Belakangan waktu ini ditemukan sampul buku tulis berwarna cokelat dengan gambar yang menjurus pornografi dan menjadi perbincangan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau para orang tua untuk berhati-hati dalam membeli perlengkapan sekolah untuk anak.

Stop paparan pornografi terhadap anak. Orang tua perlu hati-hati dan waspada dalam menyiapkan perlengkapan sekolah anak jelang tahun ajaran baru. Mulai dari buku tulis, sampul, seragam, juga buku bacaan," ujar Ketua KPAI, Asrorun Ni’am kepada detikcom, Selasa (4/7/2017).

Selain itu, pengawasan dari pihak guru juga diperlukan terhadap alat-alat atau benda keperluan sekolah yang digunakan siswa. Asrorun mengatakan, sekolah turut berperan untuk memastikan peredaran buku-buku pelajaran bebas dari muatan pornografi.

Sampul Buku Tulis Menjurus Pornografi, KPAI Imbau Ortu Waspada

"Guru juga perlu memastikan, buku ajar dan buku pengayaan sudah ditelaah secara seksama, sehingga sesuai dengan tujuan pembelajaran, membangun karakter, dan isinya layak bagi anak, baik terkait informasi ilmu pengetahuan maupun pembentukan karakter," jelas Asrorun.

Gambar pada sampul cokelat yang diperbincangkan, terlihat seorang lelaki tengah memegang pensil dan buku. Kemudian ada seorang guru wanita yang berdiri di sebelah lelaki dengan baju yang tidak pantas. [dtk]

Artikel Terkait

Modus dan Pola Jaringan Tppo Baru, Kemen PPPA Himbau Masyarakat Waspada MODUS DAN POLA JARINGAN TPPO BARU, KEMEN PPPA HIMBAU MASYARAKAT WASPADA   KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA   PRESS RELEASE MODUS DAN POLA JARINGAN...
Banyak Main Gadget, Picu Anak Jadi Autis Direktur Autisme Care Center, Juju Sukmana mengatakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang menderita Autis terkadang terjadi sejak lahir. Namun dalam perkembangannya kini, anak hingga usia lima tahun memiliki kemungkinan menya...
Ini Alasannya Blue Whale Challenge Sangat Berbahaya Bagi Remaja Blue Whale Challenge merupakan sebuah permainan online yang berasal dari media sosial. Permainan ini sangat kontoversial dan berbahaya karena mengajak pesertanya untuk melukai diri sendiri hingga bunuh diri. Permainan ini ...
Acara ‘Makan Mayit’ oleh Seniman Muda Ini Banjir Protes Seniman muda Natasha Gabriella Tontey menggelar pameran di Footurama, Jakarta. Ia membahas kanibalisme, kemiripan horor sosial Jepang dan Indonesia, hingga kenangan buruk film G30S/PKI. Seni yang baik merupakan seni yang b...
HUT ke 72, Ini Harapan Ineu Bagi Jawa Barat BANDUNG-Bertepatan dengan hari jadi ke-72 Propinsi Jawa Barat  sejumlah prestasi telah ditorehkan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari ber...

Leave a Reply

Your email address will not be published.