutupan berlangsung akan dibantu oleh masyarakat yang tinggal disekitar Stadion, contohnya mengajak mereka untuk tidak membawa kendaraan karena keterbatasan lahan parkir, yang hanya mampu menampung  sekira 1800-an jumlah total kendaraan.

Saat penutupan berlangsung panitia bidang upacara akan menjalankan intruksi Gubernur Aher, agar ajang PON 2016 bisa melibatkan semua elemen masyarakat seperti; seniman, petugas kebersihan, kelompok UKM dan jasa, wirausaha, dan masyarakat pada umumnya.

Satria menjelaskan bahwa upacara penutupan selain melibatkan seluruh elemen masyarakat, juga ingin memberi dampak perkembangan ekonomi daerah selama PON 2016, contohnya, pengenalan produk payung khas Tasikmalaya.

“Menjelang upacara penutupan, panitia sudah menyusun dan menyiapkan buku berupa panduan, agar bisa mengarahkan penonton supaya kondusif saat berlangsungnya acara,” Satria menambahkan.(MA)*

Artikel Terkait

Fungsi dan Tujuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Setiap instansi negara memiliki fungsi dan tujuan, salah satunya adalah Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang berkecimpung di penegakan Hak Asasi Manusia. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Fungsi dan tuj...
Sinkronisasi Perlindungan Hak Perempuan KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA PRESS RELEASE SINKRONISASI PERLINDUNGAN HAK PEREMPUAN    “Kasus kekerasan berbasis gender masih re...
Kemnaker Luncurkan Kampanye Indonesia Bebas Pekerja Anak 12 Juni 2017 Jakarta — Memperingati Bulan Menentang Pekerja Anak Nasional setiap bulan Juni dan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pada 12 Juni,  Kementerian Ketenakerjaan (Kemnaker) meluncurkan Kampanye Indonesia Bebas Pekerja Anak (K...
9 Cara Agar Anak Lebih Terbuka pada Orangtua Orangtua Menginginkan Agar Anak Berani bicara dan Terbuka, 9 Cara Agar Anak Lebih Terbuka pada Orangtua Orangtua pasti menginginkan agar anak bisa tumbuh menjadi anak yang aktif, ceria, berani bicara, dan terbuka pada oran...
Mendidik Anak dengan Baik Itu Perlu, Ini 8 Kebaikan yang Bisa Diajarkan Pada Buah Ha... Anak adalah harta bagi setiap orang tua yang tidak ternilai harganya. Agar tumbuh dengan baik dan memiliki sifat yang terpuji, anak perlu diajarkan kebiasaan yang baik sebagai bekal masa depannya kelak. Sebagai orang tua tent...

Leave a Reply

Your email address will not be published.