KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

AKHIRI KEKERASAN PADA ANAK

Siaran Pers Nomor: B-66/Set/Rokum/MP 01/07/2016

Mataram, NTB (23/7) – Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi. Ke depan, anak-anak Indonesia diharapkan dapat terpenuhi segala hak-haknya untuk tumbuh dan berkembang serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Anak harus dipersiapkan semenjak dini agar kelak menjadi SDM yang berkarakter kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, unggul, berdaya saing, dan menjadi agen perubahan di masa depan. Demikian dikatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2016 yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

“23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Peringatan HAN 2016 menjadi momentum penting untuk membangkitkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia agar melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya untuk menghargai, serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Kegiatan ini menjadi tonggak peringatan yang diharapkan akan terus berkembang menjadi starting pointuntuk menjalin kerjasama dan koordinasi antar stakeholder yang bekerja dan peduli pada isu-isu anak. Dalam momentum ini pula, saya rasakan penting sekali untuk meningkatkan kesadaran anak-anak akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya kepada orangtua, masyarakat serta kepada bangsa dan negara,” ujar Menteri Yohana.

Peringatan HAN 2016 dengan tema “Akhiri Kekerasan pada Anak” diselenggarakan dengan memperhatikan berbagai peristiwa dan kejadian yang dialami sebagian anak Indonesia beberapa waktu terakhir ini. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah telah merespons melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual pada Anak (GN-AKSA). Selain itu, telah dikeluarkan pula Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pada HAN 2016 ini, kami menyoroti 3 (tiga) isu anak, yakni kekerasan seksual anak, perkawinan anak, dan prostitusi anak.

“Pada HAN 2016 ini, kami menyoroti 3 (tiga) isu anak, yakni kekerasan seksual anak, perkawinan anak, dan prostitusi anak. Kekerasan seksual, perkawinan, dan prostitusi pada anak telah melanggar hak-hak anak untuk berkembang serta menjalani kehidupan yang layak, bermanfaat, dan bermartabat. Angka perkawinan anak di provinsi NTB dinilai cukup tinggi. Oleh karena itu, provinsi NTB dipilih menjadi tempat penyelenggaraan HAN 2016 dan di tempat ini pula akan dilakukan deklarasi tentang pencegahan perkawinan usia anak oleh 26 Kabupaten/Kota,” tegas Menteri Yohana.

Sebagai rangkaian kegiatan Peringatan HAN 2016, Kementerian PP dan PA menyelenggarakan kegiatan Forum Anak Nasional (FAN). Pada tahun ini untuk pertama kalinya penyelenggaraan Forum Anak menjadi satu dengan Kongres Anak dan ini akan menjadi satu untuk tahun-tahun berikutnya. Selain itu, telah dilakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui “Diskusi Musikal Stop Kekerasan pada Anak” bekerjasama dengan Simponi Band yang melibatkan 5 ribu anak dari 5 (lima) provinsi guna mengkampanyekan, mengedukasi, dan memberi informasi kepada masyarakat terkait isu-isu anak.

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Artikel Terkait

Jokowi: Hidupkan Kompetisi Olah Raga dari Tingkat Bawah Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menyerukan agar kompetisi olah raga dimulai dari tingkat daerah terbawah yaitu Desa dan Kelurahan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas atlet dan mampu berkompetisi. "Kita harus...
Selamatkan Perempuan dan Anak, Kemen PP dan PA Terapkan Strategi 3Ends TRIBUNNEWS.COM – Sepanjang tahun 2016, sejumlah kasus pelecehan dan kekerasan kepada perempuan dan anak kian marak. Peningkatan ini tentu membuat masyarakat semakin resah dan berharap ketidakadilan serta kejahatan terhadap pe...
Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak. Ini 9 Solusi Agar Tidak Membe... Ada saat-saat pengasuhan dimana kita merasa marah karena tingkah laku atau kejadian yang diakibatkan oleh anak-anak. Bisa jadi, saat itu adalah detik-detik terakhir kita seharusnya berangkat atau detik-detik kita merasakan le...
HUT ke 72, Ini Harapan Ineu Bagi Jawa Barat BANDUNG-Bertepatan dengan hari jadi ke-72 Propinsi Jawa Barat  sejumlah prestasi telah ditorehkan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari ber...
Temani Anak dalam Belantara Dunia Maya Ditemukannya cara membuat api dan diciptakannya berbagai peralatan berburu dan bercocok tanam menandai awal perkembangan teknologi yang ditemukan manusia di masa lampau untuk mempermudah kehidupan mereka. Di masa-masa selanju...

Leave a Reply

Your email address will not be published.